BANTAENG, Teropong Barat.com, – Seiring pesatnya kampanye digitalisasi di bidang pendidikan, SMP Negeri 1 Bissappu di bawah kepemimpinan Mappasabbi, S.Ag., M.A., resmi meninggalkan sistem presensi manual.
Sekolah ini kini menerapkan sistem berbasis digital guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja para guru serta pegawai di lingkungan Kabupaten Bantaeng.
Langkah maju ini ditandai dengan peluncuran aplikasi inovatif bernama “ADAMAKI SPENBIS”. Nama tersebut merupakan akronim dari Absen Digital Aplikasi Mandiri Kinerja Internal SMP Negeri 1 Bissappu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran aplikasi mandiri ini dirancang khusus untuk menggantikan sistem antrean paraf manual yang selama ini dinilai kurang produktif.

Kepala SMP Negeri 1 Bissappu, Mappasabbi, mengungkapkan bahwa aplikasi ini lahir sebagai solusi atas kendala waktu yang sering dihadapi sekolah.
Proses absensi lama yang mengharuskan guru antre di pagi hari menyita banyak waktu berharga yang seharusnya bisa dialokasikan untuk siswa.
“Melalui Aplikasi ADAMAKI SPENBIS, efisiensi kerja meningkat tajam.
Di pagi hari, guru dan pegawai tidak perlu lagi mengantre panjang untuk memaraf lembar absensi. Mereka cukup membuka smartphone Android masing-masing untuk mencatat kehadiran,” ujar Mappasabbi.
Beliau menambahkan bahwa waktu yang sebelumnya terbuang untuk mengantre kini bisa langsung dialihkan untuk persiapan mengajar dan optimalisasi pelayanan terhadap siswa.
Melalui sistem digital mandiri ini, setiap Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dapat mengakses aplikasi langsung dari perangkat mereka.

Data kehadiran akan terekam secara otomatis dan terintegrasi, sehingga kepala sekolah dapat memantau kedisiplinan pegawai secara real-time.
Pihak sekolah optimistis inovasi ini akan memperkuat budaya disiplin dan manajemen waktu di lingkungan kerja.Inovasi penunjang manajemen pendidikan ini sebenarnya telah melewati masa uji coba sejak tahun 2024, sebelum akhirnya diterapkan secara efektif dan menyeluruh pada tahun 2025.
Penerapan ADAMAKI SPENBIS pun mendapat sambutan hangat dari 60 guru dan pegawai yang bertugas di SMPN 1 Bissappu. Mereka mengaku sangat terbantu karena sistem ini memangkas beban antrean di awal jam kerja dan membuat manajemen waktu mereka menjadi jauh lebih hemat serta teratur. (Rehan)














































