Batubara – Dalam rangka menghadapi musim hujan serta mengantisipasi potensi genangan air dan banjir, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan drainase bersama Kepala Desa Pahang beserta jajaran, Jumat(30/10). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga kelancaran saluran air di sekitar lingkungan Lapas dan permukiman masyarakat.
Kegiatan kerja bakti diawali dengan pembersihan parit yang berada tepat di depan Lapas Labuhan Ruku. Petugas bersama Kepala Desa Pahang dan jajaran bergotong royong membersihkan sampah, rumput liar, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air pada saluran drainase.
Pembersihan kemudian dilanjutkan hingga area parit yang berada di dekat perumahan warga. Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik, terutama ketika intensitas curah hujan meningkat.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Labuhan Ruku menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan internal, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar. Sinergi bersama pemerintah desa menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Kerja bakti ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan antara jajaran Lapas Labuhan Ruku dengan Pemerintah Desa Pahang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan baik serta meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan permukiman.
Selain sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pihak akan pentingnya menjaga kebersihan drainase secara berkelanjutan. Dengan saluran air yang bersih dan tidak tersumbat, risiko terjadinya genangan air akibat hujan dapat diminimalkan.
Lapas Labuhan Ruku berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui semangat gotong royong, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman serta terhindar dari potensi banjir pada musim penghujan.


















































