Berjuang 28 Hari Melawan Luka Bakar Parah, Yudi Setiawan Akhirnya Wafat

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 19:04 WIB

4043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Surabaya// Teropongbarat.com  Duka mendalam menyelimuti besar Yudi Setiawan (43). Setelah berjuang selama 28 hari melawan luka bakar parah yang dideritanya, pria tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah saudaranya, Jalan Sencaki No. 59, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, pada Senin (27/04/2026) pukul 16:30 WIB. Kehilangan ini tentu sangat menyakitkan, mengingat kejadian naas tersebut bermula dari niat baik untuk membantu kerabat. Tragedi ini bermula ketika Yudi diminta oleh kakaknya untuk memperbaiki tabung LPG yang terdengar mendesis atau bocor.

Saat regulator dilepas, asap putih langsung muncul dari dalam tabung. Yudi kemudian mencoba membuka puntung untuk memastikan sumber kebocoran tersebut. Karena diduga tabung yang baru dibeli itu memang rusak, penjual tabung pun diminta datang untuk mengecek kondisi barang.

Anak dari penjual sempat melakukan pengecekan dan berjanji akan memberitahu ayahnya mengenai kondisi tabung tersebut. Namun, sebelum sempat ditindaklanjuti, saat Yudi mengangkat tabung untuk menunjukkan titik kebocoran, ledakan hebat terjadi seketika. Api besar menyambar tubuh Yudi hingga membakar hampir seluruh bagian kulitnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya Yudi, sang keponakan bernama Kenzo Moreno Usu Baihaqi juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Wajah dan seluruh tubuh anak kecil itu terkena percikan api yang panas, menyebabkan luka bakar yang cukup serius.

Hingga saat ini, Kenzo masih menjalani perawatan intensif di RS Asrama Haji Surabaya dan baru saja menjalani operasi yang ketiga. Tim medis menegaskan bahwa tindakan operasi berulang ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi, serta memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat panas api.

Kejadian ini memantik kemarahan warga sekitar. Seorang tetangga menuturkan, ibu korban sempat berusaha menyelamatkan cucunya setelah mencium bau gas yang sangat menyengat.

Dari informasi yang beredar, tabung LPG yang meledak itu diketahui baru dibeli dari tetangga dengan harga yang sangat murah, yaitu hanya Rp18.000 per tabung. Warga menduga kuat bahwa tabung-tabung tersebut bukan produk resmi atau tidak standar, dan diduga berasal dari oknum pekerja yang mengaku mendapatkannya dari Pertamina sebagai pengganti uang makan, yang kemudian dijual kembali.

“Sekarang tabung-tabung itu beredar luas, bahkan dijual oleh tengkulak. Sangat berbahaya karena sering ngowos atau bocor,” ujar salah satu warga dengan nada geram.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengambil langkah hukum lebih lanjut, mengingat keluarga masih fokus pada penanganan medis terhadap korban yang masih bertahan. Namun, kasus ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. Banyak pihak menuntut agar aparat segera menindak tegas peredaran tabung LPG diduga tidak standar yang sangat meresahkan dan membahayakan nyawa.

Tragedi yang menimpa Yudi Setiawan dan Kenzo Moreno menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh masyarakat. Jangan pernah tergiur dengan harga murah untuk membeli LPG dari sumber yang tidak jelas atau tidak resmi. Keselamatan jiwa dan keluarga jauh lebih berharga daripada risiko mengerikan yang ditimbulkan oleh gas abal-abal.

Redaksi//

Teropongbarat.com 

Aziz

Berita Terkait

1 Muharram 1448 H & 1 Suro 2026, : Hijrah Dalam Keseimbangan, Luhur Dalam Budaya
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Teguhkan langkah, satukan semangat demi menggapai masa depan yang gemilang”
ANGGOTA KORAMIL 411-04/TMJ KODIM 0411/KM, DAN BHABINKAMTIBMAS POLSEK TRIMURJO BESERTA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN(PPL) MENGHADIRI UNDANGAN PELUNCURAN PRODUK SHENZI PLUS 400 SC, MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL
Operasi Tes Urin di Titik-titik vital Pintu Masuk Pelabuhan Jamrud, Satreskoba KP3 Amankan 5 Orang Positif Narkoba dan Sita 6 Dus Rokok Ilegal 
Tidak Ada Titik Temu Mediasi Sengketa Tanah Desa Kidal “Jangan Jadikan Kesalahan Administrasi Sebagai Alat Untuk Membatalkan Hak Warga”
Bulan Bung Karno: I Made Cahyana Negara Wariskan Semangat Proklamasi, Tegaskan Pengabdian Tanpa Batas untuk Rakyat Banyuwangi  

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:47 WIB

Innova Tabrak Truk di Tol Medan–Tebing Tinggi, Enam Orang Alami Luka-luka

Senin, 15 Juni 2026 - 16:32 WIB

Polres Sergai Gelar Donor Darah, 93 Kantong Berhasil Dikumpulkan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Teluk Mengkudu Selidiki Perusakan Tiga Makam di Sialang Buah, Terduga Pelaku Diduga ODGJ

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pick Up Terguling di Tol Sergai Akibat Ban Pecah, Tiga Orang Luka Ringan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:07 WIB

Satres Narkoba Sergai Tangkap Pengedar Sabu di Rumahnya

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:45 WIB

Polres Sergai Ringkus Komplotan Pencuri Pick Up, Empat Pelaku Diamankan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:32 WIB

Laka Lantas “Laga Kambing” di Jalinsum Sei Bamban, Pengendara Motor Alami Patah Tulang

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:55 WIB

Polres Sergai Perkuat Sinergi dengan PN Sei Rampah Melalui Kunjungan Silaturahmi

Berita Terbaru