Lahan Kritis Pakpak Bharat, Subulussalam Dan Singkil Butuh Perhatian Serius Rawan Bencana

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:47 WIB

40229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Teropong Barat.com/ Menghawatirkan, luasnya lahan dan hutan kritis di Pakpak Bharat, Subulussalam, dan Aceh Singkil mendesak adanya program rehabilitasi lahan secara intensif. Bencana alam seperti longsor dan erosi terus terjadi akibat kerusakan lingkungan yang parah di wilayah tersebut.

Ketua Forum DAS “Pakpak Bharat Singkil Kombih”, Anton Tinendung, menyoroti kurangnya perhatian dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu Sei Ular Medan terhadap permasalahan ini.(10/Mei/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anton mengungkapkan bahwa mayoritas program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan kegiatan terkait terfokus pada Aceh Tenggara, sementara daerah-daerah seperti Pakpak Bharat, Subulussalam, dan Aceh Singkil yang juga memiliki lahan kritis yang luas, terabaikan. Ia mendesak agar Kepala BPDAS dan tim verifikasi KBR tahun 2025 lebih jeli dan fokus dalam penyaluran bantuan, serta menghindari praktik nepotisme.

“Proposal permohonan dari Pakpak Bharat, Subulussalam, dan Aceh Singkil sejak tahun 2023 dan 2024 cukup banyak diajukan ke BPDAS Wampu Sei Ular Medan. Harusnya lahan kritis di daerah kami ini yang lebih diprioritaskan,” tegas Anton. Ia menambahkan bahwa Forum DAS akan mengawasi proses verifikasi yang dilakukan oleh tim BPDAS.

Kondisi lahan kritis di Pakpak Bharat, Subulussalam, dan Aceh Singkil yang semakin memprihatinkan memerlukan tindakan nyata dan segera dari BPDAS Wampu Sei Ular Medan. Program KBR dan rehabilitasi lahan lainnya sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana alam dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.)//Sumber: TIM FMDAS Sumut-Aceh.

 

Berita Terkait

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:25 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 07:29 WIB

Curi Besi Tembaga Seberat 70 Kg, Personil Polsek Bissappu Berhasil Amankan Pelaku Pencurian

Rabu, 15 April 2026 - 16:55 WIB

BRI Cabang Bantaeng Tegaskan Proses Lelang Agunan Debitur Telah Sesuai Ketentuan

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Kegiatan Posyandu, Warga Antusias Ikuti Pelayanan Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 23:00 WIB

Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris, Ketua RW Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng

Selasa, 14 April 2026 - 14:07 WIB

Pastikan Penyebab Kematian Aipda M. Taufik, Tim Otopsi Dokpol dari Biddokkes Polda Sulsel Gelar Ekshumasi

Senin, 13 April 2026 - 19:16 WIB

Dua Remaja Korban Hanyut di Air Terjun Parampangi Ditemukan Meninggal Dunia di Pesisir Pantai

Berita Terbaru