Kantor PWA Aceh Tenggara Kembali Dibobol Maling, Mesin Pompa Air dan Modem Wifi Raib di Tengah Kota Kutacane Dekat Mapolres

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:36 WIB

40272 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Teropong Barat – Kantor Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Kabupaten Aceh Tenggara kembali menjadi sasaran pencurian, Kamis dini hari, 14 Agustus 2025. Kali ini, pelaku berhasil membawa kabur mesin pompa air dan modem Wifi dari ruang kerja kantor yang terletak di Jalan Tusam, Kute Pulonas, Kutacane. Kejadian ini menjadi yang kedua kalinya menimpa kantor PWA setempat, menambah kekhawatiran para pengurus dan staf.

Ketua PWA Agara, M. Noval, membenarkan peristiwa tersebut kepada wartawan, Kamis siang. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kantor mereka pernah kehilangan sejumlah barang berharga, termasuk ponsel, ATM, dan uang tunai, akibat aksi pencurian yang masuk melalui jendela. “Hari ini kami kembali dikejutkan oleh tamu yang tidak diundang. Kali ini, yang hilang adalah modem Wifi dan mesin pompa air. Segera setelah mengetahui kejadian, saya langsung membuat laporan resmi ke SPKT Polres Agara dengan nomor STTLP REG/237/VIII/RES.1.8/2025,” kata Noval. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, karena aksi pencurian ini sangat meresahkan warga sekitar Kute Pulonas dan Kute Kotacane.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammad Naim, 66, Kepala Sekretariat Kantor PWA, menambahkan kronologi penemuan kehilangan. Ia mengungkapkan bahwa pada pukul 07.30 WIB, saat membuka kantor dan memulai aktivitas rutin seperti membersihkan ruangan, ia hendak menyalakan mesin pompa air untuk mengepel lantai. Namun, mesin tersebut tidak berfungsi. Saat diperiksa, ternyata mesin pompa air telah hilang. Lebih lanjut, Naim menuturkan bahwa modem Wifi juga raib dibawa pelaku, sehingga kejadian ini langsung dilaporkan kepada pengurus PWA. “Saya sangat kecewa karena barang-barang penting kantor hilang, padahal jarak kantor dengan Mapolres Agara hanya sekitar 50 meter,” ujar Naim.

Kapolres Agara melalui Kanit Idik I Pidum Satreskrim, Ipda Heri Rahma Jerodi S.E., membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari PWA. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan cepat. Tidak berselang lama, tim kepolisian yang dipimpin Ipda Heri langsung turun ke lokasi untuk melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa jendela yang dilalui maling dan melakukan inventarisasi barang yang hilang, sekaligus memastikan bukti-bukti yang dapat mengarah pada pelaku.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait keamanan di kawasan kota Kutacane, karena kantor PWA hanya berjarak sekitar 50 meter dari Mapolres Agara. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak merasa takut melakukan aksinya di pusat kota dan dekat dengan kantor polisi. Ipda Heri menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini, termasuk memeriksa CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa saksi-saksi.

Kepala Sekretariat dan Ketua PWA berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku, sehingga keamanan kantor dan rasa aman bagi wartawan serta warga sekitar dapat kembali terjaga. Pencurian berulang ini juga menekankan pentingnya langkah-langkah pengamanan tambahan di kantor-kantor institusi pers agar tidak menjadi sasaran pelaku kriminal di tengah kota.

Pihak Polres Agara menegaskan komitmen mereka untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara serius, memastikan barang-barang yang hilang dapat ditemukan, serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Hingga saat ini, olah TKP dan pemeriksaan jendela serta lokasi sekitar kantor masih terus dilakukan oleh tim kepolisian. Kejadian ini menjadi perhatian serius, mengingat peran PWA sebagai lembaga pers lokal yang aktif dalam meliput berbagai informasi di Kabupaten Aceh Tenggara. (SADIKIN)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru