Subulussalam, teropongbarat.com. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri terbaik Kota Subulussalam. Atlet Wushu muda berbakat, Khaisya Arasy Br. Solin, resmi diterima sebagai peserta didik baru di SMA Keberbakatan Olahraga Negeri Aceh setelah sebelumnya mengukir prestasi membanggakan pada Babak Kualifikasi PORA IV Wushu Aceh di Banda Aceh.
Kepastian diterimanya Khaisya di sekolah olahraga milik Pemerintah Aceh tersebut tertuang dalam Surat Rekomendasi Nomor 422/231/2026 yang diterbitkan pada 8 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Plt. Kepala SMA Keberbakatan Olahraga Negeri Aceh, Ahfas, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Khaisya Arasy Br. Solin, siswi kelahiran Pasaman Barat, 18 Juni 2010, yang berdomisili di Desa Sukamakmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, resmi diterima sebagai peserta didik baru Tahun Ajaran 2026.
Keberhasilan itu menjadi buah dari kerja keras dan dedikasi yang telah ia tunjukkan selama menekuni olahraga Wushu. Pada ajang Babak Kualifikasi PORA IV Wushu Aceh yang digelar di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Khaisya bersama dua atlet putri lainnya berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Subulussalam. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di daerah mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.
Masuknya Khaisya ke SMA Keberbakatan Olahraga Negeri Aceh tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan para pelatih, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kota Subulussalam. Prestasi ini menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat provinsi melalui disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Momentum ini juga menjadi harapan baru bagi kemajuan olahraga di Kota Subulussalam. Dengan pendidikan yang terintegrasi bersama pembinaan atlet berprestasi, Khaisya diharapkan mampu mengembangkan potensi akademik sekaligus meningkatkan kualitasnya sebagai atlet Wushu yang kelak dapat mengharumkan nama Aceh dan Indonesia.
Prestasi yang diraih para atlet Wushu Subulussalam sekaligus menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan olahraga usia dini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi unggul. Dukungan pemerintah daerah, KONI, sekolah, pelatih, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Kota Subulussalam.

Semangat juang Khaisya dan rekan-rekannya menjadi cerminan bahwa olahraga bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan rasa cinta kepada daerah serta bangsa. Dari Kota Subulussalam untuk Aceh, dan dari Aceh menuju Indonesia, prestasi para atlet muda diharapkan terus berkibar di berbagai ajang nasional maupun internasional. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama daerah serta Merah Putih di pentas dunia.//@nton Steven tin**


















































