BIREUEN | Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, yang menjabat sebagai Wakil rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), menerima penghargaan donor darah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepeduliannya dalam kegiatan kemanusiaan. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian donor darah ke-58 kali, sementara pada saat menerima penghargaan, Dr. Kamaruddin telah melakukan donor darah ke-59 kali.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Bireuen dan diserahkan melalui Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen, Wardati, SKM., MKM. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah daerah terhadap peran aktif pendonor darah sukarela dalam membantu ketersediaan darah di Kabupaten Bireuen.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. H. Kamaruddin diketahui telah mendonorkan darah sejak usia 25 tahun. Hingga kini, di usia 42 tahun, ia telah melakukan donor darah sebanyak 59 kali. Menurutnya, donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan.
“Donor darah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang kepedulian dan tanggung jawab sosial. Harapan saya, semakin banyak masyarakat yang sadar akan arti penting donor darah, terutama untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan transfusi darah secara rutin,” ujar Dr. Kamaruddin Dosen Program Magister Manajemen Uniki.
Ia juga menyoroti kondisi di Kabupaten Bireuen yang saat ini memiliki cukup banyak penderita thalassemia yang sangat bergantung pada transfusi darah. Ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak, sehingga peran pendonor sukarela sangat dibutuhkan.

Sebagai salah satu dosen di Uniki Kamaruddin tidak hanya aktif sebagai pendonor, tetapi juga secara konsisten memfasilitasi kegiatan donor darah di lingkungan kampus Uniki. Kegiatan ini bertujuan membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Bireuen sekaligus menjadi wadah edukasi dan peningkatan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya donor darah.
Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda. “Mahasiswa perlu diberi pemahaman bahwa donor darah bermanfaat tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Kampus harus menjadi pelopor gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,”Ujar Warek III Uniki.
Penanggung Jawab UTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, Wardati, SKM., MKM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi Dr. H. Kamaruddin serta dukungan Uniki dalam kegiatan donor darah. Ia menilai konsistensi pendonor sukarela dan dukungan institusi pendidikan sangat membantu UTD dalam menjaga ketersediaan darah.
“Kami sangat mengapresiasi pendonor darah sukarela yang rutin mendonorkan darahnya. Dukungan dari Uniki melalui pelaksanaan donor darah di kampus sangat membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien thalassemia dan pasien lain yang membutuhkan transfusi darah secara berkala,” ungkap Wardati.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, juga memberikan tanggapan positif terhadap peran pendonor sukarela di Kabupaten Bireuen. Menurutnya, pendonor sukarela adalah garda terdepan dalam misi kemanusiaan PMI.
“Pendonor sukarela adalah pahlawan kemanusiaan. Kami sangat berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan civitas akademika, yang tergerak untuk menjadi pendonor darah rutin. Apa yang dilakukan oleh Dr. H. Kamaruddin patut menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Bireuen,” kata Edi Saputra.
Penghargaan yang diterima Dr. H. Kamaruddin ini menjadi bukti nyata bahwa peran akademisi tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, tetapi juga dalam kontribusi sosial dan kemanusiaan. UNIKI pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan donor darah sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan upaya membantu pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Bireuen.

















































