Laporan Dana Hibah Dewan Bangkalan Jalan di Tempat Aktivis: APH Jangan Jadikan Kasus Sebagai Ladang Bisnis!

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 21:20 WIB

40178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan // Teropongbarat.com  -Dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD Jawa Timur di wilayah Kabupaten Bangkalan kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, meskipun rentetan dugaan proyek fiktif telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, penanganan kasus ini dinilai jalan di tempat dan terkesan “adem ayem” dibandingkan daerah lain.

Muncul dugaan kuat adanya praktik hibah fiktif yang melibatkan oknum anggota dewan di wilayah Bangkalan. Berbagai proyek infrastruktur maupun bantuan sosial yang bersumber dari dana hibah dilaporkan tidak terealisasi di lapangan (fiktif), namun administrasinya dicairkan sepenuhnya. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena anggaran negara yang seharusnya untuk pembangunan justru diduga menguap.

Laporan ini menyeret sejumlah oknum anggota dewan dan kelompok masyarakat (Pokmas) penerima hibah di Bangkalan. Pihak yang paling vokal menyuarakan ini adalah Forum Pemuda Bangkalan, yang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejati Jatim, untuk tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan praktik lancung ini tersebar di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura. Sebagai perbandingan, kasus serupa di Kabupaten Pamekasan telah membuahkan hasil dengan adanya penetapan tersangka dan penahanan, yang memicu pertanyaan besar: Mengapa di Bangkalan belum ada pergerakan berarti?

Laporan terkait dugaan hibah fiktif ini sebenarnya sudah dilayangkan ke Kejati Jawa Timur sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini, Forum Pemuda Bangkalan menilai belum ada tindak lanjut nyata (progres) yang ditunjukkan oleh penyidik

Ketertinggalan penanganan kasus di Bangkalan dibandingkan daerah tetangga menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat. Muncul tudingan bahwa penegakan hukum di Bangkalan telah “masuk angin”. Forum Pemuda Bangkalan memperingatkan agar kasus ini jangan hanya dijadikan “ladang basah” atau alat tawar-menawar oleh oknum APH demi kepentingan pribadi, sehingga kasusnya sengaja dipetieskan.

Forum Pemuda Bangkalan menuntut agar: Kejati Jatim segera memberikan transparansi terkait sejauh mana proses penyelidikan hibah di Bangkalan.

APH berhenti “tutup mata” dan segera melakukan cek fisik ke lapangan untuk membuktikan proyek-proyek yang diduga fiktif.

Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, sebagaimana yang telah dilakukan di wilayah Pamekasan.

“Kami tidak ingin Bangkalan hanya dijadikan ladang yang tidak bertuan bagi para koruptor. Jika di Pamekasan bisa ada yang ditahan, kenapa di Bangkalan APH seolah bungkam? Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas karena ada ‘main’ di bawah meja,” tegas perwakilan Forum Pemuda Bangkalan.

Ketimpangan Penegakan Hukum Perbandingan antara Bangkalan dan Pamekasan menunjukkan adanya disparitas penegakan hukum yang nyata. Jika bukti-bukti yang diserahkan sudah cukup kuat, diamnya APH hanya akan memperburuk citra institusi kepolisian dan kejaksaan di mata warga Madura. Transparansi adalah harga mati untuk membuktikan bahwa APH tidak sedang menjadikan kasus ini sebagai komoditas politik atau ekonomi ungkap”: pemuda

Redaksi//

Teropongbarat.com

tim :aziz

Berita Terkait

Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Pos Sei Beruang Satgas Yonarmed 13/Nanggala Gelar Perbaikan Jembatan Bersama Warga
Kodim 0212/TU Pembangunan Jembatan Beton Aek Kualuh Habinsaran Capai 59,13 Persen.
RPP PEMUDA PANCASILA PAC WRINGINANOM: MOMENTUM MEMPERKUAT PERSATUAN, SOLIDARITAS, DAN JIWA KESATRIA KADER
Raker dan Ziarah Religius, Fatayat NU Babat Perkuat Soliditas Kader
Wujudkan Toleransi dan Kerukunan, Babinsa Desa Carat Monitoring Ibadah Mingguan di Gereja GBT Kristus Tabib
Agus Flores Imbau Wartawan Fast Respon se-Indonesia Kawal Penegakan Hukum Dan Pantau Kejahatan Ilegal
Diduga Terlibat Penipuan dan Penggelapan, Pria Asal Pare-pare diamankan Tim URC Resmob Bantaeng
Tim URC Resmob Bantaeng Ringkus Terduga Pelaku Pencurian di BTN Lamalaka Indah

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 17:55 WIB

Hadiri HUT Ke-42 Vihara Tri Ratna Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim Sampaikan Sejumlah Hal Program Prioritas Pembangunan di Kota Tanjungbalai

Minggu, 8 November 2026 - 17:34 WIB

Hadiri Bulan Bakti KKP ke-27, Wali Kota Tanjungbalai Jadikan Momentum Memperkuat Kepedulian Terhadap Sumber Daya Perikanan, Hidup Sehat Serta Semangat Membangun Perekonomian Masyarakat

Minggu, 8 November 2026 - 17:21 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pisah Sambut Dandim 0208/Asahan

Minggu, 8 November 2026 - 13:45 WIB

Polres Batu Bara Gelar Program Minggu Kasih DI Sejumlah Gereja, Perkuat Sinergitas Dan Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Jemaat

Minggu, 8 November 2026 - 13:34 WIB

Polres Batu Bara Hadiri Tabligh Akbar, Zikir Dan Sholat Tasbih Berjemaah, Sampaikan Pesan Kamtibmas Tentang Perlindungan Keluarga Dan Generasi Muda

Minggu, 8 November 2026 - 13:32 WIB

Jaga Kondusivitas Malam Minggu, Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana

Minggu, 8 November 2026 - 13:23 WIB

Polres Batu Bara dan Polsek Jajaran Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi 3C, Geng Motor dan Gangguan Kamtibmas

Minggu, 8 November 2026 - 11:45 WIB

Jaga Kondusivitas Malam Minggu, Kapolda NTB Patroli Siaga Reserse Bersama Laskar Sasak di Udayana

Berita Terbaru