Bulan Bung Karno: I Made Cahyana Negara Wariskan Semangat Proklamasi, Tegaskan Pengabdian Tanpa Batas untuk Rakyat Banyuwangi  

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:35 WIB

4072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Menyambut peringatan Bulan Bung Karno, momen bersejarah bagi bangsa Indonesia, I Made Cahyana Negara, S.E. — Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi dari DPC PDI Perjuangan — menyampaikan pernyataan politik yang tegas dan berakar kuat dari pemikiran besar Proklamator Ir. Soekarno.

Dalam pesan yang disampaikan melalui pamflet resmi bertema merah semangat, I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa semangat Bung Karno bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan kompas arah perjuangan masa kini.

“Mewarisi Semangat Proklamasi, Mengabdi untuk Rakyat dan Nusa Bangsa”, menjadi landasan utama yang ia pegang sebagai amanah politik dan tugas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pemimpin lembaga legislatif sekaligus penjaga etika dan kehormatan partai di tingkat daerah, I Made Cahyana Negara menekankan kembali ajaran pokok Bung Karno: Bahwa politik adalah pengabdian, bukan ladang kepentingan pribadi atau golongan.

“Bung Karno pernah mengajarkan: ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.’ Di Banyuwangi, semangat ini harus kita nyatakan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, amanah yang diemban sebagai Ketua DPRD dan Ketua Dewan Kehormatan DPC PDIP Banyuwangi adalah bukti kesetiaan terhadap Tritunggal Marhaenisme: Nasionalisme, Internasionalisme, dan Demokrasi Terpimpin yang berkeadilan sosial.

“Bagi kami di PDI Perjuangan, Banyuwangi bukan sekadar wilayah administrasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari tubuh Indonesia yang merdeka. Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan tumbuh di tanah yang subur ini. Seperti kata Bung Karno: ‘Negara yang besar adalah negara yang menghormati rakyatnya.’ Maka, setiap kebijakan, setiap keputusan di DPRD harus berpijak pada kepentingan rakyat kecil, kaum marhaen,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.

Ia juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno adalah momen untuk meneladani karakter berani, jujur, dan berdaulat. Menjadi penjaga kehormatan partai berarti menjaga agar partai tetap berjalan di atas rel perjuangan, tidak menyimpang dari tujuan awal: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Politik bagi kami bukan seni kemungkinan, melainkan seni pengabdian. Seperti ajaran Bung Karno: ‘Janganlah hidupmu untuk mati sia‑sia, tapi hiduplah untuk sesuatu yang abadi.’ Pengabdian di Banyuwangi adalah jalan kami menuju keabadian itu,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, I Made Cahyana Negara mengajak seluruh elemen masyarakat, kader partai, dan seluruh pejabat di Banyuwangi menjadikan semangat Proklamasi sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, persatuan adalah kunci, dan kemakmuran rakyat adalah tujuan akhir yang tidak boleh ditawar.

Dengan latar pemandangan ikonik Banyuwangi dan peta kebesaran Nusantara dalam pamflet tersebut, pesan ini menjadi deklarasi politik yang kuat: Di bawah panji Bung Karno, Banyuwangi tegak berdiri kokoh sebagai daerah yang berdaulat, berkeadilan, dan terus berjuang bersama rakyat.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.
Mediasi Sengketa LHP Gagal, Warga Lembah Melintang Lanjut ke Ajudikasi
ATR/BPN Selaraskan Empat Simpul, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari
Uji Coba di 17 Kantah, ATR/BPN Minta Masyarakat Ikut Kawal Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

Anggota posramil Tripa Makmur Gotong Royong Pasang Tenda untuk Peringatan Maulid Nabi

Jumat, 4 September 2026 - 07:48 WIB

Eratkan Keakraban, Babinsa Serda syafrizal Jalin Komsos Bersama warga desa binaa Babah dua di Nagan Raya

Jumat, 4 September 2026 - 07:46 WIB

Babinsa Koramil 03/Seunagan Timur Laksanakan Patroli Karhutla Di Wilayah Binaan.

Jumat, 4 September 2026 - 07:42 WIB

PEMERINTAH DESA LANGKAK DAN POSRAMIL KUALA PESISIR HIMBAU WARGA CEGAH KARHUTLA DI MUSIM KEMARAU

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Laksanakan Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat Desa Blang Meurandeh

Kamis, 3 September 2026 - 16:36 WIB

Babinsa Bonto Lebang Dampingi Petani, Pastikan Pemeliharaan Tanaman Padi Berjalan Optimal

Kamis, 3 September 2026 - 08:39 WIB

Babinsa Posramil Kuala pesisir Sertu Safrin Ondu Dampingi Petani Perawatan Tanaman Bayam

Kamis, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Posramil Tripa dan Bhabinkamtibmas Tripa Makmur Gelar Komsos, Himbau Warga Jangan Bakar Lahan 

Berita Terbaru