Bupati Aceh Tenggara Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit di Lawe Sigala-Gala

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 16:59 WIB

40544 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, Teropong Barat |  Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor industri pengolahan hasil perkebunan. Salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut adalah pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) oleh PT Kocan Mutiara Sawit, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, S.E., M.M., di Desa Mulie Dame, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Rabu (24/9/2025).

Acara berlangsung dengan tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan”. Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim oleh Bupati secara simbolis.

Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry menyampaikan dukungannya terhadap investasi di bidang industri hilir kelapa sawit. Ia meyakini, hadirnya PKS akan menjadi pemicu baru pertumbuhan perekonomian di wilayah Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pabrik ini bukan hanya simbol pembangunan fisik, namun juga cerminan optimisme kita semua dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal. Dengan luas kebun sawit mencapai sekitar 2.568 hektar, ini adalah momentum yang tepat untuk memperkuat industri pengolahan sawit di daerah kita,” ujar Salim.

Salim menuturkan, PT Kocan Mutiara Sawit adalah perusahaan yang memiliki pengalaman kuat dalam industri kelapa sawit, dan saat ini telah memiliki sedikitnya 10 anak usaha di sektor yang sama. Ia juga menyinggung kapasitas produksi sawit di Aceh Tenggara yang mencapai rata-rata 450 ton per hari, namun masih menghadapi kendala pemasaran serta pengolahan akibat keterbatasan infrastruktur industri.

“Dengan adanya pabrik ini, petani tidak perlu lagi mengirim hasil panen ke luar daerah dengan biaya tinggi. Ini tentu akan meringankan beban pekebun dan meningkatkan pendapatan mereka,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPRK Aceh Tenggara Denni Febrian Roza, Sekretaris Daerah Yusrizal, S.T., Kapolres AKBP Yulhendri, S.I.K., S.H., pimpinan OPD, para camat, Kepala Pimpinan Bank Aceh, serta tokoh masyarakat dan para keuchik dari berbagai desa. Turut hadir pula mantan Bupati Agara Drs. Syahbuddin, B.P., mantan Wakil Bupati H. Darmansah, serta Komisaris Utama PT Kocan Mutiara Sawit.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Bupati, Syahbuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya investor yang serius membangun industri perkebunan di Aceh Tenggara. Ia menyebut keberadaan PKS akan memberikan solusi nyata bagi petani sawit lokal yang selama ini kesulitan memasarkan hasil panennya karena ketiadaan fasilitas pengolahan.

“Dengan berdirinya pabrik ini, ke depan kita tidak perlu lagi menanggung ongkos mahal untuk membawa sawit ke luar daerah. Ini tentu akan menjadi angin segar bagi seluruh pekebun,” kata Syahbuddin.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Kocan Mutiara Sawit mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 30 ton per jam, dengan estimasi waktu operasi selama 8 jam per hari.

“Ungkapan terima kasih dari tokoh masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi kami. Komitmen kami adalah menyelesaikan pembangunan pabrik ini hingga beroperasi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para petani memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki untuk menanam sawit agar dapat meningkatkan hasil pertanian serta menjawab kebutuhan bahan baku pabrik.

Pembangunan PKS ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi perkebunan rakyat dengan pengolahan industri yang efisien dan berorientasi pasar, serta mendorong penguatan struktur ekonomi lokal di Aceh Tenggara secara keseluruhan.

Laporan: Sadikin

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru