Rocky Gerung: Belajar Pertanahan Berarti Belajar Hukum, Politik hingga Ekologi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 18:30 WIB

407 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, teropongbarat.com. Tanah bukan sekadar sebidang ruang yang diukur, dipetakan, lalu diberi sertifikat. Di balik setiap jengkal tanah, terdapat kepentingan hukum, politik, ekonomi, ekologi, bahkan pertarungan makna antara negara, masyarakat dan korporasi.

Pandangan itu disampaikan akademisi dan filsuf saat memberikan kuliah umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan lebih dari 500 Taruna dan Taruni, Rocky mengatakan dunia pertanahan terlalu luas jika hanya dipahami dari sisi teknis dan administrasi. Menurut dia, mereka yang belajar pertanahan pada hakikatnya sedang berhadapan dengan berbagai disiplin ilmu sekaligus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

«“Teman-teman yang belajar di sini sebenarnya belajar semua ilmu. Ilmu tentang psikologi, administrasi, hukum tata negara, politik, global security, ekologi, ilmu tentang kematian, ilmu tentang cacing. Jadi ini kampus yang paling lengkap sebetulnya.”»

Rocky bahkan menggambarkan Politeknik Agraria STPN sebagai ruang pendidikan yang memaksa calon insan pertanahan untuk melihat tanah dari berbagai sudut pandang.

Menurutnya, mahasiswa Akmil, misalnya, lebih banyak berkutat pada persoalan pertahanan negara. Mahasiswa ekonomi mempelajari tanah dari perspektif supply and demand. Sementara mahasiswa teknik melihat struktur tanah dari sisi geologi dan mahasiswa pertanian mempelajari bagaimana tanah dapat menghasilkan produksi.

Namun, kata Rocky, persoalan menjadi berbeda ketika seseorang terjun ke dunia pertanahan.

«“Anda ada di sini, Anda belajar semua hal, kendati kurikulumnya tidak ada, tapi otomatis Anda mesti ambil risiko belajar semua hal.”»

Tanah dan Perebutan Makna

Bagi Rocky, memahami tanah tidak cukup dimulai dari pertanyaan “berapa luas tanah itu” atau “siapa pemegang sertifikatnya”.

Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah: apa makna tanah bagi negara, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan atasnya?

“Keinginan kita untuk kuliah di institut ini adalah untuk memahami tanah itu sebetulnya apa maknanya bagi negara, karena Anda akan mengurus tanah negara, tapi lebih penting melihat kapan dan dengan siapa atau oleh siapa perebutan makna itu diselesaikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana satu bidang tanah dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap kelompok.

Bagi negara, tanah dapat diposisikan dalam kerangka hukum dan penguasaan negara. Bagi masyarakat adat, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan bagian dari hubungan dengan leluhur dan kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Sementara bagi korporasi, tanah dapat memiliki nilai sebagai komoditas dan bagian dari aktivitas ekonomi.

Perbedaan cara pandang itulah yang menurut Rocky kerap menjadi sumber persoalan. Sebuah wilayah yang sebelumnya memiliki makna adat dapat berubah menjadi tanah negara, kemudian berubah lagi menjadi komoditas ketika kepentingan pembangunan masuk.

“Jadi kita tahu bahwa soal tanah ini adalah soal yang menyebabkan seluruh masalah ini timbul,” katanya.

Kesalahan Mengelola Tanah Bisa Permanen

Rocky mengingatkan para calon insan pertanahan agar tidak memandang persoalan tanah sebagai pekerjaan administratif semata.

Setiap keputusan yang menyangkut tanah, menurut dia, dapat meninggalkan konsekuensi yang panjang karena tanah memiliki sifat yang berbeda dengan persoalan administratif biasa.

“Kita berupaya untuk menghindari pertanyaan karena menganggap kesalahan itu selalu bisa dimaafkan, tapi kesalahan dalam mengolah tanah tidak mungkin dimaafkan karena dia akan permanen,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penting bagi para Taruna dan Taruni yang kelak akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pertanahan di tengah masyarakat.

Sebab, ketika keputusan atas tanah telah dibuat, dampaknya bukan hanya tercatat dalam dokumen. Keputusan tersebut dapat menyentuh kehidupan masyarakat, hubungan sosial, kepentingan ekonomi, lingkungan, bahkan masa depan suatu wilayah.

Kuliah umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” tersebut turut dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) .

Hadir pula Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran, serta lebih dari 500 Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN.

Bagi Rocky, belajar pertanahan pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana mengurus tanah. Ia adalah latihan untuk memahami manusia, negara, kepentingan, dan konflik yang melekat pada setiap jengkal tanah.

(anton.mbn)

Berita Terkait

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Masuki Babak Baru, STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN
Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita
Kecelakaan Maut di Tol Medan-Tebing Tinggi KM 66, Penumpang Innova Tewas
Laka Lantas Beruntun di Perbaungan, Pengendara CBR Tewas Usai Tabrak Minibus dan Kontainer
🇮🇩 SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI KE-81 RW 05 JEMUNDO 🇮🇩
Jalan Amblas Nglojo: 1,5 Tahun Terbengkalai, warga Histeris Minta Korban Baru Digubris!
Polisi Sergai Ringkus Dua Pengedar Sabu di Sei Sijenggi, Barang Bukti 1,63 Gram

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:10 WIB

Polsek Lima Puluh Gelar Patroli Malam & Pemantauan Stok BBM: Pasokan Terjamin, Situasi Aman dan Kondusif

Selasa, 8 September 2026 - 14:50 WIB

*Bupati Baharuddin Dorong Optimalisasi PAD untuk Percepat Pembangunan Batu Bara*

Selasa, 8 September 2026 - 12:51 WIB

SMAN 7 Medan Juara III Bola Tangan Putri, Kepsek Suyono Kita Tingkatkan Prestasi Tahun Depan

Selasa, 8 September 2026 - 12:46 WIB

SMAN 7 Medan Juara III Bola Tangan Putri, Kepsek Suyono Kita Tingkatkan Prestasi Tahun Depan

Selasa, 8 September 2026 - 08:29 WIB

Kapolres Batu Bara Berikan Penghargaan kepada 28 Personel Berprestasi

Selasa, 8 September 2026 - 07:54 WIB

Puskesmas Bukit Lawang dan Tim Gabungan Gerak Cepat Tangani Pasien Kritis di Sampe Raya

Selasa, 8 September 2026 - 01:28 WIB

PLT Bupati Langkat Tiorita Surbakti Pacu Langkat untuk Naik Kategori KLA

Selasa, 8 September 2026 - 01:13 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan di Langkat

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:35 WIB