HUT ke-81 RI, ATR/BPN Luncurkan Tiga Terobosan: Pengukuran Maksimal 7 Hari, Balik Nama Ditarget 10 Hari

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

40121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, teropongbarat.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai titik penting untuk mempercepat reformasi pelayanan pertanahan.

Tiga terobosan sekaligus diluncurkan pada 17 Agustus 2026, yakni Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi atau balik nama, serta Organisasi Berbasis Wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peluncuran dilakukan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat, Senin (17/8/2026), dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pertanahan yang lebih cepat, terukur, serta memberikan kepastian kepada masyarakat.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa inovasi tersebut bukan sekadar perubahan sistem, tetapi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh kepastian ketika berurusan dengan kantor pertanahan.

«“Asas kita melakukan inovasi ini adalah memberikan kepastian sama masyarakat, kapan masalahnya selesai kalau dia datang ke BPN. Jadi tidak boleh orang datang ke BPN itu tidak ada kepastian kapan masalahnya selesai,” ujar Nusron.»

Pengukuran Maksimal Tujuh Hari

Transformasi pertama menyasar layanan Pengukuran Terjadwal dalam proses pendaftaran tanah.

Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi menghadapi ketidakpastian panjang mengenai kapan pengukuran tanah dilakukan. Masa tunggu pengukuran ditetapkan maksimal tujuh hari, sementara penyelesaian berkas ditargetkan dalam waktu lima hari.

Nusron menyatakan layanan tersebut telah berjalan di sejumlah kantor dan mulai 17 Agustus 2026 dinyatakan efektif di 446 Kantor Pertanahan.

“Pengukuran Terjadwal, meskipun sudah banyak yang berjalan, kita nyatakan efektif juga hari ini di 446 kantor. Ini kado buat rakyat Indonesia,” katanya.

Balik Nama Ditarget Selesai 10 Hari

Terobosan kedua menyangkut layanan Peralihan Hak Terintegrasi, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai proses balik nama sertifikat.

Kementerian ATR/BPN menetapkan target agar keseluruhan proses pelayanan tersebut dapat diselesaikan maksimal 10 hari efektif.

Kebijakan ini diharapkan memangkas ketidakpastian waktu yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam pelayanan pertanahan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian administrasi atas hak tanahnya.

“Dengan suasana yang baik pada 17 Agustus 2026 ini, saya nyatakan pelayanan Peralihan Hak Terintegrasi dengan target penyelesaian 10 hari efektif diberlakukan mulai hari ini,” tegas Nusron.

Struktur Organisasi Ikut Dirombak

Transformasi ketiga tidak hanya menyentuh sistem pelayanan, tetapi juga internal Kementerian ATR/BPN.

Melalui penerapan Organisasi Berbasis Wilayah, Kementerian ATR/BPN mulai menerapkan struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) baru pada 10 Kantor Pertanahan.

Dalam skema tersebut, penataan jabatan Kepala Seksi (Kasi) dilakukan berdasarkan wilayah kecamatan atau kelurahan. Pendekatan ini diharapkan membuat pengelolaan pelayanan lebih dekat dengan karakteristik wilayah dan persoalan pertanahan yang dihadapi masyarakat.

Peluncuran tiga transformasi ditandai dengan penekanan tombol oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid bersama Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, Inspektur Jenderal ATR/BPN Pudji Prasetijanto Hadi, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi, serta Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Virgo Eresta Jaya.

17 Kantah Jadi Pilot Project Balik Nama

Untuk memastikan transformasi berjalan dengan penuh tanggung jawab, sebanyak 17 Kepala Kantah yang menjadi lokasi pilot project fase I Peralihan Hak Terintegrasi melakukan penandatanganan Pakta Integritas.

Enam Kepala Kantah menandatangani secara langsung, yakni dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Depok.

Sementara 11 Kepala Kantah lainnya mengikuti penandatanganan secara daring, masing-masing dari Kota Surabaya I, Kabupaten Malang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Batam, Kota Pontianak, Kota Samarinda, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kota Makassar, dan Kota Kupang.

Pakta Integritas tersebut juga ditandatangani Dirjen PHPT Asnaedi.

“Pelayanan Publik Adalah Hak Dasar”

Nusron menegaskan, transformasi pelayanan merupakan keniscayaan di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang cepat dan pasti.

Menurutnya, inovasi tidak boleh keluar dari koridor peraturan perundang-undangan. Namun pada saat yang sama, regulasi juga harus diterjemahkan ke dalam pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Esensi pelayanan publik adalah menciptakan kepuasan masyarakat karena pelayanan publik itu hak dasar daripada warga negara. Kita sebagai pemerintah, sebagai aparatur negara harus memberikan hak dasar warga negara,” tegasnya.

Dengan tiga terobosan tersebut, Kementerian ATR/BPN menempatkan kecepatan, kepastian, dan kedekatan pelayanan sebagai bagian penting dari transformasi pertanahan.

Momentum HUT ke-81 RI pun tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengubah wajah pelayanan pertanahan agar semakin cepat, modern, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian ATR/BPN, Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat beserta para Kepala Kantah, Kepala Bapenda Provinsi DKI Jakarta, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Wali Kota Jakarta Barat, serta unsur Forkopimda.

  1. (*)

Berita Terkait

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo
PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji
89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah
90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah
Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB
Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan
TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia
BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Polres Batu Bara Salurkan 105 Paket Sembako kepada Warga Terdampak Banjir di Gambus Laut

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid At-Taubah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Resmi Dimulai, Polda NTB Kerahkan 578 Personel Gabungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:39 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako

Berita Terbaru