STABAT,Teropong Barat.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langkat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (18/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk respons mahasiswa terhadap berbagai persoalan strategis yang memengaruhi hajat hidup masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam aksinya, massa HMI menyuarakan tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga isu kebebasan berpendapat. Pantauan di lapangan, aksi berlangsung damai dan tertib dengan para kader secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan masyarakat pengguna jalan.
Massa aksi menyoroti beban ekonomi masyarakat yang dinilai kian berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Mereka mendesak pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil harus dievaluasi secara berkala guna memastikan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
Khusus mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), HMI Cabang Langkat menegaskan perlunya pengawasan ketat hingga ke tingkat daerah. Menurut mereka, program tersebut harus dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
*Tujuh Tuntutan HMI Cabang Langkat*
Menutup aksi tersebut, HMI Cabang Langkat menyampaikan tujuh tuntutan resmi kepada pemerintah:
1. Mendesak penghentian pemborosan APBN dan mengutamakan penggunaan anggaran yang efektif serta berpihak pada kebutuhan rakyat.
2. Menuntut langkah konkret pemerintah dalam menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Mendesak pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
4. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program MBG agar tepat sasaran, transparan, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
5. Menolak segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan tindakan represif terhadap aktivis, mahasiswa, jurnalis, serta masyarakat sipil.
6. Mendesak pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi kemajuan bangsa.
7. Mendorong pemerintah untuk lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi publik.
Ketua Umum HMI Cabang Langkat, M. Alfi Syahrin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan perwujudan peran mahasiswa sebagai *agent of change* dan kontrol sosial. Ia menegaskan bahwa mahasiswa wajib hadir di tengah masyarakat untuk menyuarakan aspirasi yang sering kali luput dari perhatian pengambil kebijakan.
“Kami turun ke jalan untuk menyampaikan suara yang sulit didengar.
Kami memberikan peringatan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran agar tidak diam ketika rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, serta ketika program pemerintah masih menyisakan persoalan di lapangan. HMI Cabang Langkat akan terus mengawal dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Alfi.
(Redaksi)


















































