Sistem Usang Menghasilkan Hobi Curang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:31 WIB

40267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd.

Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

Publik tengah dihebohkan dengan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Menanggapi hal ini, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pun buka suara. Dalam keterangan resminya, panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait adanya dugaan soal yang bocor di berbagai platform media sosial (medsos), panitia menegaskan bahwa itu bukan bocoran soal, melainkan kecurangan oknum peserta yang merekam soal di sesi pertama UTBK.

Panitia juga menyoroti adanya modus kecurangan baru oleh sejumlah peserta UTBK SNBT 2025, yakni memasang kamera yang tidak terdeteksi metal detector di behel gigi, kuku, ikat pinggang dan kancing baju. Dengan adanya modus baru ini, panitia berkomitmen untuk menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan investigasi lebih lanjut .

Dengan maraknya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025, panitia mengimbau seluruh penanggung jawab pusat untuk meningkatkan kecermatan pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruang ujian. Selain itu, penanggung jawab juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap para peserta saat ujian berlangsung.

Panitia SNPMB akan memberiksan sanksi bagi peserta UTBK SNBT 2025 yang terbukti melakukan kecurangan, yakni berupa pembatalan hasil ujian, diskualifikasi dari semua jalur SNPMB di PTN tanpa batas waktu dan pelaporan ke institusi pendidikan asal. Selain itu, panitia menekankan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak internal yang mungkin terlibat.

Panitia SNPMB pun berkomitmen untuk menjamin seluruh proses seleksi berlangsung secara adil dan transparan. Masyarakat pun diimbau untuk berpartisipasi dalam memberikan informasi kecurangan. https://www.beritasatu.com/nasional/2884922/heboh-kecurangan-utbk-snbt-2025-panitia-snpmb-buka-suara

Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan. Generasi muda yang diharapkan menjadi penerus pembangun peradaban mulia justru memanfaatkan teknologi untuk mengakali tes UTBK. Ini juga menjadi indikasi, betapa buruknya akhlak calon mahasiswa. Mereka dengan tenangnya berbuat curang, tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang akan dihadapi ketika ketahuan. Mau dibantah demikian rupa, inilah bukti gagalnya sistem pendidikan mewujudkan generasi berkepribadian Islam sekaligus memiliki keterampilan.

Mengapa sistem pendidikan negeri ini gagal membentuk generasi harapan? Karena sistem pendidikan berlandaskan sekuler kapitalisme. Pola pikir dan sikap yang abai terhadap ajaran agama (baca : Islam), menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan, perilaku curang menjadi kebiasaan. Ditambah lagi kapitalisme yang menjadikan materi/kekayaan sebagai poros kebahagiaan. Mental pun menjadi culas, lemah, malas bekerja keras, tidak kapabel bahkan cenderung serakah. Bisa dibayangkan ketika mereka menjadi pejabat sungguhan. Korupsi bak lingkaran setan tak berkesudahan. Dosa dan neraka bagaikan dongeng 1001 malam.

Menuntut ilmu kering dari nilai ruhiyah. Yang penting nilai bagus, entah bagaimana pun caranya. Tak terkecuali belajar agama. Tidak membekas pada perilaku siswa, seolah-olah mereka tak pernah belajar agama sama sekali.

Islam sebagai agama yang tidak hanya mengatur urusan spiritual, juga memiliki sistem pendidikan yang aplikatif dan komprehensif. Pendidikan diposisikan sebagai bagian dari syariat Islam yang diterapkan oleh negara Islam. Secara mendasar, akidah Islam mewajibkan umat Islam berbuat takwa (menjalankan segala perintah Allah Taala dan menjauhi segala larangan-Nya) sebagai konsekuensi keimanan pada-Nya. Allah Taala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS Ali Imran [3]: 102).

Ketakwaan ini terwujud pada semua sistem yang negara terapkan, tak terkecuali sektor pendidikan. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian islami (syakhsiyyah al-Islamiyyah) dan membekali para peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kehidupan. Metode pendidikan dirancang untuk merealisasikan tujuan tersebut. Setiap metode yang berorientasi bukan kepada tujuan tersebut, maka dilarang (Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah, Muqaddimah Dustur pasal 167).

Strategi pendidikan adalah membentuk pola pikir islami (akliah islamiah) dan pola jiwa islami (nafsiah islamiah). Seluruh materi pelajaran yang akan diajarkan disusun atas dasar strategi tersebut. Adapun kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islam. Seluruh materi pelajaran dan metode pengajaran dalam pendidikan disusun agar tidak menyimpang dari landasan tersebut (Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah, Muqaddimah Dustur pasal 165—166). Dengan tujuan, strategi, dan kurikulum pendidikan Islam ini terwujudlah sistem pendidikan yang penuh ketakwaan.

Para siswa bersemangat menuntut ilmu demi meraih ridha Allah Taala karena Allah memerintahkan umat Islam untuk menuntut ilmu berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah no. 224). Tujuan belajar adalah untuk meraih ridha Allah, bukan cuan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat nanti.”(HR Abu Daud).

Dengan sistem pendidikan Islam, mewujudkan siswa-siswi yang jauh dari perilaku curang tidak lagi hanya jadi khayalan. Sebab menjunjung kejujuran dalam ujian adalah bagian dari pelaksanaan syariat Islam.

Apalagi pendidikan dalam sistem Islam diselenggarakan negara secara gratis bagi seluruh rakyat. Semua orang berkesempatan belajar, tanpa memperhatikan kondisi ekonominya. Meski gratis, kualitas pendidikan dijamin bagus, bahkan terbaik dibandingkan negara-negara yang lain.

Fasilitas, sarana, prasarana, dan infrastruktur disediakan negara dengan kualitas terbaik sehingga bisa menyelenggarakan pendidikan secara optimal tanpa terkendala anggaran. Baitulmal membiayai semua kebutuhan pendidikan, baik untuk infrastruktur sampai gaji guru. Guru pun memperoleh gaji yang tinggi sehingga fokus mengajar siswanya.

Sudah saatnya sistem sekuler kapitalis ditinggalkan. Karena ianya hanya menjadikan manusia menghamba kepada hal usang yang sedari dulu ada dalam jiwa, bahkan pada hewan juga, yaitu hawa nafsu. Hanya dalam sistem kehidupan Islam, terciptalah masyarakat bertakwa dan jauh dari tindakan curang, termasuk dalam pendidikan. Wallahualam.

Berita Terkait

Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang
Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?
Kapitalisme dan Pajak yang Mencekik, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?
Jejak Emas Ilegal di Kalbar, Dari Sungai Keruh hingga Kantong Pejabat
Dugaan Ijazah Palsu Wakil Bupati Langkat -Gemapala: Ibu Tiorita Harus Ikuti Jejak Barack Obama;

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:07 WIB

Rehab RTLH TMMD Abdya Terus Bergerak, Pekerjaan Tiga Unit Berjalan Lancar

Minggu, 26 April 2026 - 19:34 WIB

Di Tengah Program TMMD, Dandim Abdya Luangkan Waktu Takziah

Minggu, 26 April 2026 - 19:07 WIB

TNI Bangun Fasilitas MCK untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 - 18:58 WIB

Hadiri Kenduri Bungong Kayee, Dandim Abdya Puji Semangat Gotong Royong Warga

Minggu, 26 April 2026 - 17:57 WIB

Dansatgas TMMD Abdya Terima Peusijuk, Simbol Dukungan Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 - 17:18 WIB

Letkol Rana Mega Al-Amin Ingatkan Bahaya Perambahan Hutan Saat Kenduri Bungong Kayee

Sabtu, 25 April 2026 - 19:51 WIB

Sasar Fisik dan Non Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Eratkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:21 WIB

Satgas TMMD 128 Kodim Abdya Turunkan Alat Berat di Progres Buka Jalan 2,5Km

Berita Terbaru

Dokumentasi Foto Kegiatan Porseni PGRI Kabupaten Langkat di GOR,Minggu (26/4/2026)

LANGKAT

PC Tanjung Pura Juara Turnamen Futsal PGRI Langkat 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 20:16 WIB

ACEH BARAT DAYA

Rehab RTLH TMMD Abdya Terus Bergerak, Pekerjaan Tiga Unit Berjalan Lancar

Minggu, 26 Apr 2026 - 20:07 WIB