Demokrasi Redup, Temu Ilmiah Para Guru Besar Se-Jabodetabek, Winarko: Kita Terus Berjuang Kampus Harus Bergerak

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 14 Maret 2024 - 19:02 WIB

40366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sejumlah Guru Besar dan Aliansi Mahasiwa menghadiri diskusi Menegakkan Konstitusi Memulihkan Peradaban Bangsa dan Hak Kewargaan di Gedung Imeri Fakultas Kedokteran UI – Salemba, Jakarta Pusat. Kamis, (14/03/2024).

Seperti diketahui, melalui berbagai kajian, riset, dan diskusi publik dari banyak kalangan termasuk para ilmuwan dan gerakan masyarakat sipil secara inter-dan-transdisiplin, nampak bahwa Indonesia saat ini sudah berubah dari negara hukum menjadi negara kekuasaan, melalui berbagai cara, dengan segala dampaknya yang berat bagi masyarakat luas saat ini dan di masa-masa yang akan datang.

Guru Besar UI Profesor Harkristuti Harkrisnowo dalam sambutannya mengingatkan bahwa acara tersebut bukan sekadar bersuara, tapi ingin suara tersebut bisa didengar supaya pemerintahan berjalan dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut digelar untuk mengingatkan lagi api demokrasi yang mulai redup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Republik ini sedang memasuki episode krisis peradaban (etika, nilai, dll), kerapuhan sistem politik, hukum beserta institusinya, sehingga berdampak pada pelemahan bidang-bidang penting bagi publik seperti pendidikan, kesehatan, sosial-budaya dan kerusakan lingkungan, serta tidak terdukungnya kegiatan penelitian dalam bidang sains, teknologi dan humaniora. Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia semacam mengalami stagnasi. Di saat yang sama, kebijakan-kebijakan pemerintah sering kali mengabaikan kritik dan masukan dari kaum intelektual.

Oleh karena itu Para Tokoh dan Guru Besar dari kampus perlu mendiskusikan bersama, kemudian memberi solusi yang penting bagi pemulihan dan masa depan bangsa ini.

Sementara itu, Winarko Nganthiwani di Podcast Ruang Dialektika di UI menyampaikan, ” Saya senang sekali dengan diskusi kali ini dengan dihadiri oleh Guru Besar dan akademisi dari berbagai kampus, kita semua berkomitmen terus berjuang dalam perjuangan demokrasi kita yang saat ini sedang tidak baik-baik saja”. Ungkapnya

Sebelumnya, dalam Host Podcast Ruang Dialektika bersama Butet Kartaredjasa beliau menyampaikan, “Hampir beberapa minggu ini hampir semua kampus besar melakukan pernyataan, mengeluarkan keprihatinan, dan pernyataan sikap kepada penyelenggara negara, kepada presiden untuk tidak mengganggu berjalannya demokrasi, bahkan beberapa kampus besar sudah menyuarakan pernyatan bahayanya kekuasaan tirani”. Tuturnya saat podcast dengan Butet kartaredjasa.

Ia menambahkan, agar ke depannya suara gabungan dari kolaborasi pemerintah, kampus, dan industri diakui oleh lembaga yang akuntabel. Hal ini demi kepentingan seluruh masyarakat di Indonesia.

Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan para pembicara dari berbagai perwakilan kampus. Analisis akademik dan keilmuan itu diikuti oleh Prof. Harkristuti Harkrisnowo (UI), Prof. Hariadi Kartodiharjo (IPB University), Prof. Hafid Abas (UNJ), Prof. Franz Magnis Soeseno (STF Driyarkara), Prof.Ma’mun Murod (UMJ), Prof. Saiful Mujani (UIN Syarif Hidayatullah), Bivitri Susanti (STH Jentera), dan Usman Hamid (Universitas Trisakti).
Selain itu, perwakilan mahasiswa dari UI, IPB, dan UNJ juga turut hadir.

Berita Terkait

Stop Kaitkan Menteri Imipas Dengan Kasus Dugaan Pengurusan izin Tinggal WNA, Agus Andrianto Bersih
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:16 WIB

DUGAAN PRAKTIK JUDI BOLA ADIL NODAI TURNAMEN KADES CUP SUMBERSEWU, WARGA MINTA DITERTIBKAN

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan

Selasa, 3 November 2026 - 12:23 WIB

Bentuk Karakter dan Kedisiplinan Generasi Muda, Pos Sei Tekam Satgas Yonarmed 13/Nanggala Berikan Bantuan Tenaga Pendidik di SD dan SMP Perimpah

Selasa, 3 November 2026 - 09:56 WIB

Wartawan Minta Klarifikasi Bupati Pasaman Barat, Soroti Pernyataan Kadis DPMN soal “Abuse” dan Kemerdekaan Pers

Senin, 2 November 2026 - 10:21 WIB

Semakin humanis satpas sumedang,petugas berikan pelayanan yang nyaman dan mudah bagi masyarakat

Minggu, 1 November 2026 - 11:48 WIB

Demi Meraih Keuntungan Besar Proyek Rehabilitasi Ruang Laboratorium di SMP 3 Sampang Abaikan Aturan.

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:36 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

DIDUGA DIRAMPAS DEBT COLLECTOR BRI FINANCE, KENDARAAN MILIK DEBITUR DI SANGATTA DITARIK MESKI KLAIM SUDAH BAYAR ANGSURAN BTC

Berita Terbaru