LAMONGAN // Teropongbarat.com Suasana khidmat menyelimuti Dusun Mbarang Kauman, Desa Pendowolimo, pada Senin (30/3/2026). Ratusan peziarah memadati area makam Waliyullah Mbah Gadung Garang dalam rangka memperingati haul beliau yang ke-115, yang dirangkaikan dengan agenda tahunan halal bihalal keluarga besar.
*Ziarah dan Doa Bersama di Makam Waliyullah*
Acara dimulai tepat setelah jamaah salat zuhur pukul 12.00 WIB. Lokasi makam yang terletak tepat di samping masjid memudahkan para jamaah dan tamu undangan untuk langsung mengikuti prosesi doa bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut KH Salim Ashar yang memberikan tausiyah mengenai keteladanan Mbah Gadung Garang sebagai sesepuh sekaligus pendakwah yang mensyiarkan Islam di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di antara para peziarah, nampak hadir rombongan besar dari keluarga Ndan Bilal, yang merupakan representasi dari Bani Habib Awad Al-Tamimi dan keluarga H. Tholhah. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; leluhur mereka merupakan murid langsung dari Mbah Gadung Garang.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Sahabat Bilal, yang juga dikenal sebagai anggota Satkornas Banser Indonesia—terlihat mengawali prosesi doa di makam sebelum akhirnya berpamitan lebih awal untuk melanjutkan agenda internal keluarga.
*Halal Bihalal: Merajut Silaturahmi di Glagah*
Usai melaksanakan ziarah, rombongan keluarga besar Bani Habib Awad Al-Tamimi dan H. Tholhah bergeser ke kediaman mereka di Dusun Luwuk, Desa Morocalang, Kecamatan Glagah untuk melangsungkan acara halal bihalal.
Acara yang dikemas dengan apik ini menjadi momentum pertemuan lintas generasi, mulai dari anak, cucu, hingga cicit. Rangkaian kegiatan di kediaman Ndan Bilal meliputi:
* Pembacaan Sholawat Nabi.
* Pembacaan Surat Yasin dan tahlil (kirim doa) untuk para sesepuh yang telah wafat.
* Ramah tamah dan makan bersama sebagai pelepas rindu antar anggota keluarga.
“Kegiatan ini adalah cara kami menjaga sanad keilmuan dengan menghormati guru kami, Mbah Gadung Garang, sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan agar tetap rukun dan harmonis,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang penuh kehangatan, memperkuat komitmen keluarga besar untuk terus menjaga tradisi leluhur dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Redaksi//
Teropongbarat.com
(AHW)
















































