Tebang Pilih di Langit Biru Ketika Warakawuri Digusur, Keadilan Ikut Dikemas dalam Kardus

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 16:16 WIB

4095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya// Teropongbarat.com Langit di atas Perum AURI Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Senin (27/4/2026), tampak biasa saja, tetapi di bawahnya, drama yang lebih mirip ironi ketimbang penertiban berlangsung dengan iring iringan armada milik TNI AU dan ratusan personel berseragam lengkap yang turun untuk mengeksekusi rumah dinas.Bukan operasi militer bukan latihan tempur, yang dihadapi justru para pensiunan dan warakawuri yang menua bersama kenangan pengabdian.

‎Dari 10 rumah yang semula diagendakan digusur, hanya 9 yang dieksekusi satu rumah tersisa, entah karena pertimbangan langit atau hitungan bumi, luput dari “serangan” di titik inilah publik mulai bertanya, apakah ini penertiban atau sedang praktik tebang pilih berkedok ketertiban

‎Hasnah (83), seorang warakawuri yang turut terusir dari tempat tinggalnya, hanya bisa duduk di warung depan gang rumah yang baru saja kehilangan pintu, jendela, dan kenangan.“Dalam usia saya saat ini masih harus memikirkan tempat tinggal, sedangkan suami saya telah mengabdi pada negara tanpa pamrih, saya hanya ingin akhir hayat saya tenang,” ucapnya lirih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ucapan itu seperti menampar jargon penghormatan kepada veteran yang selama ini kerap lantang di podium, tapi lirih dalam praktik.

‎Ironinya, surat keberatan dan permohonan penundaan eksekusi yang dilayangkan kuasa hukum penghuni pada Jumat (25/4/2026) belum berbalas. Arfan, kuasa hukum warga, menyebut ketika menyampaikan keberatan di lapangan, respons yang diterima justru sebatas “silakan bersurat resmi”.

‎Sebuah jawaban administratif yang terasa dingin di tengah warga yang rumahnya sedang dipreteli,“Kalau dieksekusi satu ya eksekusi semua, jangan hanya tebang pilih,” ujar Budi, anak salah satu warakawuri yang rumahnya dikosongkan.

‎Pernyataan itu bukan sekadar protes, melainkan sindiran telak terhadap logika penertiban yang tampak kehilangan asas setara.

‎Publik pun bertanya tanya, jika ini soal aturan, mengapa hanya sembilan Jika ini penegakan disiplin, mengapa masih menyisakan satu, Jangan jangan keadilan memang sedang dipraktikkan dengan sistem seleksi.

‎Dulu para prajurit diajarkan tidak meninggalkan kawan di medan perjuangan, kini para janda prajurit justru merasa ditinggalkan oleh institusi yang pernah dibela suami mereka, barangkali benar kata Bung Karno, perjuangan paling berat adalah melawan bangsa sendiri, sebab musuh kali ini bukan datang membawa senjata, tetapi surat perintah pengosongan.

‎Di Sawunggaling, Senin itu, yang diangkut bukan hanya barang barang penghuni, tetapi juga rasa hormat yang perlahan ikut dipindahkan dari rumah dinas menuju tanda tanya besar tentang nurani.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Wartawan Ditahan, Dugaan Pengedar Obat Keras Justru Lolos dari Jerat Hukum. Kapolsek Teluknaga Siap di Propamkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenaker Kemenlu Perjuangkan TKW Libia Kembali Ke Indonesia!!!

Senin, 15 Juni 2026 - 17:40 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:06 WIB

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Kini Berani Urus Sertipikat Tanah Sendiri Tanpa Calo

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:07 WIB

Temui Gus Ipul ,Syah Afandin Perjuangkan Tambahan Bantuan Korban Banjir Langkat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:23 WIB

Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya: Stop Tawuran, Anarkis, Vandalisme dan Tolak Narkoba

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:17 WIB

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:55 WIB