Proyek Saluran U-Ditch Petemon Barat Surabaya Menuai Polemik, Diduga Asal-asalan Pihak Kontraktor Berdalih

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 6 Juni 2024 - 19:04 WIB

40636 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA _ TEROPONG BARAT _ Pekerjaan Saluran U-Ditch 80/90 dengan cover gahdar 10 Ton di Petemon Barat RT 1 dan 2, RW 2 Surabaya senilai Rp.1.521.175.716 dari APBD tersebut menuai polemik, dimana beberapa hari yang lalu menjadi sorotan dan di keluhkan warga setempat. Dengan dugaan pekerjaan asal jadi (asal-asalan) tanpa menerapkan metode teknis pelaksanaan drainase dan diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek).

Penerapan dewatering tidak dilakukan oleh penyedia sebagaimana tertuang di Permen PU Nomor 12 tahun 2014.

“Seharusnya, untuk metode teknis pelaksanaan saluran, pemasangan U-Ditch harus dikerjakan dalam kondisi kering”, ungkap Ahmad Mudabir (Aktivis Pegiat Anti Korupsi), minggu (02/06/2024) kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut, Ahmad Mudabir, tidak boleh ada genangan air serta harus dipasang pada lapisan tanah yang sudah di keraskan yaitu urugan pasir padat.

“Jadi, jika ada paket pekerjaan saluran yang tidak melakukan dewatering, patut diduga akan kualitasnya”, jelasnya.

Fakta dilapangan pekerjaan saluran U-Ditch di petemon barat tersebut tidak di laksanakan dewatering.

“Tidak ada pengurusakan pasir mas, langsung pasang”, jelas warga setempat. Selasa (04/06/2024).

Namun, pihak kontraktor berdalih bahwa telah melakukan dewatering, akan tetapi air tetap mengalir, sedangkan untuk samping kanan dan kiri sudah menggunakan sertu.

” Di Surabaya tidak bisa di lakukan dewatering, karena setiap di sedot airnya tetap mengalir. Untuk kanan kiri sebagian sudah di sirtu”, ucap kontraktor kepada awak media.Rabu (05/06/2024).

Terkait ungkapan pihak kontraktor (penyedia), menurut warga setempat Opick bahwa pihak kontraktor (Penyedia) tidak pernah melakukan dewatering. Jika pihak penyedia,mengaku sudah melakukan dewatering.

“Tidak nampak penyedia atau pihak kontraktor mendatangkan sirtu”, tegasnya. Kamis (06/06/2024).

Opick mengaku dirinya memiliki bukti dokumentasi, jika pihak kontraktor tidak melakukan dewatering apalagi timbunan sirtu.

“tidak ada sirtu di lokasi pekerjaan” ungkapnya kepada awak media Teropongbarat.com.

Ia juga menambahkan, “jika memang benar pihak penyedia telah melakukan pekerjaan dengan baik, tidak masalah, sah-sah saja beliau mengatakan seperti itu”, tuturnya.

Sebagai amanat peraturan perundang-undangan, berpartisipasi masyarakat dalam  pencegahan dan pemberantasan korupsi, pihak warga setempat akan melaporkan dugaan tersebut ke pihak terkait

“Kami akan membuat laporan masyarakat atas dugaan tersebut serta meminta BPK RI Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audit atas paket tersebut”, tegas Opick.

Sampai berita ini di terbitkan pihak Dinas terkait masih bungkam. (AR Red)

Berita Terkait

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos
Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Lakalantas di Desa Biangkeke Merenggut Nyawa, Kasatlantas Polres Bantaeng Angkat Bicara
Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah
Polres Bantaeng Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Kedisiplinan dan Profesional
Babinsa Bonto Lebang Laksanakan Pendampingan Hanpangan di Lahan Persawahan Warga

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:49 WIB

Babinsa Desa Centini, Bulutigo, Bulubrangsi & Durikulon Kawal Penyaluran Bantuan Pangan, Pastikan Tepat Sasaran

Minggu, 19 April 2026 - 16:46 WIB

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora Dilaporkan Meninggal Dunia Setelah Menjadi Korban Penikaman Oleh Orang Tak Dikenal (OTK) 

Sabtu, 18 April 2026 - 19:57 WIB

polemik keberadaan jdeyo billiard and cafe disorot aktivis KLH dan media terkait perizinan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Aksi kejahatan jalanan yang menyasar warga kembali berhasil diungkap aparat kepolisian.

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

Peringatan HUT ke-74 Kopassus: Ketua DPC GRIB Jaya Rembang Haturkan Hormat dan Doa untuk Sang Baret Merah

Jumat, 17 April 2026 - 21:50 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Mulai Bangun Jembatan Gantung di Ulu Sosa

Jumat, 17 April 2026 - 10:34 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut

Kamis, 16 April 2026 - 22:47 WIB

Gianyar Perkuat Benteng Kerukunan, Rapat PAKEM Tegaskan Nihil Aliran Menyimpang

Berita Terbaru