Rehabilitasi MTsN 1 Subulussalam Disorot, Pekerja Tanpa APD hingga Pasokan Material Dikeluhkan, Kejelasan Pekerjaan Atap Dipertanyakan

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:40 WIB

4077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Subulussalam, teropongbarat.com. Pelaksanaan proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah di MTsN 1 Subulussalam mulai menjadi sorotan. Selain ditemukan pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), muncul pula pertanyaan mengenai ruang lingkup pekerjaan rehabilitasi atap, keterlambatan pasokan material, hingga belum terbukanya informasi nilai anggaran yang dialokasikan khusus untuk sekolah tersebut.(09/07).

Berdasarkan papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Aceh 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp28.460.000.000. Paket itu mencakup 11 titik pekerjaan di Provinsi Aceh. Namun, papan proyek tidak menjelaskan berapa nilai anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa menggunakan APD standar seperti helm proyek maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana diwajibkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Pengamatan di lokasi juga menunjukkan sebagian besar konstruksi atap, termasuk rangka kuda-kuda, masih tampak menggunakan material lama. Atap sejumlah bangunan telah dicat sehingga secara kasat mata sulit dibedakan bagian yang benar-benar direhabilitasi dengan bagian yang hanya mendapat pengecatan.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Fahrul yang mengaku sebagai orang lapangan proyek awalnya menyebut penggantian atap hanya dilakukan pada ruang kepala sekolah.

«”Hanya ruang kepala sekolah itu yang diganti atapnya, selainnya cukup dicat,” ujarnya.»

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Fahrul memberikan keterangan tambahan bahwa tidak seluruh bangunan memang direncanakan mendapat penggantian atap.

«”Ya bg, cuman ada beberapa lokal aja yang diganti baru, yang memang memungkinkan lagi untuk diganti,” tulisnya.»

Ia juga menjelaskan bahwa atap ruang kepala sekolah belum dibongkar karena material seng yang akan dipasang masih belum tersedia.

«”Rumah kepala sekolah diganti seng. Belum kita buka karena seng belum datang,” jelasnya.»

Di sisi lain, seorang pegawai MTsN 1 Subulussalam yang ditemui di sekolah memberikan keterangan berbeda. Menurutnya, hingga saat ini belum ada penggantian seng pada bangunan yang diketahuinya.

«”Yang kami tahu, atap sembilan ruangan sudah dicat, termasuk kantor kepala sekolah, kantor guru, dan ruang perpustakaan. Belum ada atap seng yang diganti,” ujarnya.»

Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pekerjaan rehabilitasi atap telah dilaksanakan dan bagian mana yang memang masuk dalam ruang lingkup kontrak.

Ketika ditanya mengenai besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam beserta rincian volume pekerjaan di sekolah tersebut, Fahrul tidak memberikan penjelasan.

Sementara itu, seorang pekerja yang mengaku berasal dari Perbaungan, Sumatera Utara, mengeluhkan lambatnya pasokan material proyek.

«”Kami sebagai pekerja merasa rugi kalau bahan-bahan tidak masuk. Sementara anggota kami tetap harus kami bayar setiap hari,” keluhnya.»

Keluhan tersebut mengindikasikan adanya kendala penyediaan material yang berpotensi memengaruhi progres pekerjaan apabila tidak segera diatasi.

Melihat sejumlah temuan tersebut, berbagai pihak berharap Aparat Penegak Hukum (APH), aparat pengawas internal pemerintah, konsultan pengawas, serta instansi teknis terkait melakukan pengawasan sejak dini terhadap pelaksanaan proyek. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, ketentuan keselamatan kerja, serta penggunaan anggaran negara, sekaligus mencegah apabila terdapat penyimpangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan penjelasan mengenai nilai anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam maupun rincian volume pekerjaan sesuai dokumen kontrak.

Catatan Redaksi:

Nilai kontrak sebesar Rp28,46 miliar merupakan total anggaran paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Aceh 1 yang mencakup 11 titik pekerjaan di Aceh. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing lokasi, termasuk MTsN 1 Subulussalam, karena dokumen pembagian nilai pekerjaan belum dipublikasikan. Besaran anggaran dan ruang lingkup pekerjaan per lokasi dapat dipastikan melalui dokumen kontrak, Bill of Quantity (BQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau penjelasan resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh.(@1tim).

Berita Terkait

SMP NEGERI 1 SIMPANG KIRI: PABRRIK ATLET JUARA — Tarung Derajat dan Karate Sumbang Emas untuk Subulussalam
Serap Aspirasi di Kota Sada Kata, Haji Uma Siap Kawal Persoalan Transmigrasi Aceh hingga Senayan
Kepala Mukim Se-Kota Subulussalam Kecewa, Tuding BPKAD Beri Janji Palsu Soal Pencairan Honor dan Anggaran Mukim
4,2 Miliard Tunggakan Listrik, Kepala PLN Subulussalam Berharap Pemko Melunasinya
Kepala PLN ULP Subulussalam Berharap Pemko Segera Lunasi Tunggakan Listrik PJU dan SKPK
Advokat Muda Arianto, SH: Kasus Perdata Dinilai Dapat Memperkuat Pengungkapan Perkara Pidana di Lae Saga
Tagihan PLN Membengkak ,Pemko Subulussalam Belum Membayar
Atlet Wushu Berprestasi Asal Subulussalam Raih Medali PORA, Kini Resmi Diterima di SMA Keberbakatan Olahraga Negeri Aceh

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:58 WIB

Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:35 WIB

Wamen ATR/Waka BPN: Kepala Daerah Berperan Strategis dalam Penyelesaian Persoalan Pertanahan dan Tata Ruang

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:35 WIB

Kementerian ATR/BPN Hadirkan Pengukuran Terjadwal, Beri Kepastian Waktu Layanan untuk Masyarakat

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:33 WIB

Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini!

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:33 WIB

Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:49 WIB

Diduga Judi Tjap Jikie dan Dadu Beroperasi di Desa Klurak, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat Penegak Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:35 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat Perbatasan, Pos Mentari Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Gelar Pelayanan Medis Door-to-Door di Desa Badau

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:35 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Berita Terbaru