BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:15 WIB

40144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Sekretaris Umum BKPRMI Aceh, Ridha Yunawardi, mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana melalui penerapan skema Cash for Work (CFW) atau padat karya, khususnya bagi petani yang sawahnya terdampak lumpur.

Ridha mengingatkan bahwa skema serupa pernah diterapkan pasca tsunami Aceh, di mana masyarakat membersihkan rumah mereka sendiri dan mendapatkan upah harian sekitar Rp50.000. Program tersebut dinilai efektif karena masyarakat memperoleh penghasilan sekaligus mempercepat proses pemulihan lingkungan.

“Model ini sangat relevan diterapkan kembali. Masyarakat dapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara sawah dan lingkungan mereka bisa segera dibersihkan,” ujar Ridha Yunawardi, Jumat (16/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh sejatinya telah menawarkan skema Cash for Work ini. Untuk sawah berlumpur kategori ringan hingga sedang, petani dapat membersihkan lahan masing-masing menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan kereta sorong.

Sementara itu, pemerintah dapat membantu proses lanjutan melalui pengerahan alat berat seperti ekskavator dan mobil dump truck untuk pengangkutan lumpur. Pada saat yang sama, sawah dengan kerusakan berat juga perlu direhabilitasi, bahkan dilakukan pencetakan sawah baru jika diperlukan.

“Persoalan sawah ini harus diselesaikan secepatnya. Mayoritas masyarakat Aceh adalah petani, dan wilayah dengan sawah terluas seperti Aceh Utara dan Aceh Timur saat ini justru mengalami kerusakan cukup parah,” jelasnya.

Menurut Ridha, jika pemulihan sawah tidak segera dilakukan, petani akan kehilangan sumber pendapatan utama yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga.

“Kalau sawah tidak bisa digarap, maka petani tidak punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Bunda PAUD Aceh Singkil Hadiri Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Aceh
UIN Ar-Raniry Seleksi 53 Peserta Internasional dari 12 Negara untuk Penerimaan Mahasiswa Baru
IMP Apresiasi Langkah Tegas Kapolda Aceh dan Polres Aceh Selatan dalam Pengungkapan Kasus Perampokan Toko Emas Amin Setia
Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Kapolda Aceh irjen .Ruddi Setiawan, S.IK.SH MH Pimpin Seraj Terima Jabatan di Jajaran Polda Aceh.
Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia
Pasca-Penerbitan SP3, Tim Kuasa Hukum Muhammad Amin dkk Layangkan Somasi Terbuka Terkait Dugaan ‘Trial by the Press’

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Dukung Keberanian Ricky Anthony Kritik Bobby Nasution,PMKRI Medan: Sikap Arogan Tak Pantas Dipertontonkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Soroti Aksi Walkout Bobby Nasution HIMMAH Sumut Dukung Keberanian Ricky Anthony

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:56 WIB

NasDem Sumut Tegaskan Kritik Ricky Anthony terhadap Aksi Walkout Bobby Nasution Adalah Sikap Resmi Partai

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:57 WIB

HUT ke-23 Pakpak Bharat Dirayakan, Pembangunan Melambat Dihantam Efisiensi

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:41 WIB

Iskandar ST Luncurkan Buku” Lahirnya Surya Palohisme “di Ulang Tahun ke-75 Surya Paloh

Senin, 27 Juli 2026 - 14:50 WIB

Soroti Aksi Walkout Bobby Nasution di Paripurna DPRD, Ricky Anthony: NasDem Minta Sikap Arogan Ini Dihentikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:25 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Dukung UMKM Langkat Naik Kelas Lewat KKSU 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak

Berita Terbaru