Gayo Lues – Di tengah keluhan masyarakat yang setiap hari berjibaku melintasi jalan rusak akibat bencana, arah kebijakan BPBD Kabupaten Gayo Lues kembali dipertanyakan. Sejumlah warga menilai penanganan yang dilakukan belum menyentuh kebutuhan paling mendesak, yakni memulihkan akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Salah seorang sumber yang akrab disapa Mafia Ucak Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menghentikan pola kerja yang dinilai tidak tepat sasaran dan segera mengalihkan fokus pada perbaikan jalan yang rusak.Cukup fokus saja memperbaiki jalan rusak akibat bencana. Jangan terus sibuk normalisasi. Contohnya jalan Blangkejeren–Pining, benahi dulu jalan itu supaya masyarakat Pining bisa melintas dengan nyaman, tegasnya kepada awak media, Selasa (7/7/2026).
Ia menilai, jika akses jalan tetap rusak sementara program lain terus berjalan, maka yang menanggung dampaknya adalah masyarakat. Aktivitas ekonomi terganggu, mobilitas warga terhambat, bahkan akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan menjadi semakin sulit.Kritik tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak hanya berbicara soal normalisasi sungai atau saluran air, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu mengembalikan akses dasar masyarakat secepat mungkin. Jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, melainkan kebutuhan vital yang menentukan roda perekonomian dan keselamatan warga.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar program yang dinilai belum menjawab persoalan utama di lapangan. BPBD Gayo Lues diharapkan mampu menetapkan skala prioritas yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat terdampak bencana.Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Kabupaten Gayo Lues belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.Jika ingin bergaya lebih khas media investigasi Aceh. (*)

















































