Warga Sampang Dihebohkan Penemuan Mayat Di Omben

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 16:51 WIB

40164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG _ TEROPONG BARAT _ Beredar video berdurasi 20 detik di media sosial, di beberapa gruop WhatsApp (WA) atas penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas penuh luka tergeletak di semak semak pinggir jalan, yang berada di Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang,Madura, senin (30/06/2025) pagi, membuat geger warga setempat.

Dalam caption video tersebut, terdengar suara seorang warga yang menyerukan kepada masyarakat luas.

“Barangkali ada keluarganya yang hilang, ini ada orang meninggal di pinggir jalan Desa Rapa Daya.” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan informasi dari warga setempat, penemuan mayat tersebut di temukan oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi, dan kondisi korban sudah tak bernyawa. Hal itu sontak membuat geger dan heboh warga setempat serta lokasi kejadian pun langsung dipadati masyarakat yang penasaran dan khawatir, apalagi karena tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian tertutup dedaunan dan semak-semak liar.

Informasi lanjut yang didapat bahwa korban diketahui berinisial H dan warga Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Sementara pihak Kepolisian Sektor Omben yang menerima laporan dari warga langsung menuju lokasi. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Omben, Iptu Sujinarto, aparat kepolisian segera mengamankan area dan mengevakuasi jenazah korban.

“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat laki-laki. Jenazah sudah kami bawa ke Puskesmas Omben untuk pemeriksaan awal,” ujar Iptu Sujinarto kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa saat ini penyelidikan awal tengah dilakukan. “Kami masih menunggu hasil identifikasi dan visum. Nanti akan kami sampaikan informasi lanjutan setelah semuanya jelas,” tambahnya.

Jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Omben untuk pemeriksaan medis awal. Kepala Puskesmas Omben, drg Yuanita, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima jenazah tersebut.

“Iya mas, memang ada laporan penemuan mayat dan jenazahnya sudah kami terima. Namun untuk informasi lengkap, kami masih menunggu laporan dari tim medis yang bertugas,” ujarnya singkat.

Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik korban dan mencari kemungkinan tanda-tanda kekerasan atau penyebab kematian lainnya. Jika diperlukan, autopsi lanjutan akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Meskipun proses identifikasi dan penyelidikan belum rampung, beragam spekulasi mulai muncul di tengah masyarakat. Beberapa warga menduga korban mengalami tindak kekerasan. Namun sejauh ini, belum ada kepastian dari pihak kepolisian terkait penyebab kematian pria tersebut.

Seorang warga, M. Syarif (39), yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi kejadian mengaku kaget dengan penemuan mayat tersebut.

“Saya sempat lihat banyak orang berkumpul, awalnya saya kira ada motor mogok. Ternyata ada orang meninggal,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menanggapi kegaduhan di masyarakat dan maraknya spekulasi di media sosial, Iptu Sujinarto mengimbau warga untuk tidak menyebarkan asumsi atau dugaan yang belum terbukti. Ia menekankan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Semua informasi akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” pungkasnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang penemuan jenazah misterius yang mengejutkan masyarakat. Pemerintah desa setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memberikan pendampingan serta dukungan psikologis.

Atas penemuan mayat di Desa Rapa Daya, Omben, itu, menjadi perhatian serius masyarakat Sampang. Hingga saat ini, proses visum dan penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung. Masyarakat pun berharap agar penyebab kematian segera diketahui, demi menghindari kecemasan dan spekulasi yang berkembang.

Berita Terkait

Dana Swadaya 0,5 Ha, AKP Era Maifo: Sinergi Polri-Petani Kunci Ketahanan Pangan
5 Bulan Operasi, Polda Riau Sikat 525 Pelaku C3 dan Sita 189 Motor Curian
Bacakan Pledoi Sendiri, Fahruddin Minta Dibebaskan dari Seluruh Dakwaan
Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang ungkap 65 kasus narkotika dan amankan 78 tersangka
Polres Batu Bara Gelar Konferensi Pers Hasil Operasi Antik Toba 2026, Ungkap 29 Kasus Narkotika
Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Pereintis TNI Tak Kenal Teriknya Matahari
Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa di Eremerasa Berhasil Diciduk Tim Resmob Polres Bantaeng
3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:54 WIB

Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:33 WIB

BEREDAR VIDEO PEMBAKARAN GUBUK DIDUGA LOKASI PEREDARAN OBAT GOLONGAN G DI KEMIRI, WARGA DESAK APARAT USUT TUNTAS

Berita Terbaru