Bulan Bung Karno: I Made Cahyana Negara Wariskan Semangat Proklamasi, Tegaskan Pengabdian Tanpa Batas untuk Rakyat Banyuwangi  

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:35 WIB

4098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Menyambut peringatan Bulan Bung Karno, momen bersejarah bagi bangsa Indonesia, I Made Cahyana Negara, S.E. — Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi dari DPC PDI Perjuangan — menyampaikan pernyataan politik yang tegas dan berakar kuat dari pemikiran besar Proklamator Ir. Soekarno.

Dalam pesan yang disampaikan melalui pamflet resmi bertema merah semangat, I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa semangat Bung Karno bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan kompas arah perjuangan masa kini.

“Mewarisi Semangat Proklamasi, Mengabdi untuk Rakyat dan Nusa Bangsa”, menjadi landasan utama yang ia pegang sebagai amanah politik dan tugas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pemimpin lembaga legislatif sekaligus penjaga etika dan kehormatan partai di tingkat daerah, I Made Cahyana Negara menekankan kembali ajaran pokok Bung Karno: Bahwa politik adalah pengabdian, bukan ladang kepentingan pribadi atau golongan.

“Bung Karno pernah mengajarkan: ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.’ Di Banyuwangi, semangat ini harus kita nyatakan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, amanah yang diemban sebagai Ketua DPRD dan Ketua Dewan Kehormatan DPC PDIP Banyuwangi adalah bukti kesetiaan terhadap Tritunggal Marhaenisme: Nasionalisme, Internasionalisme, dan Demokrasi Terpimpin yang berkeadilan sosial.

“Bagi kami di PDI Perjuangan, Banyuwangi bukan sekadar wilayah administrasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari tubuh Indonesia yang merdeka. Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan tumbuh di tanah yang subur ini. Seperti kata Bung Karno: ‘Negara yang besar adalah negara yang menghormati rakyatnya.’ Maka, setiap kebijakan, setiap keputusan di DPRD harus berpijak pada kepentingan rakyat kecil, kaum marhaen,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.

Ia juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno adalah momen untuk meneladani karakter berani, jujur, dan berdaulat. Menjadi penjaga kehormatan partai berarti menjaga agar partai tetap berjalan di atas rel perjuangan, tidak menyimpang dari tujuan awal: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Politik bagi kami bukan seni kemungkinan, melainkan seni pengabdian. Seperti ajaran Bung Karno: ‘Janganlah hidupmu untuk mati sia‑sia, tapi hiduplah untuk sesuatu yang abadi.’ Pengabdian di Banyuwangi adalah jalan kami menuju keabadian itu,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, I Made Cahyana Negara mengajak seluruh elemen masyarakat, kader partai, dan seluruh pejabat di Banyuwangi menjadikan semangat Proklamasi sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, persatuan adalah kunci, dan kemakmuran rakyat adalah tujuan akhir yang tidak boleh ditawar.

Dengan latar pemandangan ikonik Banyuwangi dan peta kebesaran Nusantara dalam pamflet tersebut, pesan ini menjadi deklarasi politik yang kuat: Di bawah panji Bung Karno, Banyuwangi tegak berdiri kokoh sebagai daerah yang berdaulat, berkeadilan, dan terus berjuang bersama rakyat.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

Aksi Penutupan Jalan di Pajarakan Mengakibatkan Terganggunya Arus Lalu Lintas dan Aktivitas Masyarakat
MSRI Akan Gelar Rakornas Februari 2027, Usung Tema “Transformasi Pers di Era Digital: Memperkuat Kompetensi, Menjaga Akurasi, dan Membangun Kepercayaan Publik”
Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1 Ekor Trenggiling Hidup dari Warga Perbatasan
DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS
Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung
Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah
Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Sinergi SKK Migas – EMP Gebang Limited Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Desa Pekubuan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Wakapolda NTB Ajak Warga Mataram Perangi Narkoba dan Tangkal Hoaks

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dikmas Satwa Korsbhara Polri Hadirkan Kebahagiaan Bersama Sahabat Baru di SLB Bogor, Tanamkan Empati Sejak Dini*

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Sat Lantas Polres Batu Bara Gencarkan Operasi Patuh Toba 2026, Tindak Pelanggaran dan Edukasi Pengendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Wabup Syafrizal Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Judi Online*

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Wakapolres Batu Bara Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Kunjungi PLTS Longqingxia Tiongkok, Delegasi PKN 69 Formulasikan Rekomendasi Kebijakan Akselerasi Transisi Energi Baru Terbarukan*

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Pasca Operasi Sarang Narkoba, Polda NTB Gandeng Pemkot dan BNNK Bina Warga Karang Bagu

Berita Terbaru