Revitalisasi MTsN 1 Subulussalam Disorot, Siswa Terdampak Proyek Tanpa Koordinasi

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

40314 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Subulussalam, teropongbarat.com.Pelaksanaan proyek Rehabilitasi dan Renovasi MTsN 1 Subulussalam melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Pekerjaan Umum menjadi sorotan. Proyek yang merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Aceh 1 senilai Rp28,46 miliar itu dinilai minim koordinasi dengan pihak sekolah maupun Kementerian Agama Kota Subulussalam. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu, sementara sejumlah aspek teknis pekerjaan turut dipertanyakan.

Berdasarkan papan informasi proyek, paket pekerjaan tersebut mencakup 11 lokasi rehabilitasi madrasah di Provinsi Aceh. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai besaran anggaran maupun rincian volume pekerjaan yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lapangan menunjukkan material bangunan berserakan di lingkungan sekolah tanpa penataan dan pengamanan yang memadai. Sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan sehingga siswa harus dipindahkan ke ruangan lain agar kegiatan belajar tetap berlangsung. Kondisi itu dinilai mengurangi kenyamanan belajar sekaligus mengganggu aktivitas pendidikan.

Selain itu, sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm proyek dan perlengkapan keselamatan lainnya. Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek yang dibiayai negara.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kota Subulussalam, Mustapa, mengatakan pihaknya sama sekali tidak dilibatkan sejak awal pelaksanaan proyek.

«”Kami tidak dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan. Kami hanya diberitahu bahwa madrasah ini mendapat bantuan. Sebatas itu saja,” ujarnya.»

Hal senada disampaikan Kepala MTsN 1 Subulussalam, Arpiandi. Menurutnya, sekolah tidak pernah memperoleh pemberitahuan resmi mengenai kontraktor pelaksana maupun rencana pekerjaan yang dilakukan di lingkungan madrasah.

«”Tidak ada pemberitahuan resmi kepada kami. Kami tidak tahu siapa rekanannya. Seharusnya ada koordinasi sebelum pekerjaan dimulai karena sekolah adalah pengguna bangunan ini setiap hari,” katanya.»

Arpiandi menilai komunikasi antara pelaksana proyek dengan pihak sekolah merupakan hal mendasar agar pembangunan tidak mengorbankan proses belajar mengajar. Menurutnya, sekolah seharusnya mengetahui ruang lingkup pekerjaan, jadwal pelaksanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kendala selama proyek berlangsung.

Sorotan juga mengarah pada pekerjaan rehabilitasi atap. Dari pengamatan di lapangan, sebagian besar rangka atap dan konstruksi kuda-kuda masih tampak menggunakan material lama. Beberapa bagian atap telah dicat sehingga sulit dibedakan secara kasat mata antara bagian yang benar-benar direhabilitasi dengan bagian yang hanya dicat ulang.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Fahrul yang mengaku sebagai orang lapangan proyek awalnya menyebut hanya atap ruang kepala sekolah yang akan diganti.

«”Hanya ruang kepala sekolah itu yang diganti atapnya, selainnya cukup dicat.”»

Namun, dalam penjelasan berikutnya ia menyampaikan bahwa penggantian atap memang hanya dilakukan pada beberapa ruangan tertentu.

«”Ya bang, cuma ada beberapa lokal saja yang diganti baru, yang memang memungkinkan lagi untuk diganti.”»

Ia juga menjelaskan bahwa penggantian seng ruang kepala sekolah belum dilaksanakan karena material belum tersedia.

«”Ruang kepala sekolah diganti seng. Belum kita buka karena seng belum datang.”»

Keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang disampaikan salah seorang pegawai MTsN 1 Subulussalam. Menurutnya, hingga saat ini belum ada penggantian seng pada bangunan sekolah yang diketahuinya.

«”Yang kami tahu, atap sembilan ruangan sudah dicat, termasuk kantor kepala sekolah, kantor guru, dan ruang perpustakaan. Belum ada atap seng yang diganti.”»

Perbedaan keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana progres rehabilitasi atap telah dilaksanakan dan bagian mana saja yang memang menjadi ruang lingkup pekerjaan sesuai dokumen kontrak.

Kendala lain juga disampaikan seorang pekerja asal Perbaungan, Sumatera Utara. Ia mengeluhkan keterlambatan pasokan material yang dinilai menghambat pekerjaan.

«”Kami sebagai pekerja merasa rugi kalau bahan-bahan tidak masuk. Sementara anggota kami tetap harus kami bayar setiap hari.”»

Keluhan tersebut mengindikasikan adanya hambatan penyediaan material yang berpotensi memengaruhi progres dan target penyelesaian proyek.

Berbagai temuan di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan. Hingga kini belum ada penjelasan terbuka mengenai siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan harian, bagaimana pengendalian mutu pekerjaan dilaksanakan, serta mengapa koordinasi dengan pihak sekolah dan Kementerian Agama tidak dilakukan sejak awal.

Berbagai pihak berharap Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh selaku penyelenggara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), maupun Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pengawasan secara maksimal agar pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis, volume kontrak, standar keselamatan kerja, serta penggunaan anggaran negara dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan penjelasan mengenai besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam maupun rincian volume pekerjaan sesuai dokumen kontrak.

Catatan Redaksi:

Nilai kontrak sebesar Rp28,46 miliar merupakan total anggaran Paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Aceh 1 yang mencakup 11 lokasi pekerjaan di Aceh. Besaran anggaran dan rincian pekerjaan untuk masing-masing lokasi, termasuk MTsN 1 Subulussalam, hanya dapat dipastikan melalui dokumen kontrak, Bill of Quantity (BQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau penjelasan resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh.

Berita Terkait

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional
Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo
PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji
89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah
90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah
Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB
Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan
TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:27 WIB

Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:30 WIB

KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB