Kontroversi Limbah Subulussalam: Serambi Sebut Bersih, AcehTrend Ungkap Pengujian Belum Selesai

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:33 WIB

40145 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Sebuah kontroversi mencuat ke permukaan terkait dugaan pencemaran Sungai Lae Batu Batu di Subulussalam. Dua media ternama di Aceh, Harian Serambi Indonesia dan AcehTrend.com, merilis berita yang saling bertolak belakang, memicu kebingungan dan kegelisahan di kalangan masyarakat.

Harian Serambi Indonesia, dalam pemberitaannya yang mengutip Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam, menulis bahwa “Uji Lab Air Sungai Lae Batu Batu Tak Tercemar”. Judul tersebut memberikan kesan bahwa kondisi sungai baik-baik saja dan tidak ditemukan bahan pencemar berbahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di sisi lain, AcehTrend.com menampilkan narasi berbeda. Mereka mengangkat temuan dari Laboratorium Teknik Pengujian Kualitas Lingkungan (LTPKL) Universitas Syiah Kuala, yang menyatakan bahwa pengujian residu pestisida pada sampel ikan belum dilakukan. Penyebabnya: keterbatasan bahan kimia untuk metode Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS).

Dalam surat resmi bernomor 011/DTK-USK/LTPKL/2025 yang ditujukan ke DLHK Subulussalam, LTPKL dengan jelas menyebutkan bahwa pengujian terhadap dugaan limbah berbahaya dari PT (MSB II) belum dilakukan secara menyeluruh. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar atas klaim “tidak tercemar” yang sudah lebih dulu dipublikasikan Serambi.

Perbedaan sudut pandang dan data yang disampaikan kedua media ini menimbulkan spekulasi di tengah publik. Apakah informasi soal kualitas air sungai benar-benar valid? Siapa yang dapat dipercaya? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantui warga Subulussalam yang khawatir terhadap dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan.

Aktivis lingkungan mendesak agar pemerintah kota dan pihak-pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi. Kejelasan data dan transparansi menjadi harga mati untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan tidak ada kepentingan yang diselundupkan dalam laporan-laporan yang disajikan ke masyarakat.

Masyarakat kini menanti jawaban. Apakah Sungai Lae Batu Batu benar-benar aman, atau masih menanti kebenaran yang tertunda?//Anton Tin

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru