Biro Investigasi Nasional : Tri juliadi Sumatera utara- proyek pembangunan pintu klep Dari Balai Wilayah Sungai II ( dua ) provinsi Sumatera Utara diduga menjadi Ajang korupsi yang masif dan ter struktur. Pasalnya proyek yang Baru siap di Bangun Beberapa Bulan yang lalu di Beberapa saluran irigasi dibeberapa desa seperti desa Tebing tinggi,desa pematang cermai dan desa Pematang terang Tampak Retak hal tersebut menjadi sorotan serius Bagi elemen masyarakat,lembaga serta media
Proyek pintu Klep Dari BWS II ( dua ) provinsi Sumatera Utara tersebut yang seharusnya Menjadi Harapan Petani yang jadi penopang swasembada pangan nasional justru Menjadi Harapan yang mengkwatir kan Bagi para petani di kecamatan Tanjung Beringin tersebut pasal nya di beberapa Titik pintu klep yang Retak dan di kwatirkan Roboh.
Ungkap Salah satu perwakilan petani jumat 16 januari 2026 “SM” kami sangat sesal kan terhadap Pembanguna pintu klep tersebut,awalnya kami bersyukur atas pembangunan pintu klep itu karena pintu klep ini kami bisa mengatur volume air di persawahan kami.
Tapi ini justru malah sebaliknya proyek irigasi pintu klep ini selesai justru kami sangat kwatir di sebabkan tampak jelas beton panahan pintu klep tersebut Retak dan bisa Roboh disaat hujan deras volume air meningkat.
Hal ini malah dapat menyebabkan Banjir di areal persawahan kami dan dapat menyebabkan gagal panen, ungkap perwakilan petani atas kekesalanya terhadap proyek irigasi pintu klep BWS II (dua ) tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Riwanto sebagai penggiat Anti korupsi di provinsi sumatera utara Ketika Melakukan investigasi pada hari yang sama,Menegaskan ” Ada 102 Titik pintu klep Dari keseluruhan di kecamatan Tanjung Beringin tersebut,namun sangat kita sesal kan anggaran sekitar Rp.10 miliar lebih tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya Salah satu nya Seperti
– Bangunan beton Retak memanjang
– kondisi fisik bangunan diduga terlihat rapuh dan tidak padat
– Agregat Batu Besar tampak terbuka dan tidak di plaster
– tidak mencerminkan anggaran dari Negara
Padahal pintu klep ini adalah infrastruktur vital, bernilai strategi yang tinggi untuk menopang Ketahanan pangan nasional Indonesia kedepan, Kenapa justru Program peningkatan pangan Indonesia yang di gelontor kan Dana Begitu Besar Dari APBN pemerintah pusat yang dikelola oleh Pihak BWS II ( dua ) provinsi Sumatera Utara Justru diduga menjadi Ajang korupsi yang masif dan ter struktur.
Ungkap nya lagi ” Dan paling Aneh nya lagi ada kepala desa di daerah kecamatan tanjung Beringin tersebut malah tidak mengetahui adanya pembangunan pintu klep tersebut didesanya Baik itu Ketua P3A atau GP3A tidak ada yang Mengajukan proposal untuk pembangunan pintu klep tersebut.
Sambung Riwanto, Kami Menduga ada pelanggaran Berat yang diduga dilakukan pihak Rekanan yang menjadi pemenang Tender proyek irigasi pintu klep Dari BWS II ( 2 ) tersebut mulai dari peraturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,undang undang jasa konstruksi yang mengarah kepada undang undang tindak pidana korupsi, Dalam waktu dekat ini kita akan laporkan dugaan korupsi pembangunan pintu klep tersebut yang kita duga ada sekitar 102 unit dengan nilai mencapai Rp.10 miliar lebih di kejaksaan Agung atau mungkin kejaksaan tinggi sumatera utara.
Hingga Berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Rekanan yang mengerjakan proyek irigasi pintu klep bahkan dari Pihak BWS II ( 2 ) provinsi Sumatera Utara.
Redaksi//
Teropongbarat.com
(Investigasi)
















































