PENANGGALAN, teropongbarat.com — Piala Mukim Penanggalan tak sekadar perkara siapa mencetak gol lebih banyak. Di tengah riuh pertandingan, turnamen ini diharapkan menjadi ruang untuk merawat persaudaraan dan kebersamaan warga.
Kepala Mukim Penanggalan, Haris Muda Bancin, mengingatkan pemain, official, suporter, dan masyarakat agar tidak membawa rivalitas di lapangan menjadi perselisihan di luar pertandingan.

“Boleh berbeda dukungan dan pilihan tim, tetapi kita tetap satu keluarga dan satu masyarakat. Jadikan sepak bola sebagai pemersatu, bukan sumber perpecahan,” kata Haris.
Menurut dia, menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Karena itu, setiap tim harus siap menerima hasil dengan lapang dada dan tetap menghormati lawan.
Haris juga meminta pemain dan suporter tidak mudah terpancing emosi, terutama ketika terjadi perbedaan keputusan wasit. Menurut dia, kedewasaan dalam menyikapi pertandingan justru menjadi ukuran penting keberhasilan sebuah turnamen.
Pesan serupa disampaikan Kapolres Subulussalam AKBP Mhd. Yusuf, S.I.K. Ia mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban selama Piala Mukim berlangsung.
“Harapan kita pertandingan berlangsung aman, tertib dan nyaman. Jangan sampai karena sepak bola, hubungan persaudaraan dan silaturahmi masyarakat justru terganggu,” ujar Kapolres.
Bagi Kapolres, ukuran keberhasilan Piala Mukim bukan semata-mata siapa yang mengangkat trofi. Turnamen akan lebih berarti jika seluruh pertandingan berlangsung sportif, aman, dan menjadi hiburan yang sehat bagi masyarakat.
Dengan begitu, Piala Mukim Penanggalan bukan hanya meninggalkan catatan tentang skor dan juara, tetapi juga tentang bagaimana sepak bola mampu mempertemukan masyarakat dalam semangat persaudaraan.
(Anton Steven)















































