Tak Ada Ampun! KAKI Jatim Minta KPK Hancurkan Mafia Rokok Ilegal, Rekening Langsung Bekukan

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Minggu, 5 April 2026 - 04:59 WIB

4035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA // Teropongbarat.com Ketua DPW Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh Hosen, melontarkan pernyataan keras terhadap maraknya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari praktik cukai rokok ilegal di Jawa Timur. Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertindak tegas tanpa kompromi.

Menurut Hosen, pengusutan kasus yang menyeret nama Haji Her harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan besar yang selama ini diduga bermain di balik bisnis rokok ilegal.

“KPK tidak boleh ragu. Ini bukan kasus kecil. Ini mafia besar. Harus disikat habis, jangan ada ampun bagi pelaku TPPU rokok ilegal,” tegas Moh Hosen, Minggu (5/2/2026)Ia menilai, praktik rokok ilegal yang berujung pada pencucian uang telah merugikan negara dalam jumlah besar dan merusak sistem ekonomi yang sehat. Karena itu, penanganannya tidak boleh setengah hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sudah masuk kategori kejahatan luar biasa. Ada upaya menyamarkan uang hasil kejahatan. Kalau tidak dibongkar total, jaringan ini akan terus hidup,” ujarnya.

Hosen juga mendesak KPK untuk menelusuri seluruh aliran dana, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang ikut menikmati hasil dari praktik ilegal tersebut.

“Jangan berhenti pada satu orang. Telusuri semua aliran uangnya. Siapa yang menerima, siapa yang bermain di belakang, semua harus dibuka ke publik,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus berani menghadapi tekanan dalam menangani kasus besar seperti ini. Menurutnya, mafia rokok ilegal kerap memiliki jaringan kuat yang bisa memengaruhi proses hukum.

“Kami ingatkan, jangan sampai hukum kalah oleh kekuatan uang. Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik akan runtuh,” ucapnya.

Hosen turut menyoroti temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan pencucian uang signifikan dalam periode 2025–2026. Ia meminta agar temuan tersebut dijadikan dasar untuk memperluas penyelidikan.

“Data dari PPATK itu jelas. Tinggal kemauan penegak hukum untuk menindaklanjuti secara serius. Jangan sampai hanya jadi arsip,” tambahnya.

Tak hanya itu, KAKI Jatim juga mendesak PPATK sebagai lembaga independen yang memiliki kewenangan dalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang untuk segera mengambil langkah tegas.

“Kami mendesak PPATK untuk memblokir rekening-rekening gendut para saudagar kaya yang terindikasi melakukan TPPU di Jawa Timur. Ini penting untuk menghentikan aliran dana ilegal dan menyelamatkan aset negara,” tegas Moh Hosen.

Menurutnya, langkah pemblokiran rekening menjadi strategi krusial agar pelaku tidak sempat memindahkan atau menyamarkan kembali hasil kejahatan.

“Jangan beri ruang bagi pelaku untuk menghilangkan jejak. Rekening harus dibekukan segera agar proses hukum berjalan maksimal,” ujarnya.

Di sisi lain, KPK juga tengah memeriksa sejumlah saksi dalam berbagai perkara lain, termasuk dugaan pungutan terhadap perusahaan tambang yang turut menyeret nama Robert Bonosusatya. Hosen menilai langkah ini menunjukkan bahwa KPK sedang bergerak dalam berbagai lini penindakan.

“Kami mendukung semua langkah KPK selama itu serius dan tidak tebang pilih. Semua kasus besar harus dituntaskan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, KAKI Jatim menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal keadilan dan masa depan penegakan hukum di negeri ini,” pungkas Moh Hosen.

Hingga kini, kasus dugaan TPPU yang berkaitan dengan rokok ilegal masih dalam tahap pengembangan oleh penyidik KPK, dengan fokus pada penelusuran aliran dana dan kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Redaksi//

Teropongbarat.com

(Aziz)

Berita Terkait

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah
NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar
Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:23 WIB

Babinsa Koramil 03/Senagan Timur Komsos Bersama Warga Di Desa Binaan 

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:02 WIB

Babinsa komsos bersama pekerja pembangunan KDKMP

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:58 WIB

Babinsa Lakukan Komsos dengan Pengrajin Las, Pererat Hubungan TNI-Rakyat

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:53 WIB

BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:50 WIB

Babinsa Komsos dengan Warga Desa Alue Geutah, Pererat Silaturahmi TNI-Rakyat

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:48 WIB

Komunikasi Sosial yang dilaksanakan oleh Babinsa Posramil tadi raya bersama masyarakat

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:34 WIB

Prajutrit TNI mulai Pasang Mal Pondasi untuk mempercepat Pengecoran Struktur Utama Jembatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:58 WIB

Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Laksanakan Komsos dengan Warga

Berita Terbaru

NAGAN RAYA

Babinsa komsos bersama pekerja pembangunan KDKMP

Jumat, 5 Jun 2026 - 06:02 WIB