ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LANGKAT,Teropong Barat.com – Polres Langkat memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai penanganan kasus penganiayaan di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan kasus saling lapor yang telah ditangani secara profesional dan sesuai prosedur hukum.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (4/10/2025) di Dusun Gunung Merlawan, Desa Turangi. Cekcok mulut akibat kesalahpahaman terkait dugaan pengambilan buah kelapa sawit memicu perkelahian fisik antara dua pihak yang masih bertetangga.
*Kronologi Saling Lapor*
Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua laporan polisi yang diproses secara paralel:
Laporan Pertama:Pelapor J.I.B (41) melaporkan I.P.B (39) atas dugaan pemukulan. Kasus ini ditangani Polsek Salapian dan telah berkekuatan hukum tetap melalui putusan hakim di persidangan.
Laporan Kedua:Sebaliknya, I.P.B melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh J.I.B bersama seorang remaja berinisial L.B.B (15). Kasus ini ditangani Polres Langkat dan kini statusnya telah lengkap (P-21).
“Perkara kedua saat ini sudah masuk Tahap II, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dengan demikian, kewenangan perkara kini berada di Kejaksaan Negeri Langkat,” ujar Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K., S.I.K., M.H.
* Upaya Mediasi dan Diversi yang Alot*
Polres Langkat menegaskan telah mengedepankan pendekatan humanis sebelum melanjutkan proses hukum. Tercatat, upaya mediasi di tingkat Polsek Salapian telah dilakukan sebanyak dua kali pada Oktober dan November 2025 dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Khusus untuk pelaku anak (L.B.B), polisi juga telah mengupayakan diversi sebanyak dua kali di Polres Langkat dan Kejaksaan Negeri Langkat yang melibatkan pihak Bapas.
“Kami telah mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan melalui mediasi dan diversi. Namun, karena tidak tercapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak, maka proses hukum harus tetap dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku,” tambah AKP Ghulam.
*Penanganan Sesuai Prosedur*
Terkait prosedur penahanan, penyidik menjelaskan bahwa kedua belah pihak sempat ditahan selama satu hari. Namun, atas permohonan pihak keluarga, penyidik memberikan penangguhan penahanan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Kasi Humas Polres Langkat, AKP Jekson Situmorang, S.H., menegaskan bahwa seluruh langkah penyidikan didasarkan pada alat bukti yang sah, termasuk hasil *visum et repertum*
“Kami bekerja secara objektif dan tanpa keberpihakan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu sesuai dengan fakta hukum. Percayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” tegas AKP Jekson.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan tindak kejahatan, Polres Langkat mengingatkan untuk memanfaatkan layanan Kepolisian di nomor 110 yang aktif 24 jam.
Pewarta: Lufti
















































