Efisiensi Anggaran Jadi Alibi,TPU Radar Kutabumi Siap Penuh Tanpa Pengganti 

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:35 WIB

4019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

_TANGERANG_//  – Krisis lahan makam mengintip Kelurahan Kutabumi. Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang dinilai lamban dan tidak punya sense of urgency menghadapi TPU Radar di Kp. Pengodokan Kaler RT 06 RW 01, Kutabumi, yang kapasitasnya sudah hampir habis.

Pantauan di lapangan menunjukkan TPU Radar Kutabumi tinggal menyisakan lahan untuk beberapa penguburan saja. Yang mengkhawatirkan, belum ada tanda-tanda persiapan lahan baru di lokasi tersebut.

Sementara itu, Kelurahan Kutabumi dihuni sekitar 36.000 jiwa. Dengan angka kematian yang terjadi setiap hari, habisnya lahan di TPU Radar hanya soal waktu. Jika dinas terkait tidak segera bertindak, warga Kutabumi akan dipaksa mencari makam ke wilayah lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Kabiro Tangerang Raya Yusuf turut menyoroti hal tersebut.

“Sebagai pengelola resmi TPU, Dinas Perumahan,Pemukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang (DPPP) punya tanggung jawab penuh atas perencanaan dan penyediaan lahan makam. Tugas kelurahan dan kecamatan hanya sebatas administrasi. Tapi faktanya, perencanaan jangka panjang itu tidak terlihat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini bukan hal baru. Kekurangan lahan makam di wilayah padat penduduk sudah berulang terjadi di Tangerang. Minimnya skenario antisipasi dan komunikasi terbuka ke publik membuat warga dibiarkan cemas tanpa kepastian.

Jawaban Dinas : Terkendala Efisiensi Anggaran_

Konfirmasi ke Dinas Perumahan , Pemukiman,dan Pemakaman juga telah dilakukan melalui WhatsApp. Menjawab konfirmasi redaksi, Dinas menyatakan telah meninjau langsung lokasi dan mengakui kendala anggaran.

“Untuk saat ini kami masih terbentur dengan ketersediaan anggaran untuk pembelian lahan TPU. Anggaran kami pun terkena dampak efisiensi anggaran,” ujar Dinas Perkim via WhatsApp pada 26 Mei 2026.

Sebagai solusi sementara, warga diimbau menggunakan TPU terdekat milik Pemkab Tangerang.

“Kami telah menghimbau agar warga dapat menggunakan lahan peruntukan TPU terdekat, seperti Mekar Sari Rajeg dan Ranca Bango di kecamatan tetangga,” tulis Dinas Perkim.

Dinas juga menyatakan akan terus mengupayakan pengadaan perluasan lahan secepatnya.

_Tanggung Jawab Tetap Ada_

Meski ada kendala anggaran, publik menilai Dinas terlambat mengkomunikasikan situasi ini. Tidak adanya skenario antisipasi sejak awal memperkuat kesan abai terhadap kebutuhan dasar warga.

Pemerintah daerah sering bicara soal pelayanan publik. Tapi jika pelayanan dasar seperti tempat pemakaman saja tidak siap, wajar jika kepercayaan publik runtuh.

*Desakan ke DPRD Komisi 3: Panggil DPPP dan Kawal Anggaran*

Warga Kelurahan Kutabumi mendesak DPRD Kabupaten Tangerang Komisi 3 yang membidangi perumahan, permukiman, dan pemakaman segera memanggil Dinas Perkim untuk rapat dengar pendapat.

“Komisi 3 punya fungsi pengawasan anggaran dan pelayanan dasar. Kami minta mereka cek langsung kenapa perencanaan TPU tidak masuk prioritas APBD, dan pastikan ada solusi cepat sebelum TPU Radar benar-benar penuh,” kata salah satu perwakilan warga RT 06 RW 01.

Menurut warga, Komisi 3 juga perlu mendorong alokasi anggaran khusus pengadaan lahan TPU dalam Perubahan APBD 2026 dan memastikan ada skenario jangka panjang untuk 36.000 warga Kutabumi. Jika tidak, DPRD diminta menggunakan hak interpelasi dan angket untuk mengusut kelambanan ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari Ketua DPRD Komisi 3 Kabupaten Tangerang terkait desakan warga tersebut.

Redaksi//

Teropongbarat.com 

YL

Berita Terkait

Retribusi Dibayar, Pelayanan Dinilai Belum Maksimal
Tingkatkan Kebersamaan Melalui Berbagi Kasih, Satgas Yonif 521/DY Bagikan Pakaian Layak Pakai kepada Warga Distrik Benawa
Warga Kutabumi Dan Kutabaru Melakukan Pemotongan Hewan Qurban. 
Diduga Marak Operasi Ilegal Jenis CPO Ilegal,Tambang Ilegal dan BBM Ilegal di Tebingtinggi 
DPD IWO Indonesia Kota Serang Tegaskan Eksistensi Pers sebagai Pilar Kontrol Sosial dan Mitra Strategis Pembangunan
“Selamat Hari Raya Kurban 1447 H / 2026 M. Mari sucikan hati, kuatkan iman, dan tebarkan manfaat untuk sesama.”
Damkar Pasar Kemis Ajarkan Siswa TK Kenali Bahaya Kebakaran dan Bencana
Diduga Skandal Perselingkuhan, Oknum Perangkat Desa Plaosan Kabur Saat Didatangi LSM dan Awak Media  

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:42 WIB

Polres Bantaeng Berikan Pelayanan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa PB HPMB Raya

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Tahun Kelima, Baja Lestari Group Kembali menyembelih Hewan Kurban di Momentum Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:42 WIB

Momentum di Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Bantaeng Sembelih 7 Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:19 WIB

Apel Persiapan Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 H, 269 Personel Gabungan Disiagakan

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:41 WIB

Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polres Bantaeng dan BRI Branch Office Bantaeng Sosialisasi KUR

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:06 WIB

Bupati Bantaeng Salurkan Bantuan Beras dan Minyak di Kecamatan Bissappu

Senin, 25 Mei 2026 - 18:17 WIB

Sukseskan Swasembada Pangan Nasional, Polres Bantaeng Jalin Kerjasama Dengan BRI Cabang Bantaeng

Senin, 25 Mei 2026 - 02:11 WIB

Tak Kenal Lelah, Camat Bissappu Lakukan Pemantauan Sejak Pagi Hingga Malam Hari di Wilayahnya

Berita Terbaru