ACEH. TROPONGBARAT .COM — Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi perhatian publik. Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan kebencanaan yang cepat dan responsif, lembaga tersebut justru dinilai belum menunjukkan kinerja optimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Sorotan muncul setelah sejumlah kritik disampaikan masyarakat terkait penanganan lapangan, administrasi program, hingga dugaan lemahnya pengawasan internal. Kritik itu salah satunya disampaikan seorang tokoh masyarakat yang dikenal dengan sebutan “Mafia Ucak”.
Menurut dia, BPBD seharusnya lebih fokus menjalankan fungsi utama sebagai lembaga penanggulangan bencana, bukan disibukkan dengan urusan lain yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masyarakat butuh kerja nyata. Ketika terjadi bencana, yang dibutuhkan adalah kecepatan penanganan dan kehadiran pemerintah di lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Ia menilai, berbagai persoalan yang muncul belakangan ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja dan sistem pengawasan di internal BPBD.
Di sisi lain, masyarakat di Gayo Lues berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna memastikan pelayanan kebencanaan berjalan maksimal. Sebab, BPBD memiliki peran penting dalam penanganan darurat, mitigasi bencana, hingga perlindungan masyarakat saat kondisi krisis.
Pengamat kebijakan publik menilai kritik yang berkembang harus dijadikan bahan evaluasi, bukan sekadar dianggap sebagai serangan terhadap institusi. Transparansi, akuntabilitas, serta fokus terhadap pelayanan publik dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Lembaga penanggulangan bencana harus hadir sebagai institusi yang sigap, profesional, dan dekat dengan kebutuhan rakyat. Kepercayaan publik akan sulit terjaga jika keluhan masyarakat terus bermunculan tanpa tindak lanjut,” kata seorang pengamat pemerintahan daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gayo Lues terkait kritik yang berkembang di tengah masyarakat. (*)

















































