Partai Perjuangan Aceh Buka Peluang Emas di Bisnis Teripang, Dorong Kesejahteraan Nelayan Aceh

TB

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 21:16 WIB

40144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Marniati, M.Kes, Partai Perjuangan Aceh (PPA) terus memperkuat perannya dalam membangun ekonomi masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan nelayan. Salah satu terobosan PPA saat ini adalah pengembangan bisnis teripang yang menjanjikan, khususnya di wilayah Pulau Banyak, Aceh Singkil, dan Kabupaten Simeulue.

Melalui skema kemitraan langsung, PPA membeli hasil tangkapan teripang dari nelayan dengan harga tinggi. Untuk teripang ukuran besar, PPA menawarkan harga beli antara Rp80.000 hingga Rp100.000 per ekor, sementara untuk ukuran kecil, harganya berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp20.000. Dengan penawaran ini, PPA menjadi salah satu pembeli dengan harga tertinggi di pasar lokal.

Prof. Marniati mengungkapkan bahwa target bulanan mereka adalah 10 ton teripang untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama ke Tiongkok. Namun, saat ini pasokan baru mencapai 4 ton per bulan. PPA pun terus memperluas jaringan nelayan binaan untuk memenuhi kuota ekspor tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PPA sudah menyiapkan gudang penyimpanan dan fasilitas pengemasan berstandar ekspor untuk mendukung pengiriman. Ini bukan sekadar proyek bisnis, tapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan nelayan,” kata Prof. Marniati kepada media Meugah.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan, PPA berkomitmen menyalurkan hasil usaha ini ke berbagai program sosial. Di antaranya adalah pemberian beasiswa, bantuan renovasi rumah nelayan, dan santunan bagi anak yatim. “Kami ingin ekonomi tumbuh, tapi juga membawa manfaat langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Prof. Marniati mengajak para nelayan untuk lebih serius mengembangkan potensi teripang, karena sektor ini memiliki efek berantai yang besar—dari petani laut hingga pedagang kecil.

“PPA akan menampung semua hasil tangkapan teripang tanpa batas. Kami hadir bukan hanya sebagai partai politik, tapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal,” tegasnya.

Melalui inisiatif ini, PPA menjadi pelopor dalam membangun ekonomi mandiri berbasis potensi kelautan lokal. Upaya ini juga menjadi bagian dari visi besar PPA dalam mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Aceh, mulai dari pesisir hingga pedalaman.

Berita Terkait

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Digelar 1–15 Maret, Libatkan 9 Pemateri Lintas Daerah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:55 WIB

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Berita Terbaru