Pengelola yang disebut berinisial *“Cip”* sempat menyatakan seluruh perizinan Galian C telah beres.  

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 22:11 WIB

4016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUWANGI, JATIM // Gumuk Kesambi, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh mendadak panas. Aktivitas tambang Galian C di sana kembali disorot tajam. Di satu sisi pengelola mengklaim “izin sudah lengkap”. Di sisi lain, truk-truk bermuatan batu dan tanah urug sudah hilir-mudik diperjualbelikan.  Pertanyaannya satu: *legal atau akal-akalan?*

### *KLAIM VS FAKTA DI LAPANGAN*

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengelola yang disebut berinisial *“Cip”* sempat menyatakan seluruh perizinan Galian C telah beres.

Namun hasil komunikasi dan penelusuran *YBH Pegasus Patalala* justru menemukan kejanggalan. Salah satu dokumen krusial *RKAB – Rencana Kerja dan Anggaran Biaya* disebut belum tuntas.

Anehnya, kegiatan penambangan tetap jalan. Material tetap digali, diangkut, dijual.

“Kalau izinnya lengkap, kenapa masih ada yang belum beres? Kalau belum beres, atas dasar apa berani jualan?” ketus sumber internal YBH.

### *KLARIFIKASI BUNTU, AJAK KETEMU MALAM-MALAM*

Ketua Umum YBH Pegasus Patalala, *Joko Hariyanto, S.H.*, mengaku sudah meminta klarifikasi terbuka lewat WhatsApp. Jawabannya? Buntu.

Bahkan, pertemuan malah diarahkan ke rumah pribadi dan kantor ASPAMIN pada malam hari.

“Ini persoalan publik, menyangkut hukum dan lingkungan. Seharusnya dibahas terang-terangan di kantor dan jam kerja, bukan sembunyi-sembunyi malam-malam,” tegas Joko.

Lebih greget lagi, “Cip” disebut-sebut mengaku sebagai *Sekretaris ASPAMIN*. Setelah ditelusuri, status itu *belum bisa dikonfirmasi kebenarannya*.

### *JALAN RUSAK, RAKYAT YANG NGERASAIN*

Sementara perizinan masih simpang siur, dampaknya sudah nyata.

Jalan desa yang dilalui truk pengangkut kini retak, bergelombang, berlubang. Begitu hujan turun, jalan berubah jadi arena seluncur yang berbahaya.

“Jangan sampai nyawa warga jadi taruhan demi segelintir keuntungan,” ujar warga sekitar.

### *TANTANGAN TERBUKA: APH JANGAN DIEM SAJA!*

Geram dengan situasi ini, YBH Pegasus Patalala melempar tantangan terbuka.

*APH, Polda Jawa Timur dan Gakkum KLHK diminta turun langsung ke lokasi. Sekarang!*

Cek dokumen. Cek izin. Cek aktivitas. Cek dampak.

“Jangan nunggu laporan. Turun, buktikan! Kalau memang legal, kami dukung. Tapi kalau ilegal dan merusak, sikat sesuai hukum yang berlaku,” tantang Joko.

“*Kami tidak anti investasi, tidak anti tambang.* Tapi legalitas harus jelas. Dampak ke masyarakat harus dipikirkan,” pungkasnya.

Kini bola panas ada di tangan APH. Masyarakat Cantuk hanya menunggu satu jawaban: *Ini tambang legal atau tambang liar berkedok izin?*

Pihak pengelola yang disebut berinisial *Cip* tetap kami beri ruang hak jawab.

Redaksi//

Teropongbarat.com 

_Tim Investigasi

Berita Terkait

Rocky Gerung: Belajar Pertanahan Berarti Belajar Hukum, Politik hingga Ekologi
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Masuki Babak Baru, STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN
Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita
Kecelakaan Maut di Tol Medan-Tebing Tinggi KM 66, Penumpang Innova Tewas
Laka Lantas Beruntun di Perbaungan, Pengendara CBR Tewas Usai Tabrak Minibus dan Kontainer
🇮🇩 SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI KE-81 RW 05 JEMUNDO 🇮🇩
Jalan Amblas Nglojo: 1,5 Tahun Terbengkalai, warga Histeris Minta Korban Baru Digubris!

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:32 WIB

Kunjungi Polsek Blangkejeren, Kapolres Gayo Lues Cek Disiplin, Kesiapan Personel dan Kelengkapan Pelayanan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:53 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:03 WIB

APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:51 WIB

9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:29 WIB

BPBD Gayo Lues Terus Kawal Pembayaran Sewa Alat Berat ke BNPB

Berita Terbaru