Sistem Usang Menghasilkan Hobi Curang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:31 WIB

40291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd.

Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

Publik tengah dihebohkan dengan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Menanggapi hal ini, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pun buka suara. Dalam keterangan resminya, panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait adanya dugaan soal yang bocor di berbagai platform media sosial (medsos), panitia menegaskan bahwa itu bukan bocoran soal, melainkan kecurangan oknum peserta yang merekam soal di sesi pertama UTBK.

Panitia juga menyoroti adanya modus kecurangan baru oleh sejumlah peserta UTBK SNBT 2025, yakni memasang kamera yang tidak terdeteksi metal detector di behel gigi, kuku, ikat pinggang dan kancing baju. Dengan adanya modus baru ini, panitia berkomitmen untuk menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan investigasi lebih lanjut .

Dengan maraknya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025, panitia mengimbau seluruh penanggung jawab pusat untuk meningkatkan kecermatan pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruang ujian. Selain itu, penanggung jawab juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap para peserta saat ujian berlangsung.

Panitia SNPMB akan memberiksan sanksi bagi peserta UTBK SNBT 2025 yang terbukti melakukan kecurangan, yakni berupa pembatalan hasil ujian, diskualifikasi dari semua jalur SNPMB di PTN tanpa batas waktu dan pelaporan ke institusi pendidikan asal. Selain itu, panitia menekankan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak internal yang mungkin terlibat.

Panitia SNPMB pun berkomitmen untuk menjamin seluruh proses seleksi berlangsung secara adil dan transparan. Masyarakat pun diimbau untuk berpartisipasi dalam memberikan informasi kecurangan. https://www.beritasatu.com/nasional/2884922/heboh-kecurangan-utbk-snbt-2025-panitia-snpmb-buka-suara

Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan. Generasi muda yang diharapkan menjadi penerus pembangun peradaban mulia justru memanfaatkan teknologi untuk mengakali tes UTBK. Ini juga menjadi indikasi, betapa buruknya akhlak calon mahasiswa. Mereka dengan tenangnya berbuat curang, tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang akan dihadapi ketika ketahuan. Mau dibantah demikian rupa, inilah bukti gagalnya sistem pendidikan mewujudkan generasi berkepribadian Islam sekaligus memiliki keterampilan.

Mengapa sistem pendidikan negeri ini gagal membentuk generasi harapan? Karena sistem pendidikan berlandaskan sekuler kapitalisme. Pola pikir dan sikap yang abai terhadap ajaran agama (baca : Islam), menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan, perilaku curang menjadi kebiasaan. Ditambah lagi kapitalisme yang menjadikan materi/kekayaan sebagai poros kebahagiaan. Mental pun menjadi culas, lemah, malas bekerja keras, tidak kapabel bahkan cenderung serakah. Bisa dibayangkan ketika mereka menjadi pejabat sungguhan. Korupsi bak lingkaran setan tak berkesudahan. Dosa dan neraka bagaikan dongeng 1001 malam.

Menuntut ilmu kering dari nilai ruhiyah. Yang penting nilai bagus, entah bagaimana pun caranya. Tak terkecuali belajar agama. Tidak membekas pada perilaku siswa, seolah-olah mereka tak pernah belajar agama sama sekali.

Islam sebagai agama yang tidak hanya mengatur urusan spiritual, juga memiliki sistem pendidikan yang aplikatif dan komprehensif. Pendidikan diposisikan sebagai bagian dari syariat Islam yang diterapkan oleh negara Islam. Secara mendasar, akidah Islam mewajibkan umat Islam berbuat takwa (menjalankan segala perintah Allah Taala dan menjauhi segala larangan-Nya) sebagai konsekuensi keimanan pada-Nya. Allah Taala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS Ali Imran [3]: 102).

Ketakwaan ini terwujud pada semua sistem yang negara terapkan, tak terkecuali sektor pendidikan. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian islami (syakhsiyyah al-Islamiyyah) dan membekali para peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kehidupan. Metode pendidikan dirancang untuk merealisasikan tujuan tersebut. Setiap metode yang berorientasi bukan kepada tujuan tersebut, maka dilarang (Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah, Muqaddimah Dustur pasal 167).

Strategi pendidikan adalah membentuk pola pikir islami (akliah islamiah) dan pola jiwa islami (nafsiah islamiah). Seluruh materi pelajaran yang akan diajarkan disusun atas dasar strategi tersebut. Adapun kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islam. Seluruh materi pelajaran dan metode pengajaran dalam pendidikan disusun agar tidak menyimpang dari landasan tersebut (Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah, Muqaddimah Dustur pasal 165—166). Dengan tujuan, strategi, dan kurikulum pendidikan Islam ini terwujudlah sistem pendidikan yang penuh ketakwaan.

Para siswa bersemangat menuntut ilmu demi meraih ridha Allah Taala karena Allah memerintahkan umat Islam untuk menuntut ilmu berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah no. 224). Tujuan belajar adalah untuk meraih ridha Allah, bukan cuan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat nanti.”(HR Abu Daud).

Dengan sistem pendidikan Islam, mewujudkan siswa-siswi yang jauh dari perilaku curang tidak lagi hanya jadi khayalan. Sebab menjunjung kejujuran dalam ujian adalah bagian dari pelaksanaan syariat Islam.

Apalagi pendidikan dalam sistem Islam diselenggarakan negara secara gratis bagi seluruh rakyat. Semua orang berkesempatan belajar, tanpa memperhatikan kondisi ekonominya. Meski gratis, kualitas pendidikan dijamin bagus, bahkan terbaik dibandingkan negara-negara yang lain.

Fasilitas, sarana, prasarana, dan infrastruktur disediakan negara dengan kualitas terbaik sehingga bisa menyelenggarakan pendidikan secara optimal tanpa terkendala anggaran. Baitulmal membiayai semua kebutuhan pendidikan, baik untuk infrastruktur sampai gaji guru. Guru pun memperoleh gaji yang tinggi sehingga fokus mengajar siswanya.

Sudah saatnya sistem sekuler kapitalis ditinggalkan. Karena ianya hanya menjadikan manusia menghamba kepada hal usang yang sedari dulu ada dalam jiwa, bahkan pada hewan juga, yaitu hawa nafsu. Hanya dalam sistem kehidupan Islam, terciptalah masyarakat bertakwa dan jauh dari tindakan curang, termasuk dalam pendidikan. Wallahualam.

Berita Terkait

Serunya “Pilkada Mini” di MTs Swasta Sukaramai: Tiga Pasang Calon, 70 Pemilih, dan Drama Suara yang Bikin Deg-degan
SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN
Satu Senja, Dua Perayaan, dan Sejuta Harapan dari Napasengkut
Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak
4 Bukti Sejarah yang Menguatkan Hipotesis Asal-Usul Suku Pakpak dari India
Pakpak Bharat 23 Tahun: Saatnya Pemerintah Mendengar Suara Rakyat
Indonesia Sulit Maju Bukan Karena Miskin, Tetapi Karena Salah Mengelola Kekayaan
Wabup Nagan Raya Resmikan Pembukaan Turnamen Sepakbola HUT Pemuda Gampong Alue Bateung Brook Cup I

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

Anggota posramil Tripa Makmur Gotong Royong Pasang Tenda untuk Peringatan Maulid Nabi

Jumat, 4 September 2026 - 07:48 WIB

Eratkan Keakraban, Babinsa Serda syafrizal Jalin Komsos Bersama warga desa binaa Babah dua di Nagan Raya

Jumat, 4 September 2026 - 07:46 WIB

Babinsa Koramil 03/Seunagan Timur Laksanakan Patroli Karhutla Di Wilayah Binaan.

Jumat, 4 September 2026 - 07:44 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN KARHUTLA KEPADA WARGA

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Laksanakan Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat Desa Blang Meurandeh

Kamis, 3 September 2026 - 16:36 WIB

Babinsa Bonto Lebang Dampingi Petani, Pastikan Pemeliharaan Tanaman Padi Berjalan Optimal

Kamis, 3 September 2026 - 08:39 WIB

Babinsa Posramil Kuala pesisir Sertu Safrin Ondu Dampingi Petani Perawatan Tanaman Bayam

Kamis, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Posramil Tripa dan Bhabinkamtibmas Tripa Makmur Gelar Komsos, Himbau Warga Jangan Bakar Lahan 

Berita Terbaru