Dr Safaruddin S.Sos M.SP Dinilai Solusi Ideal untuk Cawagub Mualem

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 00:56 WIB

40211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kendatipun Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Calon Kepala Daerah (Cakada) Partai Aceh (PA) telah mengumumkan bahwa bakal calon Gubernur Aceh yang akan mendampingi Muzakir Manaf(Mualem) pada Pilkada 2024 mendatang, namun keputusan itu tentunya belum final dan mengikat. Ibarat kata istilah, sebelum janur kuning melambai semua hal masih memungkinkan.

Apalagi, keputusan penetapan politisi gerindra Fadhlullah Dekfad sebagai Bakal Cawagub mendampingi Mualem mengalami penolakan dari berbagai elemen masyarakat Aceh karena dianggap tidak presentatif dan mewakili semua pihak. Penolakan itu dilakukan oleh seribuan lebih ulama Aceh bahkan ulama Karismatik Aceh Abu Paya Pasi mengundurkan diri dari jabatan Dewan Penasehat Partai Aceh, Ketua Majelis Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) dan Tuha Peut Wali Nanggroe. Pengunduran diri itu sangat wajar karena selain sosok Dekfad yang dinilai Tak presentatif, juga kesalahan dalam pemilihan wakil tersebut dapat berimbas negatif dan bahkan mengarah kepada potensi besar kekalahan Mualem di Pilkada 2024 nanti, jika ada kandidat alternatif lainnya yang muncul.

Hal ini diungkapkan oleh Pemerhati Sosial Politik Rakyat Aceh yang juga Koordinator Gerakan Pemuda Negeri Pala (GerPALA) Fadhli Irman kepada media, Senin 19 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lagi, keputusan pemilihan Fadhulullah Dekfad itu juga tentunya bertentangan dengan bathin masyarakat di kawasan Barat Selatan dan Tengah Tenggara yang merasa tak terwakili, mengingat Mualem dan Fadhlullah sama-sama berasal dari sebelah Seulawah atau pantai timur Aceh, sehingga sangat wajar jika hal itu menunjukkan keadilan akan sulit diwujudkan dalam membangun Aceh jika pasangan itu dipaksakan menang pada Pilkada mendatang.

Bahkan, kata Irman, keputusan Ketua Pansel itu juga bertentangan dengan secara presentatif DPRA dari Partai Aceh sendiri yang juga paham betul jika Mualem-Dekfad dipaksakan potensi Mualem kalah untuk kedua kalinya akan lebih terbuka lebar, apalagi sosok Dekfad pada Pemilu lalu adalah caleg incumben DPR RI yang gagal kembali ke Senayan, hal itu menunjukkan bahwa dirinya sedang kurang diminati masyarakat di wilayah Aceh 1. Sehingga tentunya jangankan untuk menambah suara Mualem bahkan keputusan itu akan menguras signifikan potensi kemenangan Mualem. “Itu belum jika kita lihat aspek lainnya, seperti akademis dan sebagainya. Bahkan kesannya perwakilan sipil atau bukan eks kombatan juga terabaikan dengan dipilihnya Dekpad sebagai pendamping, Jadi keputusan ini menyadarkan banyak celah yang dapat menghantarkan Mualem ke jurang kekalahan di Pilkada 2024 nanti,” sebutnya.

Menurut Fadhli Irman, memang bagi Mualem kondisi itu juga dilematis, disatu sisi harus memilih wakil dari Gerindra sebagaimana arahan presiden terpilih Prabowo Subianto agar tidak ditinggalkan dari koalisi, dilain sisi ada pertentangan kuat di berbagai lapisan masyarakat yang dapat membuat Mualem tak terpilih nantinya apabila ada kandidat lain yang dianggap lebih layak, misalkan Bustami Hamzah atau Muhammad Nazar dan lainnya. Mualem tentunya tak boleh jumawa dengan kondisi saat ini, jika salah memilih cawagub akan menjadi variabel kuat untuk mengalahkannya nanti, sebagaimana Pilkada 2017 lalu.

“Dalam kondisi dilema seperti ini sebenarnya Mualem masih punya jalan tengah dan solusi ideal agar kepentingan masyarakat sipil terakomodir, kepentingan wilayah terpresentatif, kepentingan dayah sebagai komponen penting di Aceh terwujud, dan apa yang diinginkan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memilih cawagub dari Gerindra juga terlaksana. Sehingga laju Mualem menjadi Gubernur Aceh 2024-2029 itu lebih mudah, sosok ideal itu ada pada politisi Gerindra Dr Safaruddin S.Sos M.SP,” ungkapnya.

Kata Irman, secara kepentingan Koalisi Indonesia Maju (KIM) sosok Safaruddin lebih pro aktif dan presentatif selama ini. Sebagai kader loyal Gerindra tentunya Presiden terpilih Prabowo Subianto akan merestui jika Safaruddin dipilih sebagai Calon Wakil Gubernur Aceh, sehingga menjawab ketakutan Mualem akan dukungan pusat jika terpilih.

“Safaruddin yang juga berasal dari sebelah Geurutee akan lebih layak dikatakan sebagai presentatif dari masyarakat Barat Selatan dan Tengah Tenggara, sehingga menjawab keraguan sekitar 1,5 juta pemilih di wilayah itu akan terwujudnya pembangunan yang berkeadilan di Aceh nantinya. Jika dilihat dari komunikasi Safaruddin di DPRA selama ini tentunya ini lebih sinergis dengan DPRA PA nantinya,” jelasnya.

Lanjut Irman, jika bicara kalangan dayah sosok Safaruddin juga relatif lebih mudah diterima, selain sebagai seorang yang terbukti dekat dengan ulama dan peduli dengan pembangunan dayah selama ini, Safaruddin juga seorang Qori yang terbukti lebih disenangi oleh pihak dayah. Apalagi baru-baru ini 34 ulama di Aceh Barat Daya juga mendukung langkah Safaruddin untuk memimpin Aceh Barat Daya.

“Kalau dilihat lebih jauh lagi, Safaruddin berasal dari kalangan sipil yakni mantan aktivis mahasiswa bukan eks Kombatan. Safaruddin yang berpendidikan doktor (S3) secara akademis tentu sangat mumpuni dan juga bisa mewakili kalangan milenial. Sehingga dapat dikatakan Mualem mewakili eks kombatan perjuangan dan Safaruddin mewakili kalangan sipil dan aktivis, pasangan ini jauh lebih serasi dan ideal,” paparnya.

Kata Irman, jika dilihat pada hasil Pemilu 2024 lalu Safaruddin merupakan pemilik suara tertinggi DPRA Dapil 9 yang menunjukkan memang sosok tersebut sedang trend di wilayah Barat Selatan Aceh.

” Untuk itu, Safaruddin dapat dijadikan jalan tengah paling ideal bagi Mualem untuk dipilih sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. Selain peluang kemenangan pasangan ini akan jauh lebih besar, potensi keterwakilan dan presentatif kerinduan masyarakat Aceh juga akan lebih terjawab jika pasangannya Mualem-Safaruddin. Semoga Mualem dapat melakukan istikhorah politik demi kebaikan Aceh,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
71 Paket Pengadaan Buku dan Kitab Rp50,53 Miliar di Aceh Jadi Sorotan, Ada Dugaan Mark-Up
Jelang Muswilub APKASINDO Aceh, Sejumlah Kandidat Mulai Bermunculan
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Bunda PAUD Aceh Singkil Hadiri Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Aceh
UIN Ar-Raniry Seleksi 53 Peserta Internasional dari 12 Negara untuk Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:10 WIB

Polsek Lima Puluh Gelar Patroli Malam & Pemantauan Stok BBM: Pasokan Terjamin, Situasi Aman dan Kondusif

Selasa, 8 September 2026 - 14:50 WIB

*Bupati Baharuddin Dorong Optimalisasi PAD untuk Percepat Pembangunan Batu Bara*

Selasa, 8 September 2026 - 12:51 WIB

SMAN 7 Medan Juara III Bola Tangan Putri, Kepsek Suyono Kita Tingkatkan Prestasi Tahun Depan

Selasa, 8 September 2026 - 12:46 WIB

SMAN 7 Medan Juara III Bola Tangan Putri, Kepsek Suyono Kita Tingkatkan Prestasi Tahun Depan

Selasa, 8 September 2026 - 08:29 WIB

Kapolres Batu Bara Berikan Penghargaan kepada 28 Personel Berprestasi

Selasa, 8 September 2026 - 07:54 WIB

Puskesmas Bukit Lawang dan Tim Gabungan Gerak Cepat Tangani Pasien Kritis di Sampe Raya

Selasa, 8 September 2026 - 01:28 WIB

PLT Bupati Langkat Tiorita Surbakti Pacu Langkat untuk Naik Kategori KLA

Selasa, 8 September 2026 - 01:13 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan di Langkat

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:35 WIB