Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:32 WIB

40115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuliana S.Sos (Pemerhati Sosial dan Generasi)

Angkat stunting Paser sentuh 23%, meski TPK (Tim Pendamping Keluarga) sudah dibentuk, namun angka stunting di Paser masih tetap tinggi.

Stunting bukan hanya laporan tahunan, tapi dibalik itu ada tumbuh kembang generasi yang tidak maksimal dan masa depan generasi yang dipertaruhkan. Sebab, masalah ini memiliki efek domino pasa sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solusi yang diberikan oleh pemerintah pada faktanya tidak menyentuh akar masalah seperti di Paser yaitu hanya dengan membentuk TPK dengan berbagai program turunannya, akan tetapi hal ini juga diakui tidak maksimal karena keterbatasan anggaran.

Sejatinya, stunting pada sistem kehidupan saat ini sangat berkaitan erat dengan kemiskinan dan juga taraf pendidikan di masyarakat.

Dalam Islam masalah stunting akan menjadi fokus yang terisolusikan dengan tuntas. Karena Khalifah adalah rain pengembala bagi rakyatnya. “Al-Imamu raa’in wa huwa mas’ulun ‘an ra’iyyatihi)”
Artinya:”Imam (Khalifah/pemimpin) itu adalah penggembala (pelindung) dan ia bertanggung jawab atas gembalaannya (rakyatnya).”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Makna hadits menjelaskan penggembala (raa’in) adalah pemimpin yang berfungsi melindungi, mengurus, mengayomi, dan memperhatikan kemaslahatan rakyat, sama seperti gembala yang merawat hewan gembalaannya.

Pemimpin juga bertanggung jawab (Mas’ulun), pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat atas kebijakan dan pelayanan yang diberikannya kepada rakyat.

Pemimpin sebagai perisai. Hadits lain menyebutkan “Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu perisai, yang untuk keselamatan orang-orang Islam akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka Khalifah akan memenuhi segala kebutuhan individu primer dan komunal masyarakat sehingga tidak akan ada stunting.

Mekanisme Islam juga akan mewariskan generasi yang sehat kuat fisik dan rohaninya dengan suport sistem, terutama sistem ekonomi yang akan membuat rakyat sejahtera dan sistem pendidikan akan dipersiapkan bekal menjadi orang tua. Sistem kesehatan yang berkualitas mudah diakses dari ibu hamil, menyusui hingga anak yang terlahir terjamin gizinya. Tidak akan dibiarkan ibu setelah melahirkan menjalani perannya dengan tekanan dan beban hidup. Kesejahteraan akan dirasakan perempuan yang hidup dibawah naungan siatem pemerintahan Islam Kaffah.

Islam juga tidak hanya memperhatikan sehat fisik tapi juga kualitas keimanan kepribadian. Islam menegaskan bahwa dasar dari segala sesuatu dalam hidup ini faktor utamanya keimanan. Iman yang benar menjadi fondasi untuk perilaku yang benar dan akhlak mulia. Orang tua yang berharap anaknya shalih dan shalihah, berakhlak mulia tentu akan memperhatikan bagaimana keimanan anak-anaknya.

Orang tua akan berupaya menanamkan keimanan itu kepada anak-anaknya dengan metode yang benar, bukan dengan dogma atau pemaksaan, karena keimanan itu tidak boleh dipaksakan tapi harus dengan keyakinan.

Akidah yang kokoh akan menumbuhkan ketaatan total dalam diri anak terhadap seluruh aturan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta dalam menjalani setiap episode kehidupan selanjutnya. Dengan landasan akidah dan bangunan aturan Allah inilah yang akan membentuk anak memiliki kepribadian yang benar.

Kepribadian itu akan semakin kokoh saat hidupnya dilengkapi dengan tsaqofah (pengetahuna) Islam, hukum-hukum Islam, pemahaman-pemahaman Islam yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Kokohnya pribadi itu akan terus terjaga manakala di tengah masyarakat diterapkan aturan Islam oleh negara. Keberadaan negara yang berkarakter ra’in (pemelihara), akan memelihara urusan rakyatnya termasuk para pemuda dan anak-anak, dan juga junnah (tameng) yang akan melindungi seluruh warga negara dari kerusakan.
Jadi penanaman akidah, keterikatan dengan aturan Allah, terus belajar tsaqafah Islam, diterapkan aturan islam oleh negara, inilah unsur yang membentuk generasi berkepribadian Islam, berakhlak mulia, siap membangun peradaban dunia yang agung.

Wallahu ‘alam bi ashawwab.

Berita Terkait

MASIH BERDIRI MESKI BELUM SELESAI
Serunya “Pilkada Mini” di MTs Swasta Sukaramai: Tiga Pasang Calon, 70 Pemilih, dan Drama Suara yang Bikin Deg-degan
SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN
Satu Senja, Dua Perayaan, dan Sejuta Harapan dari Napasengkut
Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak
4 Bukti Sejarah yang Menguatkan Hipotesis Asal-Usul Suku Pakpak dari India
Pakpak Bharat 23 Tahun: Saatnya Pemerintah Mendengar Suara Rakyat
Indonesia Sulit Maju Bukan Karena Miskin, Tetapi Karena Salah Mengelola Kekayaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB