Panen Tertunda, Petani Garam di Sampang Resah Dampak Polemik Air Garam Menjadi Pemicu Kecelakaan

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 16:22 WIB

40726 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang _ Teropongbarat.co,- Kejadian kecelakaan pengguna jalan yang diduga pemicunya tumpahan air garam di Jalan Raya Jalur Nasional Madura, menjadi Polemik sampai sekarang yang membuat sebagian petani garam di Kabupaten Sampang, Madura resah.

Akibat dari hal tersebut proses panen garam harus tertunda, serta menyebabkan pengiriman garam ke luar Madura terhambat mengingat tempat penyimpanan saat ini over load.

“Sebagian sopir truck yang biasanya mengantar tidak berani mengirim karena kondisi seperti ini,” kata salah satu petani garam asal Kecamatan Pangarengan, Sampang yang enggan disebutkan namanya, Kamis (12/10/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas kondisi tersebut, dirinya hanya bisa berharap solusi dari pemerintah daerah agar pengiriman garam ke luar Madura kembali normal.

Di tempat lain Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Sampang, Hery Budiyono menjelaskan, pengiriman garam tidak akan meneteskan air ke jalan raya asalkan mengangkut garam yang sudah kering.

“Termasuk truck harus dilapisi dengan plastik ataupun terpal agar tidak ada air garam yang menetes,” terangnya.

Sementara sejauh ini, berdasarkan pantauannya truk pengangkut yang air garamnya berceceran di jalan nasional, bukan truk dari Kabupaten Sampang.

“Kami telah membahas hal ini bersama dengan Polres Sampang serta sejumlah pengusaha garam di Sampang, jadi untuk antisipasi ke depan kami akan memeriksa dan melakukan uji kir kelayakan kendaraan,” pungkasnya.(AR Red).

Berita Terkait

Polres Bantaeng Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Kedisiplinan dan Profesional
Babinsa Bonto Lebang Laksanakan Pendampingan Hanpangan di Lahan Persawahan Warga
Protes Pemberitaan Surya Paloh ,Masa KOMBAT Sumut Gelar Aksi Pembakaran Majalah Tempo di Medan
Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana, BRI BO Bantaeng Kolaborasi dengan BPBD Bantaeng Gelar Sosialisasi dan Simulasi
H.Syah Afandin Tepung Tawari 398 Jemaah Calon Haji Langkat,Pesan Jaga Kesehatan dan Keihklasan
Pendampingan Babinsa Jadi Penyemangat Petani Padi di Desa Bonto Majannang
Selama Dua Hari, Personil Polres Bantaeng Ikuti Test Kesamaptaan Jasmani Berkala Semester I Tahun 2026
Hidup Sehat Sejak Dini, PT Socfindo Kebun Lae Butar Gelar Edukasi Sanitasi bagi Siswa PAUD

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:34 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut

Kamis, 16 April 2026 - 18:21 WIB

PENJEMPUTAN TAMU RAKER YAYASAN J.B. SITANALA.

Kamis, 16 April 2026 - 18:18 WIB

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 April 2026 - 16:37 WIB

Diduga PTSL 2024-2025 Desa mangliawan Jadi Ajang Pungli

Kamis, 16 April 2026 - 16:31 WIB

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Madura Asli Sedarah resmi mencabut Surat Keputusan (SK)

Kamis, 16 April 2026 - 15:09 WIB

Polresta Denpasar Amankan Aksi Damai Forkom SSB, Ratusan Truk Sampah Bergerak Tertib

Kamis, 16 April 2026 - 09:35 WIB

CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 2026

Kamis, 16 April 2026 - 05:43 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

Berita Terbaru