Dua dekade jalan rusak berlubang dibukit cikasungka ,solear belum kuunjung direalisasikan hanya janji dan janji.

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 18:15 WIB

4051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropongbarat.com Sudah dua dekade jalan kehancuran dan lubang Menganga di Bukit cikasungka desa cikasungka kecamatan solear kabupaten tangerang dibiarkan rusak parah. Lubang-lubang tak pernah ditambal, lumpur tak pernah dikeringkan, dan penderitaan Masyarakat tak pernah dicatat dalam agenda resmi.

 

Tapi setiap tahun, pemerintah bicara tentang visi, misi, dan program strategis. Dalam pusaran itulah lahir satu pertanyaan publik: “Apa sebenarnya isi kepala para perancang kebijakan di Kabupaten Tangerang?”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

SYAFRUDIN, SM Menyampaikan, Kebijakan publik dalam teori dan praktik yang sehat adalah seni mendengar suara paling pelan dan menjawab kebutuhan paling mendesak. Tapi di Kabupaten Tangerang yang terjadi justru sebaliknya:

 

– Jalan Bukit cikasungka rusak parah selama 28 tahun, belum ada kebijakan prioritas.

 

– Program pembangunan rutin berjalan, tapi jalan yang mengantar Masyarakat ke layanan publik justru dibiarkan rusak.

 

Pemerintah tahu data. Pemerintah punya musrenbang. Pemerintah punya rapat koordinasi dan studi kelayakan. Tapi jalan bukit cikasungka tetap jadi penanda bahwa kebijakan di daerah ini lebih sibuk berpidato daripada berbuat.

 

Setiap tahun, kata-kata seperti “integrasi”, “konektivitas”, “penguatan layanan dasar”, dan “efisiensi fiskal” dipajang di papan presentasi. Tapi Masyarakat Bukit cikasungka hanya butuh satu kata: BETONISASI.

 

Dan ketika kata itu tidak pernah muncul dalam APBD, maka itu bukan kekurangan teknis, tapi kejahatan kebijakan.

 

Kalau Jalan tersebut Tidak Masuk Prioritas, Apa Sebenarnya Prioritas Pemerintah?

 

Mungkin yang masuk prioritas adalah:

 

– Memperindah taman kota, agar bisa difoto.

 

– Merenovasi kantor dinas, agar ruangan rapat makin nyaman.

 

– Mengadakan pelatihan-pelatihan dengan anggaran besar, tapi output minim.

 

 

Karena rupanya di Kabupaten Tangerang, jalan rusak tidak dianggap seksi. Lubang tidak menghasilkan pencitraan. Dan penderitaan rakyat tidak cukup layak untuk masuk rencana kerja tahunan.

 

Masyarakat tidak butuh seminar. Masyarakat tidak butuh jargon.

 

Masyarakat hanya butuh jalan yang bisa dilewati motor, ambulans, dan harapan.

 

Dan jika kebijakan publik tidak sanggup menjawab itu, maka yang rusak bukan cuma jalan, tapi pikiran birokrasi itu sendiri.

 

SYAFRUDIN, SM menyebutnya sebagai “kebijakan kosmetik” tampak cantik di atas kertas, tapi omon omon di lapangan.

 

“Kalau pemerintah bilang ini soal anggaran, kami bertanya: Apakah nyawa kami tidak masuk tabel prioritas?” ujarnya.

 

Jika pemerintah ingin dipercaya, maka mulailah dengan memperbaiki jalan.

 

Karena tak ada kebijakan publik yang bisa dibenarkan jika ia gagal menjawab tuntutan paling Mendasar, tutupnya dengan Nada penuh kecewa .

Redaksi//

Teropongbarat.com

Arif

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Wartawan Ditahan, Dugaan Pengedar Obat Keras Justru Lolos dari Jerat Hukum. Kapolsek Teluknaga Siap di Propamkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenaker Kemenlu Perjuangkan TKW Libia Kembali Ke Indonesia!!!

Senin, 15 Juni 2026 - 17:40 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:06 WIB

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Kini Berani Urus Sertipikat Tanah Sendiri Tanpa Calo

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:07 WIB

Temui Gus Ipul ,Syah Afandin Perjuangkan Tambahan Bantuan Korban Banjir Langkat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:23 WIB

Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya: Stop Tawuran, Anarkis, Vandalisme dan Tolak Narkoba

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:17 WIB

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:55 WIB