Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

4013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Subulussalam, detiknasional.com. Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, Antoni Tinendung, membantah keras isu yang menyebut program pengadaan wifi desa merupakan “titipan” aparat penegak hukum (APH).

Ia menegaskan program tersebut murni berasal dari proposal pihak swasta dan bertujuan mendukung pembangunan desa serta pemberdayaan pengusaha lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Antoni, program pengadaan wifi desa justru menjadi peluang bagi putra daerah untuk berkembang melalui mekanisme pengadaan yang sah, termasuk melalui E-Katalog.

“Setahu kami ini murni proposal pihak swasta dan peruntukannya jelas, bukan titipan APH sebagaimana isu yang berkembang. Program seperti ini juga memberdayakan pengusaha dan putra daerah Aceh, jadi mari kita dukung bersama,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Ia juga mengakui bahwa pada tahun-tahun sebelumnya memang pernah ada sejumlah pengadaan wifi desa yang hasilnya dinilai kurang maksimal. Bahkan beberapa desa disebut kecewa karena jaringan yang dipasang oleh pengusaha luar daerah tidak berjalan optimal dan sulit diakses masyarakat.

“Memang dulu ada beberapa desa yang kecewa akibat pengadaan wifi oleh pengusaha luar. Hasilnya tidak maksimal dan masyarakat kurang merasakan manfaatnya. Tapi sekarang regulasi semakin ketat dan pengawasannya juga lebih jelas,” katanya.

Menurut Antoni, kondisi saat ini berbeda karena pihak swasta yang mengajukan program telah menyiapkan proposal yang lebih terbuka, mudah diakses, dan dapat dikaji oleh pemerintah desa maupun dinas terkait.

“Sekarang proposalnya jelas dan mudah diakses. Ini juga bagian dari kepedulian putra daerah terhadap pembangunan Kota Subulussalam, khususnya dalam mendukung digitalisasi desa,” tambahnya.

Ia menilai keterlibatan pengusaha lokal dalam pembangunan daerah perlu diberikan ruang agar manfaat ekonomi juga dirasakan masyarakat setempat.

“Dulu orang luar bahkan diberi keleluasaan berusaha di daerah kita. Sekarang ketika putra daerah ingin membangun melalui jalur resmi seperti E-Katalog, kenapa malah dipersoalkan,” lanjut Antoni.

Ia juga berharap pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Subulussalam dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap manfaat dan dampak program tersebut sebelum mengambil keputusan.

“Kalau ada segelintir pihak yang belum setuju, itu hal yang wajar. Bisa jadi karena belum memahami manfaat program secara menyeluruh,” katanya.

Di sisi lain, isu dugaan program titipan pengadaan wifi desa senilai Rp20 juta per desa kembali mencuat di sejumlah wilayah di Kota Subulussalam. Beberapa pihak mempertanyakan efektivitas program tersebut di tengah keterbatasan anggaran desa.

Meski demikian, sejumlah kepala desa mengakui kebutuhan jaringan internet di desa memang cukup penting untuk mendukung pelayanan masyarakat dan administrasi pemerintahan desa.

Polemik program wifi desa ini pun memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian mendukung digitalisasi desa sebagai kebutuhan masa kini, sementara sebagian lainnya meminta transparansi penuh terkait mekanisme pengadaan, manfaat program, dan pihak-pihak yang terlibat.(*(.salman

Berita Terkait

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas
75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak
Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Kapolda Aceh Tuntaskan Dugaan Penganiayaan dan Mafia Tanah Transmigrasi Longkib
“Kalau Sudah Begini, Tentunya Ada Kekeliruan” Pengakuan PPAT Surya Dharma Jadi Titik Balik Dugaan AJB Bermasalah di Lae Saga
PPAT Akta Notaris Surya Dharma Digeruduk Pengakuan PPAT Surya Dharma Jadi Titik Balik Dugaan AJB Bermasalah di Lae Saga
Keterlibatan PPAT Surya Darma Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Profesionalisme Penerbitan AJB di Subulussalam

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:15 WIB

Material Lumpur di Jalan Nasional Aceh Tenggara–Medan Dibersihkan, BPJN Aceh 3.5 Pastikan Jalur Aman

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:57 WIB

Dewas Baitulmal Klarifikasi Narasi mengatas Namakan Baitul Mal Agara dalam Dugaan Penyalah gunaan Dana Zis Rp 3, 8 Milyar

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:44 WIB

Gagal Lindungi Jurnalis, Intimidasi Diduga Dilakukan Oleh Oknum Aparat Kepolisian. Demo Penolakan pergub No 2 Tahun 2026 JKA

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:29 WIB

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:11 WIB

Proyek Irigasi Lawe Harum Tuai Kritik Keras, Petani Mengaku Belum Rasakan Manfaat Meski Anggaran Negara Sudah Habis Digunakan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:46 WIB

Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:12 WIB

Ketua K3S Babussalam Berikan Klarifikasi, Lamsin SKD Serukan Saling Memaafkan

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:43 WIB

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara

Berita Terbaru

NASIONAL

Harba PII ke-79 Jadi Ruang Konsolidasi Pelajar Islam Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:39 WIB