Lembaga GNPM Sorot Pekerjaan CV Mega Buana Persada Tidak Berkualitas

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 19:11 WIB

40103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – teropongbarat.com | Proyek pembangunan sarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar yang didanai oleh APBN-SBSN tahun anggaran 2025 senilai Rp2.548.500.000, mengalami insiden ambruknya tiang-tiang penyangga pada tanggal 4 November 2025. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana proyek, CV Mega Buana Persada.

Menurut pantauan di lapangan, tiang-tiang yang baru saja dipasang tersebut roboh secara tiba-tiba, mengindikasikan adanya kegagalan konstruksi yang signifikan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pekerja dan kualitas bangunan yang akan digunakan oleh para siswa dan guru MIN 2 Takalar.

DPP Kabiv Investigasi Gerakan Nusantara Pengabdi Masyarakat (GNPM), Adi Silele, menyatakan kekecewaannya atas kejadian ini. Ia mempertanyakan penyebab ambruknya tiang-tiang tersebut, apakah disebabkan oleh campuran bahan yang tidak sesuai standar, penggunaan pasir yang bercampur tanah, tidak adanya cakar ayam sebagai fondasi, penggunaan besi yang terlalu kecil, ataukah kontraktor tidak memiliki kompetensi di bidang konstruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat disayangkan proyek pembangunan sarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Takalar yang dikerjakan CV Mega Buana Persada roboh tiangnya semua. Ada apa ini?,” ujar Adi Silele saat dikonfirmasi oleh awak media di alun-alun kota Takalar pada tanggal 5 November 2025.

Adi Silele mendesak pihak Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan konsultan pengawas, CV Lingkar Karya Consul, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Ia juga meminta agar dilakukan audit terhadap seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan, untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor, CV Mega Buana Persada, belum memberikan klarifikasi terkait insiden ambruknya tiang-tiang proyek pembangunan MIN 2 Takalar. Awak media masih berupaya untuk mendapatkan tanggapan dari pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Insiden ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek-proyek pembangunan pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek, demi memastikan kualitas bangunan yang baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Bersambung……

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama
KBPP Polri Sumut Surati Kapolri Untuk Perpanjangan Waktu Calon Ketua Umum Pada Munas VI
Rumah Inspiratif Kelana dan Dinas Kelautan Perikanan Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:45 WIB

Kontraktor Bukan Debt Collector: Penyegelan Kantor Pemko Subulussalam Jadi Cermin Kacau Tata Kelola

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Selasa, 21 April 2026 - 10:55 WIB

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Berita Terbaru