Lima Orang Tewas Dibacok, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry Turun Langsung ke Lokasi Kejadian

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 - 23:32 WIB

40572 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, TeropongBarat.com — Masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara diguncang oleh tragedi berdarah yang terjadi di Desa Uning Segugur, Kecamatan Babul Rahmah, pada Senin (16/6/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang pria berinisial AP (35), yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, melakukan pembacokan brutal terhadap warga, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius.

Peristiwa tragis itu sontak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Menurut informasi dari pihak berwenang, pelaku datang secara tiba-tiba ke permukiman warga sambil membawa sebilah parang. Tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung menyerang warga yang ditemuinya, termasuk anak-anak dan lansia, hingga menyebabkan korban berjatuhan bersimbah darah di lokasi kejadian.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh dari kepolisian dan pihak rumah sakit, korban tewas terdiri dari Nayan (50), Elvi (16), Laura (13), Fajri (2), dan Dayat (26), seluruhnya warga Desa Uning Segugur. Sementara dua korban luka yang kini dirawat intensif di RSUD H. Sahudin Kutacane adalah Matiah (51) dan satu korban lainnya yang belum disebutkan namanya secara resmi oleh pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tragedi berdarah tersebut langsung direspons cepat oleh Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, yang didampingi Kapolres Aceh Tenggara dan Dandim setempat. Ketiganya langsung mengunjungi lokasi kejadian dan rumah para korban. Mereka juga menjenguk korban selamat yang sedang dirawat di rumah sakit. Bupati menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas peristiwa ini, sekaligus menyerukan kepada seluruh warga agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas peristiwa yang menghilangkan lima nyawa warga kita. Kami minta masyarakat tetap waspada, dan percayakan kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku,” ujar Salim Fakhry kepada wartawan di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku AP masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan warga, pelaku sempat terlihat melarikan diri ke arah perkebunan di kawasan perbukitan sekitar desa setelah melakukan aksinya. Kapolres Aceh Tenggara telah menerjunkan personel gabungan dari Polres, Polsek, dan dibantu TNI serta masyarakat untuk menyisir wilayah tersebut. Namun, karena medan yang cukup sulit dan tertutup hutan, pencarian masih berlangsung hingga malam hari.

Pelaku dikenal sebagai warga Desa Alur Langsat, Kecamatan Tanoh Alas, dan menurut beberapa saksi mata memang pernah menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. Namun demikian, motif pasti masih didalami oleh penyidik.

Pasca kejadian, warga Desa Uning Segugur dilanda trauma mendalam. Suasana desa berubah mencekam. Beberapa warga bahkan memilih mengungsi ke rumah kerabat di desa tetangga karena takut pelaku kembali datang. “Ini kejadian luar biasa. Kami tidak menyangka ada orang yang bisa berbuat sekejam itu, apalagi sampai membunuh anak-anak,” ujar Maimunah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Warga berharap pelaku segera ditangkap agar rasa aman bisa kembali pulih. Beberapa keluarga korban juga menyatakan akan melaporkan kejadian ini secara hukum agar ada proses pidana yang jelas.

Kejadian ini juga memunculkan desakan kepada Pemkab Aceh Tenggara untuk melakukan pendataan dan penanganan serius terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ). Beberapa aktivis sosial menyebut bahwa keberadaan ODGJ yang tidak ditangani bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat.

“Tragedi ini adalah alarm keras bahwa pemerintah harus turun tangan. Jangan biarkan ODGJ berkeliaran tanpa pengawasan,” ujar Zulfikar, pegiat sosial Aceh Tenggara.

Peristiwa di Desa Uning Segugur ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga peringatan serius bagi semua pihak. Stabilitas dan keamanan warga desa sangat rentan jika tidak ada sistem perlindungan sosial yang kuat. Bupati, Kapolres, dan TNI telah menunjukkan respons cepat. Kini publik menanti satu hal: pelaku segera ditangkap, dan keadilan ditegakkan.

(Sadikin)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru