Hunian Vertikal & Kota Satelit Digeber, Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Hektare Lahan

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 14:42 WIB

40104 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, teropongbarat.com. Pemerintah mulai mengakselerasi arah baru pembangunan permukiman nasional. Lewat skema hunian vertikal dan pengembangan kota satelit, negara menyiapkan ribuan hektare lahan sebagai fondasi Program Strategis Nasional (PSN) yang menyasar kebutuhan rumah rakyat sekaligus mengurai kepadatan kota besar.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan ketersediaan lahan dalam skala besar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk mempercepat realisasi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Lahan sudah kami siapkan di berbagai daerah untuk mendukung hunian vertikal. Pada tahap berikutnya, kita dorong juga pengembangan kota baru sebagai solusi mengurangi tekanan di kota-kota besar,” ujar Nusron dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kamis (16/04/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Kementerian ATR/BPN mencatat, total indikasi lahan yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 129.764 hektare. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 37.709 hektare dinilai benar-benar siap dan potensial untuk segera dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Distribusi lahan ini tersebar di berbagai pulau strategis, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi—menandakan bahwa pembangunan tidak lagi terpusat, melainkan mulai bergeser ke arah pemerataan kawasan.

Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal sebagai jawaban atas keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah. Sementara itu, konsep kota satelit disiapkan sebagai alternatif hunian berbasis kawasan terpadu yang lebih luas dan terencana.
“Untuk kota satelit, kebutuhan lahannya minimal antara 30 hingga 120 hektare per lokasi. Bahkan untuk kawasan tertentu bisa mencapai 100 hektare lebih,” jelas Nusron.

Di sisi lain, Menteri PKP, Maruarar Sirait, menekankan bahwa ketersediaan lahan merupakan faktor paling krusial dalam mendukung program ambisius pembangunan 3 juta rumah.
“Kami punya konsep sederhana, tapi mendasar: tanah harus tersedia. Tanpa itu, pembangunan tidak akan berjalan,” tegasnya.

Rakor ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi ATR/BPN, termasuk jajaran direktur jenderal yang menangani tata ruang, pemetaan, hingga pengendalian pertanahan. Sinergi lintas kementerian diharapkan mampu mempercepat implementasi proyek sekaligus meminimalisir konflik lahan yang selama ini kerap menjadi hambatan.
Dengan skema ini, pemerintah tak hanya membangun rumah, tetapi juga mencoba merancang ulang wajah permukiman Indonesia—dari kota yang padat dan semrawut menuju kawasan hunian yang lebih terintegrasi, terjangkau, dan berkelanjutan.//@ntoni Tinendung**

Berita Terkait

Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri
Open Turnamen Bola Voli CV Tumangger Cup I: Adu Prestasi, Pererat Silaturahmi
Kapolsek dan Mukim Penanggalan Ajak Kandidat Pilkades Jaga Persaudaraan
Dugaan 35 AJB Bermasalah Mengemuka, Aduan LBH Sada Kata Berujung Penelusuran BPN Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:49 WIB

Dua Pengedar Sabu Diciduk di Lubuk Bayas, Polisi Sita Timbangan Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 11:28 WIB

Polisi Gerebek Lokasi Transaksi, Pria 32 Tahun di Perbaungan Ditangkap Bawa Sabu

Sabtu, 5 September 2026 - 10:07 WIB

Malam puncak peringatan HUT RI ke 81 dusun grenjengan desa Wates winangun kecamatan Sambeng begitu meriah 

Sabtu, 5 September 2026 - 08:40 WIB

Kecmatan grati kabupaten Pasuruan ada yang mau jadi penipu atas nama on

Jumat, 4 September 2026 - 20:21 WIB

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi

Jumat, 4 September 2026 - 17:14 WIB

HUT ke-78 Polwan, Kapolres Sergai Tegaskan Peran Polwan Setara dalam Tugas Kepolisian

Jumat, 4 September 2026 - 13:55 WIB

Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai

Kamis, 3 September 2026 - 19:16 WIB

Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air

Berita Terbaru