*SPBU Dikuasai Pelangsir, Warga Sungai Penuh-Kerinci Menjerit: HMI Nilai Pemerintah dan APH Tutup Mata*

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:31 WIB

4088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Jambi, kini tengah menghadapi krisis akses terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Krisis ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan diduga kuat akibat maraknya praktik penyelewengan oleh para pelangsir yang menguasai hampir seluruh SPBU di wilayah tersebut. Ironisnya, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) justru dinilai abai, bahkan terkesan membiarkan praktik ilegal ini berlangsung tanpa tindakan tegas.

Dugaan keterlibatan SPBU dalam praktik pelangsingan BBM diungkap langsung oleh Gufron, salah satu pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah. Dalam pernyataan kritisnya pada Jumat (11/7/2025), Gufron menduga sejumlah SPBU di Sungai Penuh dan Kerinci sengaja memprioritaskan pelangsir ketimbang masyarakat umum dan sopir angkutan.

Dan mirisnya di sepanjang jalan SPBU Pelayang Raya dan SPBU Kumun Debai selalu kita melihat Truck-Truck Ber antrian berhari-hari hanya untuk mendapatkan BBM jenis Bio Solar, kalau ini terus di biarkan imbasnya ke supir-supir karena menunggu antrean sampai berhari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal masyarakat sudah antre sejak subuh, tapi ketika giliran, BBM sudah habis. Anehnya, pelangsir selalu dilayani lebih dulu, bahkan bisa bolak-balik mengisi,” kata Gufron geram.

Menurutnya, para pelangsir telah beroperasi lama dengan berbagai modus: menggunakan mobil pribadi, sepeda motor modifikasi, bahkan jerigen yang dibawa terang-terangan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai narasumber menyebutkan bahwa sejumlah SPBU seperti SPBU Sungai Liuk, Kumun, Pelayang Raya, dan Siulak terindikasi kuat berperan dalam praktik ini. Aktivitas mencurigakan bahkan kerap terjadi di malam hari, ketika pengisian BBM menggunakan jerigen dilakukan diam-diam, memanfaatkan lemahnya pengawasan.

“Kalau mau tangkap pelangsir, sangat mudah. Ciri-cirinya jelas: datang setiap hari, bawa jerigen, dan mobilnya itu-itu saja. Tapi anehnya, tidak pernah tersentuh hukum,” tegas Gufron.

Tak hanya menyebabkan antrean panjang dan kemacetan parah di sekitar SPBU, aktivitas pelangsir juga berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Banyak warga yang harus menunda aktivitas usaha atau bahkan tidak bisa bekerja karena sulit mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami tidak menolak subsidi, tapi ini bukan subsidi untuk rakyat, melainkan untuk pelangsir. Pemerintah dan aparat harus turun tangan sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujar Gufron.

HMI Kerinci-Sungai Penuh mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh SPBU yang terindikasi menyelewengkan BBM subsidi. Mereka juga menuntut keterlibatan Pertamina dalam mengawasi distribusi di lapangan.

“Selama ini pelangsir seperti dilindungi. Tidak ada penertiban, tidak ada tindakan. Apakah pemerintah daerah dan aparat hukum sengaja menutup mata?”sindir Gufron.

Masalah pelangsir BBM subsidi bukan hal baru di Kerinci-Sungai Penuh, namun jika terus dibiarkan, ini bukan sekadar pelanggaran administratif melainkan skandal yang mengakar dan merugikan negara serta rakyat.

HMI menyatakan akan terus memantau dan memantau pemerintah serta APH agar bertindak membela hak Masyarakat yang di rampas atas BBM Subsidi. (glg)

Berita Terkait

Sat Reskrim Polres Simalungun Rilis Pengungkapan 43 Kasus 3C, 69 Tersangka Diamankan
Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan
Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan
Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum
Lirik Investor Korea Selatan, Pemerintah Kabupaten Langkat Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Pangkalan Susu
Pemkab Langkat Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026,Wabup Tiorita: Berikan Data Akurat
Syah Afandin Apresiasi Penyaluran ZIS BAZNAS Langkat Rp224 Juta,Siapkan Zakat Pribadi Rp50 Juta
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:54 WIB

1 Muharram 1448 H & 1 Suro 2026, : Hijrah Dalam Keseimbangan, Luhur Dalam Budaya

Senin, 15 Juni 2026 - 06:22 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:07 WIB

Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:59 WIB

Teguhkan langkah, satukan semangat demi menggapai masa depan yang gemilang”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:28 WIB

ANGGOTA KORAMIL 411-04/TMJ KODIM 0411/KM, DAN BHABINKAMTIBMAS POLSEK TRIMURJO BESERTA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN(PPL) MENGHADIRI UNDANGAN PELUNCURAN PRODUK SHENZI PLUS 400 SC, MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:22 WIB

Operasi Tes Urin di Titik-titik vital Pintu Masuk Pelabuhan Jamrud, Satreskoba KP3 Amankan 5 Orang Positif Narkoba dan Sita 6 Dus Rokok Ilegal 

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:40 WIB

Tidak Ada Titik Temu Mediasi Sengketa Tanah Desa Kidal “Jangan Jadikan Kesalahan Administrasi Sebagai Alat Untuk Membatalkan Hak Warga”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:35 WIB

Bulan Bung Karno: I Made Cahyana Negara Wariskan Semangat Proklamasi, Tegaskan Pengabdian Tanpa Batas untuk Rakyat Banyuwangi  

Berita Terbaru