Dari SPPG Cinta Maju, Menjaga Gizi dan Menggerakkan Ekonomi Masyarkat

REDAKSI ACEH SINGKIL

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 14:46 WIB

40455 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Taher

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Di balik seporsi makanan yang diterima penerima manfaat, terdapat rangkaian proses yang membutuhkan perencanaan, standar gizi, keamanan pangan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan.

Karena itu, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses tersebut berjalan sesuai standar dan tujuan program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem pelayanan MBG. SPPG tidak hanya berfungsi menyiapkan makanan, tetapi juga memastikan proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Salah satu contoh pelaksanaan di tingkat daerah dapat dilihat pada SPPG Cinta Maju di Kecamatan Blang Pegayon. PIC SPPG Cinta Maju, Edi Aprizal, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa, balita dan ibu hamil di wilayah tersebut.

Menurut Edi, selama pelaksanaan MBG, SPPG Cinta Maju belum menghadapi kendala berarti dalam menyalurkan makanan bergizi. Hal tersebut dilakukan dengan mengacu pada SOP yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Selama ini SPPG menyalurkan makanan bergizi belum pernah mendapatkan permasalahan dan kendala yang berarti karena kita menjalankan SOP yang dikeluarkan oleh BGN,” ujar Edi.

Selain menjalankan pelayanan gizi, keberadaan SPPG juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Edi menyebut SPPG Cinta Maju merekrut relawan dan berupaya menampung hasil pertanian lokal.

Hal ini menunjukkan bahwa MBG memiliki manfaat yang dapat melampaui aspek pemenuhan gizi. Ketika bahan pangan berasal dari masyarakat sekitar dan tenaga lokal ikut terlibat, program tersebut sekaligus dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Dalam perkembangan pelaksanaan MBG, keterlibatan sekolah, termasuk keberadaan kantin sekolah, juga dapat menjadi bagian yang mendukung ekosistem program. Namun, keterlibatan tersebut perlu ditempatkan sesuai dengan fungsi dan standar yang telah ditetapkan sehingga tujuan utama MBG tetap menjadi prioritas.

Sekolah merupakan lingkungan tempat peserta didik menerima makanan sekaligus mendapatkan pendidikan mengenai pola hidup sehat dan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Karena itu, sekolah dapat berperan dalam mendukung edukasi gizi, memastikan makanan dikonsumsi dengan baik, serta membantu pengawasan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, penyediaan makanan dalam program MBG membutuhkan standar yang terukur. Mulai dari pemilihan bahan pangan, kandungan gizi, kebersihan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga waktu makanan dikonsumsi.

Dengan pembagian peran yang jelas, SPPG dan sekolah dapat saling memperkuat. SPPG memastikan aspek penyediaan dan pemenuhan standar gizi, sedangkan sekolah dapat mendukung edukasi, penerimaan dan pemanfaatan makanan bergizi oleh peserta didik.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana MBG memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pengadaan bahan pangan dari petani, peternak, pedagang, UMKM dan pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok apabila memenuhi standar yang dibutuhkan.

Dalam konteks ini, pengalaman SPPG Cinta Maju yang melibatkan relawan dan menampung hasil pertanian lokal menjadi contoh bahwa program MBG dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, pelaksanaan MBG tentu akan terus mengalami penyempurnaan. Setiap inovasi atau penyesuaian mekanisme sebaiknya tetap berpegang pada tujuan awal program, yaitu menyediakan makanan yang bergizi, aman, berkualitas dan tepat sasaran.

Penguatan peran SPPG, sekolah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaku usaha dan masyarakat menjadi penting agar MBG tidak hanya berhasil dalam penyaluran makanan, tetapi juga membangun kesadaran tentang gizi dan menciptakan manfaat sosial-ekonomi yang lebih luas.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MBG bukan hanya berapa banyak makanan yang dibagikan setiap hari. Lebih dari itu, keberhasilan dapat dilihat dari apakah anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, apakah makanan yang diberikan aman dan berkualitas, serta apakah program tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar.

Karena itu, menjaga tujuan utama MBG menjadi tanggung jawab bersama. SPPG sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program, sekolah sebagai lingkungan pendidikan, serta masyarakat sebagai bagian dari rantai ekonomi dan penerima manfaat perlu berjalan dalam satu arah.

MBG bukan sekadar program pemberian makanan. Di dalamnya terdapat investasi untuk kesehatan anak, kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berita Terkait

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai
Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*
KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB