Listrik Blangkejeren Mati Hidup Tak Menentu, PLN Pusat Jangan Tutup Mata! Kinerja Jajaran Bawah Wajib Dievaluasi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 15:33 WIB

4046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN, 4 November 2026 — Pelayanan kelistrikan di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, kembali menuai keluhan masyarakat. Pasokan listrik yang kerap mati hidup dan tidak stabil memunculkan pertanyaan serius terhadap kualitas pelayanan serta kinerja jajaran PT PLN yang bertanggung jawab atas wilayah tersebut.

Kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa. Ketidakstabilan pasokan listrik telah membuat masyarakat resah karena aktivitas rumah tangga maupun pekerjaan sehari-hari ikut terganggu. Bahkan, warga khawatir kondisi listrik yang berulang kali padam dan menyala dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik, seperti televisi, kulkas, komputer, mesin pompa air, dan perangkat elektronik lainnya.

Nurdin, salah seorang warga Blangkejeren, mengeluhkan kondisi kelistrikan yang dinilai belum memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pasokan listrik yang stabil, bukan kondisi mati hidup yang terus menimbulkan keresahan dan kekhawatiran terhadap kerusakan barang elektronik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan ini sekaligus memunculkan desakan agar manajemen PLN di tingkat pusat tidak hanya menerima laporan administratif dari jajaran daerah, tetapi turun melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bawahannya yang bertanggung jawab atas pelayanan kelistrikan di Blangkejeren.

PLN pusat diminta mengevaluasi kinerja pimpinan unit pelayanan, jajaran teknis, hingga petugas operasional yang menangani jaringan distribusi listrik di wilayah Gayo Lues. Evaluasi harus menyentuh persoalan nyata di lapangan, termasuk kualitas pemeliharaan jaringan, kesiapan peralatan, penanganan gangguan, serta kemampuan jajaran terkait menjaga kestabilan pasokan listrik.

Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang, sementara masyarakat hanya menjadi pihak yang menanggung dampak buruk dari pelayanan yang tidak stabil. Jabatan dan tanggung jawab dalam struktur organisasi PLN seharusnya sejalan dengan hasil kerja yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.

Undang-Undang Nomor tiga puluh Tahun dua ribu sembilan tentang Ketenagalistrikan dan ketentuan mengenai tingkat mutu pelayanan tenaga listrik menjadi landasan penting bahwa pelayanan kepada konsumen harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Regulasi tersebut tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas, tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Masyarakat juga mempertanyakan bagaimana pengawasan internal PLN terhadap kinerja jajaran di daerah dilakukan. Jika gangguan listrik terus terjadi, sudah sepatutnya manajemen melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah persoalan tersebut disebabkan faktor teknis, lemahnya pemeliharaan, keterbatasan infrastruktur, atau persoalan manajemen operasional.

PLN pusat jangan menutup mata terhadap keluhan pelanggan di daerah. Masyarakat Blangkejeren memiliki hak yang sama untuk menikmati pelayanan listrik yang stabil, aman, dan layak sebagaimana pelanggan di wilayah lainnya.

Jangan hanya menuntut pelanggan membayar tagihan tepat waktu, tetapi kualitas pelayanan justru dibiarkan menjadi persoalan berulang. Evaluasi kinerja harus dilakukan secara objektif, transparan, dan disertai langkah perbaikan yang terukur.

Kini masyarakat menunggu tindakan nyata manajemen PLN. Persoalan listrik mati hidup di Blangkejeren harus segera ditangani, bukan dibiarkan menjadi keluhan berkepanjangan. PLN pusat perlu memastikan setiap jajaran di bawahnya benar-benar menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. (*)

Berita Terkait

Penertiban di Blangkejeren Berujung Protes, Pedagang Buah Rugi Besar Setelah Janji Relokasi 5 Hari Tak Ditepati
Sekolah Terbaik Bukan Sekadar Predikat, Kualitas Guru Harus Dibuktikan
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
18 Kepala Keluarga di Desa Telege Jernih Gayo Lues Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat, Petugas Damkar Terluka Setelah Terjatuh dari Atas Mobil Pemadam
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD
Anggota DPRK Gayo Lues Ibnu Hasyim Sampaikan Penanganan Sungai Teripe dari Jembatan Aih Bobo hingga Teripe Jaya Masih Memerlukan Perhatian Lebih Lanjut
Sudah Akhir Tahun Bibit Tak Kunjung Tiba, Anggota DPRK Abdussalam Soroti GERETEK Empat Juta Bibit Kopi di Gayo Lues yang Besar di Janji Kosong di Lapangan
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga di Gayo Lues, Banjir Putuskan Jembatan Gantung Desa Pasir dan Jenazah Jadi Korban Kelambanan Penanganan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:44 WIB

Babinsa Bonto Lojong Turun Langsung Bantu Warga, Perkuat Gotong Royong Pembangunan Jembatan Beton

Rabu, 4 November 2026 - 08:02 WIB

KPK Zona Bantaeng Sambangi Rujab Bupati, Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-31 untuk Bupati Bantaeng

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WIB

Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polres Bantaeng Ajak Pelajar Untuk Tertib Berlalu Lintas

Senin, 2 November 2026 - 15:45 WIB

Kodim 1410/Bantaeng Gelar Penyuluhan P4GN Dan Tes Urine, Perkuat Komitmen Prajurit Bebas Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 20:35 WIB

Tim Resmob Bantaeng Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kabel Lampu Jalan

Minggu, 1 November 2026 - 13:52 WIB

TNI Hadir Untuk Rakyat, Babinsa Pattallassang Terlibat Langsung Dalam Pembangunan Jembatan Beton Perintis Garuda

Minggu, 1 November 2026 - 12:52 WIB

Minggu Kasih Polres Bantaeng di Gereja GPdi EFRATA, Ajak Jemaat Perkuat Kerukunan dan Jaga Kamtibmas

Minggu, 1 November 2026 - 12:48 WIB

Patroli Hunting Tim URC Resmob Bantaeng Perkecil Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Curas, Curat dan Curanmor

Berita Terbaru