79 Tahun Mengabdi:HMI,Umat dan Tanggung Jawab Kebangsaan

TEROPONG BARAT LANGKAT

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:45 WIB

4025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh .M Alfi Syahrin Ketua HMI Cabang Langkat Periode 2025-2026

Oleh .M Alfi Syahrin Ketua HMI Cabang Langkat Periode 2025-2026

Oleh .M Alfi Syahrin Ketua HMI Cabang Langkat Periode 2025-2026

LANGKAT,Teropong Barat.com | Tujuh puluh sembilan tahun lalu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lahir dari kegelisahan intelektual dan tanggung jawab keumatan. Ia tidak sekadar hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai gerakan moral, gerakan pemikiran, dan gerakan perjuangan yang berpijak pada nilai keislaman dan keindonesiaan. Di usia yang ke-79 ini, HMI kembali dihadapkan pada pertanyaan penting: masihkah kita setia pada cita-cita awal perjuangan?

Milad ke-79 bukan hanya momentum seremoni. Ini adalah waktu yang tepat untuk bermuhasabah—melihat sejauh mana HMI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Dunia berubah cepat. Disrupsi teknologi, krisis moral, ketimpangan sosial, hingga tantangan kebangsaan menuntut kader HMI untuk tidak sekadar hadir, tetapi menjadi pelopor solusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

HMI sejak awal berdiri memegang dua komitmen besar: keislaman dan keindonesiaan. Nilai keislaman membentuk karakter kader yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Sementara nilai keindonesiaan menegaskan bahwa kader HMI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa. Kombinasi dua nilai inilah yang menjadikan HMI tetap kokoh melintasi berbagai zaman dan dinamika politik nasional.

Sebagai organisasi kader, kekuatan utama HMI terletak pada kualitas manusianya. Tantangan hari ini bukan hanya tentang seberapa banyak kader yang direkrut, tetapi seberapa kuat karakter, kapasitas intelektual, dan sensitivitas sosial yang dibangun.
Kader HMI harus menjadi insan akademis, pencipta, pengabdi, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah perjuangan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Milad ke-79 ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan HMI tidak pernah mudah. Sejarah mencatat, HMI pernah menghadapi tekanan, pembubaran, hingga upaya pelemahan. Namun, HMI tetap bertahan karena fondasinya adalah nilai dan kaderisasi. Maka tugas kita hari ini adalah memastikan kaderisasi tetap menjadi jantung organisasi—bukan sekadar formalitas, tetapi proses pembentukan pemimpin masa depan umat dan bangsa.

Kita juga harus menyadari bahwa tantangan kader HMI ke depan semakin kompleks. Era digital membawa peluang sekaligus ancaman. Arus informasi yang deras dapat mencerdaskan, tetapi juga menyesatkan. Di sinilah kader HMI harus tampil sebagai agen literasi, penyebar narasi kebaikan, dan penjaga akal sehat publik. Media sosial harus menjadi ruang dakwah intelektual, bukan arena konflik tanpa arah.

Milad ini mengajak kita untuk kembali menyalakan api perjuangan. Jangan sampai kader HMI kehilangan ruh perjuangan karena pragmatisme sesaat. Jabatan, kekuasaan, dan popularitas bukan tujuan akhir. Semua itu hanyalah alat untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas, HMI harus tetap menjadi rumah perjuangan diusianya yang tak lagi muda.

Akhirnya, di usia ke-79 ini, mari kita teguhkan kembali komitmen: menjaga nilai, menguatkan kaderisasi, dan memperluas pengabdian. HMI harus terus relevan, adaptif, dan progresif tanpa kehilangan jati dirinya. Dari Langkat, kita kirimkan pesan bahwa kader HMI siap menjadi bagian dari solusi, bukan penonton sejarah.

Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam ke-79.
Yakin Usaha Sampai.

Berita Terkait

PDI-P Kabupaten Batu Bara Gelar Loka Karya Pendidikan Politik untuk Masyarakat Awam
Kapolres Bantaeng Hadiri Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana, Ingatkan Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
Partai NasDem Sumut Targetkan 500 Kantong Darah di HUT ke-14, Ricky Anthony: Partai Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Korban Salah Tangkap ‘Bos Judol’, Iskandar ST Tuntut Polisi Ungkap Identitas Tersangka Sebenarnya
PCN Hadirkan Figur Pemimpin Baru: Samsuri Ditetapkan sebagai Capres RI Periode 2029–2034
30 Warga PAN Tanda Tangani Petisi Online Dukung Pengesahan RUU Perampasan Aset
Deklarasi Nasional: Samsuri, S.Pd.I., M.A., Resmi Menjadi Calon Presiden Republik Indonesia Usungan PCN 2029–2034
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Menyatakan Mbak Tutut Bisa Menyelesaikan Kebuntuan di Partai Golkar

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:40 WIB

RP60 JUTA DARI REKENING MERTUA DIDUGA DIGELAPKAN, R DILAPORKAN KE POLISI

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:19 WIB

Sekolah SDN 2 Way Halim Bandar Lampung Diduga cari keuntungan dengan menjual (LKS) Lembaran Kerja Siswa kedapa wali murid.

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Kedaulatan Pangan hingga Ekonomi Daerah

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:03 WIB

Ketua Umum LPK Muhammad Ali, S.H. Pertanyakan Polda Lampung Soal Dugaan Ijazah Plasu Eka Saudara Kembar Wali Kota Bandar Lampung  

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:46 WIB

Cita-Cita di Ujung Timur Papua, Satgas Yonif 521/DY Semangat Menuntut Ilmu di Pedalaman Kurima

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:27 WIB

Pengawasan Dana BOS Nasional Diuji,Pengelolaan Rp.2,6 Miliar di SMK Negeri 1 Sei Rampah Jadi Perhatian 

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:40 WIB

Di Antara Rimba dan Air Mata Harapan: Anjangsana TNI Bersama Saudara-saudara kita di ujung timur Indonesia

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:51 WIB

Ambil Langkah Preventif Polsek Gunung Anyar Pasang Alarm Gratis Untuk Warga

Berita Terbaru

Oleh .M Alfi Syahrin Ketua HMI Cabang Langkat Periode 2025-2026

POLITIK

79 Tahun Mengabdi:HMI,Umat dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:45 WIB