Dulu Saya Menyebut Mereka Malas. Sekarang, Saya Tahu Mereka Hanya Lelah.”**

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 09:33 WIB

40692 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat. Teropong Barat com/Dulu, saya adalah orang pertama yang gelisah setiap kali melihat guru-guru senior duduk diam di pojok ruang guru. Wajah mereka datar, nyaris tak bereaksi saat sosialisasi program baru dari pemerintah berlangsung.

Di dalam hati yang masih muda dan menyala, saya memberi mereka satu label sederhana—

“tidak mau terlibat dalam kemajuan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, saya adalah mesin penggerak.

Pemburu pelatihan.

Pengadopsi pertama setiap aplikasi pendidikan terbaru.

Saya sibuk mengurus administrasi inovasi, aktif mengikuti lomba, dan berdiri sebagai narasumber untuk membagikan semangat perubahan kepada guru lain.

Dan di titik itu, saya percaya:

guru senior adalah hambatan.

Mereka tampak apatis, tak bergairah, tidak secepat kami yang muda. Seolah-olah, merekalah yang menahan laju perubahan.

Namun kini…

waktu membawa saya berdiri di tempat yang dulu sering saya hakimi.

Dan dari sini, saya melihat semuanya dengan cara yang sangat berbeda.

🙏🏻Ternyata, apa yang dulu saya sebut “kemalasan”…

bukanlah kemalasan sama sekali.

Itu adalah kelelahan yang terakumulasi—

kelelahan yang tidak terlihat, tapi terus menggerus dari dalam.

Bukan karena murid-murid.

Melainkan karena sistem yang berputar tanpa arah yang benar-benar jelas.

Seperti berlari dalam maraton panjang…

tanpa garis akhir.

Guru-guru senior telah hidup cukup lama untuk melihat pola yang berulang.

Setiap pergantian pemimpin, lahirlah kurikulum baru.

Setiap era, muncul istilah baru yang terdengar revolusioner.

Namun pada akhirnya…

yang berubah seringkali hanya nama.

Bukan makna.

Mereka telah menyaksikan program-program besar yang dulu dielu-elukan,

namun perlahan hilang—

menjadi dokumen berdebu di lemari sekolah,

atau file yang terkubur di dalam laptop.

Lalu digantikan lagi oleh program baru.

Dan siklus itu terus berulang.

Maka, diamnya mereka…

bukan tanpa alasan.

Ada luka dan pelajaran panjang di baliknya.

1️⃣ Mereka punya “arsip ingatan” yang tidak dimiliki guru muda.

Mereka tahu bahwa tren bisa berganti nama,

tapi beban administrasi hampir selalu bertambah.

Dan hasilnya… seringkali tidak sebanding.

2️⃣ Mereka tidak lagi mengejar pengakuan.

Di fase ini, pertanyaannya bukan lagi:

“Bagaimana saya terlihat inovatif?”

Tapi:

“Apakah ini benar-benar membantu murid saya memahami pelajaran?”

3️⃣ Mereka mulai menghitung energi.

Karena di usia ini, energi bukan lagi sesuatu yang bisa dihamburkan.

Mereka memilih menjaga diri.

Agar tetap utuh saat berdiri di depan kelas.

Agar tetap sabar saat menghadapi murid.

Karena mereka tahu—

tidak semua program layak diperjuangkan dengan seluruh tenaga.

Menjadi senior akhirnya mengajarkan saya satu hal penting:

Pendidikan bukan tentang seberapa banyak aplikasi yang kita kuasai,

atau seberapa sering kita hadir di pelatihan mewah.

Pendidikan adalah tentang manusia.

Tentang hubungan yang hidup di dalam kelas.

Banyak guru senior memilih “diam”…

bukan karena berhenti peduli.

Justru karena mereka memilih untuk peduli pada hal yang paling nyata:

anak-anak di hadapan mereka.

Bukan angka di dashboard.

Bukan laporan yang indah di atas kertas.

Mereka menjaga kewarasan,

agar tetap bisa tersenyum saat mengajar.

Agar tidak habis terbakar oleh tuntutan yang…

sering kali tidak pernah benar-benar menyentuh akar masalah.

Untuk rekan-rekan guru muda yang hari ini sedang berlari kencang—

teruslah berlari.

Kami tidak ingin menghentikan langkah kalian.

Tapi satu hal…

jangan terlalu cepat menilai diamnya kami sebagai ketidakpedulian.

Kami tidak berhenti bergerak.

Kami hanya memilih jalan yang lebih sunyi.

Jalan yang lebih dekat menuju pemahaman murid—

bukan jalan yang paling ramai oleh tepuk tangan.

Kami sedang mengatur napas.

Agar api kecil ini tetap menyala…

hingga akhir perjalanan.//ujungmaster24,..

Berita Terkait

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai
Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*
KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB