Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

40196 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penanggalan, teropongbarat.com. Gelombang protes warga terhadap aktivitas Pabrik Brondolan PT Binsuli Salam Makmur di Kampong Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, kembali pecah, Rabu (21/05).

Puluhan warga bersama sejumlah ibu rumah tangga turun ke jalan menghadang truk pengangkut CPO asam tinggi yang keluar masuk dari area pabrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi spontan masyarakat itu dipicu kekecewaan yang selama ini terus menumpuk. Warga mengaku sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan bau menyengat dari aktivitas pabrik yang diduga mencemari udara lingkungan permukiman mereka.
Sejumlah ibu-ibu bahkan nekat berdiri di badan jalan untuk menghentikan truk pengangkut limbah dan CPO. Situasi sempat memanas karena kendaraan besar tetap berusaha melintas di tengah kerumunan warga. Masyarakat menyebut aksi itu sebagai bentuk jeritan karena keluhan mereka selama ini dianggap tidak pernah benar-benar ditanggapi serius.

“Kami hidup tiap hari menghirup bau busuk. Pagi bau, malam bau. Anak-anak dan orang tua jadi terganggu. Kami bukan anti perusahaan, tapi jangan rakyat dijadikan korban,” ungkap Ucok Bancin salah seorang warga dalam aksi tersebut. Ucok juga menambahkan Ir Netap ginting dan Heppi bancin. Memaksakan kehendaknya hingga warga nyaris tertabrak truk pengangkut CPO.

Di lokasi aksi, dua pihak manajemen perusahaan terlalu memaksakan kehendaknya yakni Ir. Netap Ginting dan Heppi Bancin terlihat mencoba menghalau warga situasi agar kendaraan pengangkut dapat keluar dari area pabrik. Namun warga tetap bersikeras menyampaikan tuntutan mereka terkait pencemaran udara dan dampak sosial yang dirasakan masyarakat sekitar.

Permukiman Diduga Terlalu Dekat dengan Pabrik. Warga menilai keberadaan pabrik yang terlalu dekat dengan pemukiman menjadi sumber utama persoalan. Bau menyengat dari pengolahan brondolan dan CPO asam tinggi disebut hampir setiap hari masuk ke rumah-rumah warga, terutama pada malam dan pagi hari.

Tak hanya polusi udara, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan desa yang semakin rusak akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan. Jalan yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari kini dipenuhi lubang dan debu akibat lalu lalang truk pengangkut.

Ucok Bancin salah seorang Warga meminta Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dampak lingkungan serta tonase kendaraan yang melintas di jalan desa.

“Kalau dibiarkan terus begini, masyarakat yang menderita. Jalan rusak, udara tercemar, sementara kami tidak merasakan manfaat yang jelas,” kata warga lainnya.

Janji CSR Dipertanyakan

Selain persoalan pencemaran, masyarakat Kampong Cepu juga menyoroti janji Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak perusahaan yang dinilai belum dirasakan secara maksimal oleh warga sekitar pabrik.
Beberapa tokoh masyarakat menyebut sejak awal keberadaan perusahaan, warga berharap ada perhatian nyata terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun hingga kini, berbagai harapan seperti perbaikan fasilitas umum, perhatian kesehatan warga terdampak, hingga pemberdayaan masyarakat disebut belum berjalan sesuai harapan.

“Kalau perusahaan mengambil keuntungan di daerah ini, masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Jangan hanya datang membawa dampak buruk,” ujar Ucok Bancin.

Warga Minta Humas Diganti

Dalam aksi tersebut, muncul pula permintaan warga agar pihak perusahaan melakukan evaluasi terhadap bagian humas PT Binsuli Salam Makmur. Warga berharap perusahaan menghadirkan sosok humas yang lebih terbuka, komunikatif, dan mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat kampong.
Menurut warga, komunikasi antara perusahaan dan masyarakat selama ini dinilai kurang berjalan baik sehingga banyak keluhan masyarakat yang tidak tersampaikan secara tuntas.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memfasilitasi dialog terbuka antara warga dan pihak perusahaan agar persoalan pencemaran udara, kerusakan jalan, serta tanggung jawab sosial perusahaan dapat diselesaikan sebelum konflik semakin meluas.(@).

Berita Terkait

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional
Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo
PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji
89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah
90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah
Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB
Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan
TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB