LANGKAT,Teropong Barat.com — Puluhan warga Desa Sambirejo menggelar aksi unjuk rasa menuntut kejelasan dan realisasi pengaspalan jalan utama desa yang tak kunjung diperbaiki, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu saat musim kemarau dan berlumpur kala hujan, sehingga mengganggu aktivitas perekonomian serta mobilitas harian masyarakat.
Aksi yang berlangsung damai tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Binjai yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol David Hendry Bintang Tobing, S.H., dan Kapolsek Binjai AKP Siti Aisyah, M.Pd., serta didampingi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Turut hadir di lokasi untuk menemui massa aksi, antara lain Anggota DPRD Kabupaten Langkat Dapil 2 Fraksi Demokrat, Martono, S.Kom.; Camat Binjai, Andi Pranata Siregar, S.I.P., M.A.P.; serta Kepala Desa Sambirejo, Jefri Wahyudi.
Dalam aksi tersebut, perwakilan warga melayangkan pertanyaan kritis terkait fungsi pengawasan wakil rakyat dan transparansi program pemeliharaan jalan. Warga bahkan meminta komitmen tertulis di atas kertas dari pihak-pihak terkait mengenai kepastian waktu pelaksanaan pengaspalan.
Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Sambirejo, Jefri Wahyudi, menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa telah berulang kali mengupayakan pengusulan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat.
“Pengerjaan aspal di tingkat kecamatan dilakukan secara bertahap oleh pihak PUPR. Kami sangat memahami keluhan warga, sebab rumah saya sendiri juga terdampak debu akibat kondisi jalan ini. Semua jalur pengusulan sudah dan terus kita upayakan,” ujar Jefri di hadapan massa aksi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Martono, S.Kom., menegaskan akan mengawal langsung aspirasi masyarakat hingga ke tingkat kabupaten, termasuk memantau pengalokasian anggarannya.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Aspirasi dari warga Sambirejo ini akan segera saya koordinasikan langsung dengan Dinas PUPR Kabupaten Langkat agar dimasukkan dalam prioritas pembangunan,” tegas Martono.
Camat Binjai, Andi Pranata Siregar, S.I.P., M.A.P., turut menjelaskan kepada masyarakat bahwa seluruh aspirasi telah ditampung. Ia menyampaikan perkiraan jadwal realisasi perbaikan jalan tersebut.
“Semua aspirasi masyarakat kita terima.
Pada bulan Oktober mendatang, direncanakan pelaksanaan pengaspalan (hotmix) menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Jalan Sambirejo ini,” jelas Andi.
Poin Kesepakatan dan Langkah Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil peninjauan dan dialog di lokasi, terdapat beberapa poin utama yang menjadi kesepakatan serta langkah tindak lanjut bersama:
* Peninjauan Teknis Lapangan: Mendorong Dinas PUPR Kabupaten Langkat untuk segera melakukan survei teknis ke lokasi.
* Pengawasan Anggaran: Memantau pengalokasian dana TKD agar pengaspalan (hotmix) ruas Jalan Sambirejo tetap menjadi prioritas dan tidak mengalami pergeseran anggaran.
.
* Pengawasan Kebijakan: Mengawal realisasi komitmen pengerjaan fisik agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif setelah perwakilan warga, perangkat desa, pihak kecamatan, dan anggota DPRD menyepakati langkah koordinasi lintas sektoral untuk mengawal tuntutan masyarakat tersebut.
(Redaksi)

















































