peduli lingkungan babinsa cikasungka serda didih bersama aktivis dan warga bentuk bangker sampah

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 21:26 WIB

4043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang //teropongbarat.com  Di tengah persoalan sampah yang kian kompleks, sebuah aksi sederhana namun berdampak besar justru muncul dari tingkat paling bawah. Bukan dari proyek besar atau kebijakan pusat, melainkan dari gotong royong warga bersama aparat kewilayahan.

Rabu (1/4/2026), suasana berbeda terlihat di Perumahan Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear. Warga bersama Bhabinsa turun langsung membangun bak pembakaran sampah secara swadaya—sebuah langkah nyata yang lahir dari kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah ini bukan sekadar soal fasilitas, tetapi tentang kesadaran kolektif. Ketika masalah tidak kunjung selesai, masyarakat memilih bergerak. Dari sinilah muncul harapan baru: solusi bisa dimulai dari lingkungan terkecil

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan sampah rumah tangga menjadi tantangan yang terus dihadapi banyak wilayah, termasuk Desa Cikasungka. Keterbatasan fasilitas penampungan sementara sering kali membuat sampah menumpuk dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Di RT 03 RW 09 Perumahan Bukit Cikasungka, kondisi ini mendorong warga untuk mencari solusi konkret. Bersama Bhabinsa Desa Cikasungka, Serda Didih S, warga memulai pembangunan bak pembakaran sampah secara mandiri.

Kegiatan ini dilakukan dengan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Tanpa menunggu bantuan besar, warga membawa peralatan, tenaga, dan waktu mereka untuk menciptakan fasilitas yang sangat dibutuhkan.

Serda Didih S menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan kemudahan bagi warga dalam mengelola sampah. Menurutnya, keberadaan bak pembakaran ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sebelum adanya sistem pengangkutan yang lebih optimal.

Temukan lebih banyak “Dengan adanya fasilitas ini, sampah bisa tertampung dengan baik dan tidak berserakan. Ini langkah kecil, tapi penting bagi kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa solusi atas persoalan lingkungan tidak selalu harus datang dari atas. Inisiatif lokal justru sering kali menjadi jawaban yang paling cepat dan efektif.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Kehadiran Bhabinsa bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai penggerak yang ikut terjun langsung dalam kegiatan.

Peran ini menjadi penting dalam membangun kepercayaan dan semangat kebersamaan. Ketika aparat dan warga bekerja bersama, batas antara “pemerintah” dan “masyarakat” menjadi lebih cair.

Rudi, perwakilan warga Perumahan Bukit Cikasungka, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Bhabinsa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran aparat memberikan motivasi tambahan bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Interaksi yang terjadi selama proses gotong royong menciptakan rasa kebersamaan yang semakin kuat.

Lebih dari itu, sinergi ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan perubahan. Ketika semua pihak terlibat, beban menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih terasa.

Dalam konteks yang lebih luas, model seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang menghadapi masalah serupa. Pendekatan kolaboratif terbukti mampu memberikan solusi yang lebih berkelanjutan.

Pembangunan bak pembakaran sampah ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya bisa sangat signifikan. Dengan adanya tempat penampungan sementara, risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan.

Sampah yang sebelumnya berserakan kini memiliki tempat yang lebih terorganisir. Hal ini tidak hanya meningkatkan kebersihan, tetapi juga mengurangi potensi munculnya penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.

Namun, penting untuk dipahami bahwa fasilitas ini hanyalah solusi sementara. Dalam jangka panjang, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.

Meski demikian, langkah ini tetap memiliki nilai penting. Ia menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran dan tindakan kecil.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Harapan pun muncul agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang. Tidak hanya di Cikasungka, tetapi juga di berbagai daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Apa tujuan pembuatan bak pembakaran sampah di Cikasungka? Untuk menyediakan tempat penampungan sementara sampah rumah tangga agar lingkungan tetap bersih dan tertata.

Siapa yang terlibat dalam kegiatan ini? Kegiatan ini melibatkan Bhabinsa Desa Cikasungka, Serda Didih S, bersama warga Perumahan Bukit Cikasungka.

Apakah ini solusi jangka panjang? Tidak. Ini merupakan solusi sementara sambil menunggu sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal.

Apa yang dilakukan warga Perumahan Bukit Cikasungka bersama Bhabinsa bukan sekadar membangun bak pembakaran sampah. Ini adalah simbol dari kepedulian, kebersamaan, dan keberanian untuk bertindak.

Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya teratasi, aksi kecil ini menghadirkan secercah harapan. Bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu—ia bisa dimulai dari sekarang, dari kita sendiri.

Kini pertanyaannya, apakah langkah seperti ini akan menjadi gerakan yang meluas… atau hanya berhenti sebagai cerita inspiratif dari satu lingkungan

Redaksi//

Teropongbarat.com

 red .arif

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:23 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sosialisasi Pencegahan Laka Lantas di Gereja GKPB  

Jumat, 4 September 2026 - 16:31 WIB

Tersangka Pembacokan Anggota Ormas Diduga Dilepas, Ketua GM Pujakesuma Batu Bara Angkat Bicara: Hukum Harus Tegak Lurus

Jumat, 4 September 2026 - 14:19 WIB

Polres Langkat Tangkap Pria 49 Tahun Bersama 100 Butir Ekstasi di Tanjung Pura

Jumat, 4 September 2026 - 14:15 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 14:05 WIB

Respon Laporan Warga,Satresnarkoba Polres Langkat Musnahkan Gubug yang Diduga Tempat Narkoba

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 13:54 WIB

Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

Jumat, 4 September 2026 - 13:49 WIB

*Hadiri Penutupan KKNT FH UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Generasi Muda Produktif*

Berita Terbaru