Diskominfo Diskriminasi Media, Pers Harus Bersatu Untuk Marwah Independensi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 3 April 2024 - 18:56 WIB

40622 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG _ TEROPONGBARAT.co,- Dalam rilisnya, Ketua PWI Sampang, Fathor Rahman, S.Sos mengaku prihatin dengan Kebijakan Diskominfo dan keberadaan Pers.

Menurutnya, Diskominfo yang Diskriminatif dalam Kebijakan terhadap Media Informasi dan Pers dalam menjalin kerjasama jasa publikasi, serta Posisi dan keberadaan Pers yang seakan-akan tidak dihargai, dimana sebatas di puji hingga dirupiahkan semaunya saat di butuhkan dalam kondisi tertentu saja.

Sementara pandangan MamanG panggilan akrab Ketua PWI Sampang 2 periode tersebut, harusnya, kita sebagai Pers saling introspeksi diri hal tersebut, serta bersatu untuk saling menguatkan, dimana selain ada kebanggaan, juga ada tanggung jawab dalam menjaga Marwah Pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ayo Pers bersatu dan saling menghargai untuk Marwah atau martabat Pers” tutur MamanG.

Dengan perkembangan teknologi informasi, Media Informasi dan Pers saat ini semakin padat, namun jangan lupa cara menghargai dirinya “Pers” selama ingin pula dihargai.

Dan hal ini menyikapi sikap para birokrasi di Pemerintahan Daerah Kabupaten Sampang, khususnya di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sampang yang terasa beberapa tahun terakhir terkesan tidak menghormati para awak Media atau Pers.

Dari Diskriminasi terhadap Media Pers hingga sulitnya Kepala Diskominfo, Amrin Hidayat berkomunikasi apalagi ketemu untuk dikonfirmasi oleh segenap awak media.

Dengan menjadi Pers yang Profesional Berwawasan dan Beretika, bagian cara menghargai dirinya “Pers”, sehingga dipastikan Pers akan bermartabat dan di hargai atau di hormati keberadaannya, ucap MamanG.

Sisi lain, “Pers harus kritis dan peka hingga bertanggung jawab secara moral dalam melahirkan generasi penerus yang sehat dan cerdas serta memiliki tuntutan dalam melawan arus disinformasi yang masif dengan tetap menjaga independensi dan idealisme pada profesi, dan tidak mudah terbawa arus kepentingan pribadi atau kelompok tertentu” harap MamanG.

Untuk itu, penting Pers harus profesional, berwawasan dan beretika, sehingga martabat atau marwah Pers akan selalu terjaga.

Pentingnya Pers harus bisa menjaga marwah, independensi dan mampu berdiri tegak di tengah perubahan arus informasi, dan menjamurnya Media Informasi dan oknum Pers yang tidak profesional.

Perlu di perhatikan, saat ini media konvensional dihadapkan pada tantangan perubahan ke era digital. Dan ada dua kemungkinan, media tersebut akan mati tergerus arus digital atau sesuai dengan selera penguasa yang dianggap berpotensi mengganggunya

Atau survive dengan karya jurnalistik yang inovatif, kreatif dan bergaya masa kini, dan memberikan informasi yang menarik sesuai fakta, dan bermanfaat,sebagai cermin Pers yang Idealis menjaga Independensi serta berintegritas.

Untuk itu, Wartawan yang penting dan layak di gandeng bekerjasama, selain paham dengan kondisi Kabupaten, juga kwalitas karya tulisnya yang positif sesuai fungsinya, yaitu Informasi, Menghibur, Mendidik, Kontrol Sosial dan tidak Provokatif sebatas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, namun harus memberikan manfaat seluas-luasnya, pungkas Mamang.(Red).

Berita Terkait

Protes Pemberitaan Surya Paloh ,Masa KOMBAT Sumut Gelar Aksi Pembakaran Majalah Tempo di Medan
Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana, BRI BO Bantaeng Kolaborasi dengan BPBD Bantaeng Gelar Sosialisasi dan Simulasi
H.Syah Afandin Tepung Tawari 398 Jemaah Calon Haji Langkat,Pesan Jaga Kesehatan dan Keihklasan
Pendampingan Babinsa Jadi Penyemangat Petani Padi di Desa Bonto Majannang
Selama Dua Hari, Personil Polres Bantaeng Ikuti Test Kesamaptaan Jasmani Berkala Semester I Tahun 2026
Hidup Sehat Sejak Dini, PT Socfindo Kebun Lae Butar Gelar Edukasi Sanitasi bagi Siswa PAUD
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat
Dulu Saya Menyebut Mereka Malas. Sekarang, Saya Tahu Mereka Hanya Lelah.”**

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Kamis, 16 April 2026 - 03:09 WIB

Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat

Rabu, 15 April 2026 - 17:47 WIB

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Selasa, 14 April 2026 - 14:46 WIB

Hak Angket nyeleneh”Dan Bayang Bayang jual Beli Pokir,Fungsi DPRK Dipertanyakan,Dari Pengawasan Ke Alat Ukur Politik

Senin, 13 April 2026 - 12:25 WIB

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Senin, 13 April 2026 - 12:21 WIB

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Berita Terbaru