Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kontribusi nyata bagi bangsa melalui Musyawarah Nasional (Munas) X yang akan digelar pada 7–9 April 2026

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 21:23 WIB

4048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // Teropongbarat.com Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa Munas X bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan LDII dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam kerangka Asta Cita.“LDII harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Munas X ini kami arahkan untuk menghasilkan program yang sejalan dengan Asta Cita—mulai dari penguatan SDM unggul, ketahanan sosial, hingga kontribusi dalam menjaga kerukunan dan stabilitas nasional,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah dinamika global dan tantangan pembangunan nasional, organisasi kemasyarakatan seperti LDII dituntut lebih adaptif, solutif, dan proaktif dalam mendukung agenda besar bangsa, termasuk pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi umat, serta peningkatan kualitas moral dan spiritual masyarakat.KH Chriswanto juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LDII—mulai dari DPW, DPD, hingga PC dan PAC—untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana strategis menyerap aspirasi publik.

“Silaturahim Idul Fitri jangan hanya menjadi tradisi, tetapi harus dimaknai sebagai forum komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, alim ulama, dan berbagai stakeholder. Aspirasi dari bawah ini akan menjadi bahan utama dalam Munas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa pendekatan bottom-up sangat penting agar kebijakan organisasi benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Lebih lanjut, LDII ingin memperkuat peran dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Hal ini selaras dengan Asta Cita yang menempatkan stabilitas nasional dan persatuan sebagai fondasi utama pembangunan.

“Munas X harus menghasilkan langkah konkret yang memperkuat sinergi antara ormas, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa. LDII siap menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya, menegaskan bahwa jajaran di daerah siap mengawal implementasi hasil Munas secara konkret.

“Kami di daerah, khususnya Jakarta Utara, siap menjalankan arahan Munas dengan fokus pada program yang langsung dirasakan masyarakat—mulai dari penguatan karakter generasi muda, peningkatan dakwah yang menyejukkan, hingga kontribusi dalam program sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Idul Fitri telah dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus LDII untuk mempererat hubungan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Silaturahim ini bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata. Aspirasi yang kami serap akan kami bawa ke Munas sebagai suara dari akar rumput,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang lebih tajam, berbasis aspirasi, dan selaras dengan Asta Cita, Munas X diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga meningkatkan kontribusi LDII dalam mewujudkan Indonesia yang harmonis, maju, dan berdaya saing.

“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif terhadap zaman dan kebutuhan bangsa. Munas X adalah langkah penting menuju ke sana,” pungkas KH Chriswanto.

Redaksi//

Teropongbarat.com 

(Redho)

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:23 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sosialisasi Pencegahan Laka Lantas di Gereja GKPB  

Jumat, 4 September 2026 - 16:31 WIB

Tersangka Pembacokan Anggota Ormas Diduga Dilepas, Ketua GM Pujakesuma Batu Bara Angkat Bicara: Hukum Harus Tegak Lurus

Jumat, 4 September 2026 - 14:19 WIB

Polres Langkat Tangkap Pria 49 Tahun Bersama 100 Butir Ekstasi di Tanjung Pura

Jumat, 4 September 2026 - 14:15 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 14:05 WIB

Respon Laporan Warga,Satresnarkoba Polres Langkat Musnahkan Gubug yang Diduga Tempat Narkoba

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 13:54 WIB

Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

Jumat, 4 September 2026 - 13:49 WIB

*Hadiri Penutupan KKNT FH UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Generasi Muda Produktif*

Berita Terbaru